Tahun I Edisi 06


Aliran Sesat Kian Menjamur

S

ekian abad yang lalu, Rasulul-lah pernah mengingatkan kaum muslimin akan datang-nya suatu waktu yang penuh dengan penyimpangan-penyimpangan aga-ma. Dalam hadits tersebut dijelaskan bahwa ummat beliau akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga golongan. Seluruh golongan tersebut berada da-lam neraka kecuali satu golongan, yaitu Ahlus Sunnah wal Jama’ah.

Maraknya aliran-aliran sesat di In-donesia memang bukan hal yang ba-ru. Aliran-aliran ini ada yang berasal dari luar seperti Syi’ah dan Ahmadiy-yah, serta ada juga yang produk da-lam negeri seperti aliran Lia Eden (Sa-lamullah), al-Qiyadah al-Islamiyyah dan lain-lain. Aliran-aliran ini telah menyebar dan menyesatkan masya-rakat.

Sebagai contoh, belakangan ini ki-ta dihebohkan dengan aliran al-Qiya-dah al-Islamiyyah. Aliran ini merubah dua kalimat syahadat dan meyakini ada nabi baru setelah Nabi Muham-mad. MUI telah mengeluarkan fat-wa sesat terhadap aliran ini. Setelah diselidiki, ternyata aliran al- Qiyadah al-Islamiyyah telah lama berdiri dan memiliki jumlah pengikut yang ba-nyak. Bahkan, gerakan mereka terse-bar di lembaga-lembaga pendidikan seperti perguruan tinggi di Indonesia.

Beberapa Aliran Sesat di Indonesia

A. Al-Qiyadah al-Islamiyyah

Aliran ini dinyatakan sesat karena:

1. Menghilangkan Rukun Islam.

Aliran al-Qiyadah al-Islamiyyah menolak rukun Islam karena mereka menganggap bahwa saat ini adalah fase Makkah. Artinya, mereka meya-kini bahwa shalat, puasa, zakat, dan haji belum saatnya diwajibkan.

2. Merubah Syahadat.

Mereka telah merubah dua kali-mat syahadat yang merupakan rukun pertama dalam Islam. Inilah syahadat versi mereka:

“Asyhadu an laa ilaaha illallaah, wa asyhadu anna al-masiih al-maw’uud rasulullah”.

3. Meyakini ada nabi baru setelah Rasulullah.

Ahmad Mushaddiq, selaku pemim-pin aliran ini mengaku dirinya sebagai al-Masih al-Maw’ud sekaligus nabi baru. Hal ini dinyatakannya setelah ia bertapa dan mendapatkan wahyu di salah satu kawasan di Bogor.

Hal ini tertulis jelas dalam buku ‘Ruhul Qudus yang turun kepada al-Masih al-Maw’ud’, edisi pertama 2007, hlm. 182. Dalam buku ini tertulis:

“Aku al-Masih al-Maw’ud menjadi syahid Allah bagi kalian, orang-orang yang mengimaniku, dan aku telah menjelaskan kepada kalian tentang sunnah-Nya dan rencana-rencana-Nya di dalam hidup dan kehidupan ini sehingga dengan memahami sun-nah dan rencana-rencana-Nya itu ka-lian dapat berjalan dengan pasti di bawah bimbingan-Nya.”

“… Dan aku juga memerintahkan ke-pada katib agar mempersiapkan se-buah acara di Ummul Qura’ bagi pa-ra sahabat untuk menjadi syahid ba-gi kerasulan al-Masih al-Maw’ud, te-tapi katib mengusulkan agar acara-nya diadakan di Gunung Bunder sa-ja, akupun menyetujuinya, di malam yang ketigapuluh tiga, tiga hari men-jelang empat puluh hari aku ber-ta-hannuts (menyepi), kembali aku ber-mimpi, di dalam mimpi itu aku dilan-tik menjadi rasul Allah dengan disak-sikan para sahabat.”

4. Menganggap kafir setiap orang yang tidak masuk ke dalam kelom-poknya atau menolak kenabian pemimpin mereka.

5. Menggantikan kewajiban shalat li-ma waktu dengan shalat malam saja.

6. Menebus setiap dosa-dosa yang mereka lakukan dengan sejumlah uang yang dikenal dengan istilah penebusan dosa.

Aliran sesat ini telah menerbitkan bukunya yang berjudul ‘Tafsir wa Ta’-wil’. Dalam buku tersebut, mereka menafsirkan ayat-ayat al-Qur’an se-kehendak mereka. Dalam tulisan ini, kami akan paparkan beberapa con-toh dari penyimpangan tafsir yang mereka lakukan. Di antaranya adalah:

· Menafsirkan ‘Bahtera Nabi Nuh sebagai simbol dari organisasi dakwah beliau dan bukan kapal yang sesung-guhnya.

Allah  berfirman:

“Lalu Kami wahyukan kepadanya (Nuh), ‘Buatlah bahtera dibawah pe-ngawasan dan petunjuk Kami.” (al-Mu’minuun: 27)

Mereka mengatakan bahwa kapal adalah amtsal (permisalan) dari ke-pemimpinan, yaitu sarana organisa-si dakwah yang dikendalikan oleh Nuh sebagai nahkoda. Keluarga Nuh adalah orang-orang mukmin yang beserta beliau, sedangkan binatang ternak yang dimasukkan berpasang-pasangan adalah perumpamaan dari umat yang mengikuti beliau. Lautan yang dimaksud adalah bangsa Nabi Nuh yang musyrik itu. (Tafsir wa ta’-wil hal. 43).

· Menafsirkan para malaikat yang memikul ‘Arasy sebagai para mas’ul (penanggungjawab) yang telah tersu-sun dalam tujuh tingkatan struktur dan kekuasaan di bumi. (Tafsir wa ta’-wil hal. 24).

· Menafsirkan as-Saaq (betis) pada surat al-Qalam ayat 42 dengan rasa takut akan azab Allah pada hari kia-mat. (Tafsir wa ta’wil hal. 18).

· Mengingkari pengambilan persak-sian anak cucu Adam atas ketuhan-an Allah yang merupakan penafsiran dari surat al-‘Araf ayat 172.

Selain kesesatan dalam buku tafsir yang mereka terbitkan, banyak para pengikut al-Qiyadah al-Islamiyyah yang memiliki pemahaman inkarus sunnah (menolak hadits). Mereka me-nolak keabsahan hadits-hadits Rasu-lullah. Sebagai contoh mereka ber-kata, ” Kitab al-Qur’anul Karim ada-lah sebuah kitab yang dipelihara dan dijamin keotentikannya oleh Allah, tidak demikian halnya dengan hadits-hadits.”

Selain itu, apa yang diajarkan oleh kelompok al-Qiyadah al-Islamiyyah ini, ternyata tidak hanya mengutip ayat-ayat al-Quran saja. Mereka juga mengajarkan paham-paham Kristen. Bahkan, mereka banyak mengutip dan mendasarkan ajarannya pada In-jil. Mereka memahami bahwa ajaran yang dibawa Musa, Yesus, dan Ah-mad (Nabi Muhammad) adalah sa-ma karena memiliki sumber ajaran yang sama pula (dari Allah). Bahkan, di dalam Islam ada konsep trinitas se-bagaimana dalam ajaran Kristen (!!).

Demikianlah, mereka mencam-puradukkan ajaran. Banyak lagi ajar-an-ajaran yang mereka tanamkan ke-pada para pengikutnya dengan mem-berikan pemahaman yang menyesat-kan. Mereka tidak segan-segan me-nyatakan, “Sebetulnya ajaran Yesus sama dengan ajaran Islam.”

B. Hidup di Balik Hidup

Aliran Hidup di Balik Hidup (HDH) ini sudah berkembang sejak tahun 1940 di Cirebon, Jawa Barat. Mu-hammad Kusnan adalah pendiri da-ri aliran ini. Namun, saat ini yang menjabat sebagai pemimpin aliran Hidup di Balik Hidup sepeninggal Kusnan adalah Mudjoni yang kini tinggal di Bekasi.

Masyarakat setempat sudah mera-sa risih dengan pemahaman dan ak-tivitas kelompok Hidup di Balik Hidup ini. Menurut pengawasan masyara-kat, aliran ini sesat dan menyesatkan karena ada beberapa keyakinan yang menyimpang dari ajaran al-Qur’an dan as-Sunnah. Syaifudin, selaku ke-pada Desa Sigong, Lemahabang, me-nuturkan bahwa aliran ini telah mere-sahkan warga dan meminta agar pa-ra alim ulama segera memposesnya.

Aliran Hidup di Balik Hidup me-miliki sebuah buku panduan. Dalam buku itu diceritakan tentang cara atau praktik beribadah dan cerita ten-tang asal-usul aliran Hidup di Balik Hidup.

Buku itu memuat beberapa ajar-an yang menyimpang dari pemaham-an Islam. Disebutkan bahwa Kusnan, selaku pendiri aliran Hidup di Balik Hidup, pernah ditemui oleh dua ma-laikat yang membersihkan dadanya di sebuah danau. Peristiwa itu dise-butkan terjadi ketika Kusnan berumur sepuluh tahun.

Bahkan, dijelaskan bahwa Kusnan pernah mengalami perjalanan ghaib menuju surga dan neraka serta me-nemui semua nabi sejak Nabi Adam hingga Nabi Muhammad.

C. Amanat Keagungan Ilahi

AKI atau Amanat Keagungan Ilahi adalah aliran baru yang muncul di Desa Jatirejo, Nganjuk.

Diterangkan bahwa aliran ini te-lah ada sejak tiga tahun yang lalu. Se-jauh pengawasan masyarakat setem-pat, aliran ini masih mempercayai Allah sebagai Tuhan. Namun, hal yang ganjil adalah keterbukaan aliran ter-sebut pada agama lain bahkan kepa-da yang tidak beragama sekalipun.

Mereka membuka diri dalam me-nerima semua agama. Dalam Prose-dur Tetap (Protap) yang mereka su-sun, disediakan doa-doa untuk um-mat Islam dan Kristen.

Dari informasi yang diperoleh, aliran ini tidak mewajibkan shalat li-ma waktu. Mereka juga meyakini bah-wa thawaf bisa dilakukan dengan ca-ra mengitari Kabupaten Nganjuk de-ngan menggunakan mobil dan ber-pakaian putih-putih.

Menurut masyarakat setempat, pa-ra penganut aliran ini tidak begitu pe-duli dengan syiar-syiar Islam seperti jilbab bagi kaum perempuan. Keba-nyakan perempuan dari pengikut AKI tidak mengenakan jilbab dan hanya mengenakan pakaian sebagaimana masyarakat umum.

D. Wahidiyah

Majelis Ulama Indonesia Kabupa-ten Tasikmalaya, Jawa Barat, me-ngeluarkan fatwa bahwa ajaran Wa-hidiyah yang berkembang di Desa Sumahmadu Taraju, sesat dan me-nyesatkan. Salah satu ajarannya yang menjadi dasar kesesatan aliran ini adalah keyakinannya pada Ghauts Haadzaz Zaman yang bisa mencabut iman seseorang.

Fatwa sesat ini keluar setelah dila-kukan penelitian oleh Komisi Fatwa MUI Kab. Tasikmalaya. Menurut ke-terangan Ketua Umum MUI setempat, KH. Dudung Abdul Halim, MA, alir-an Wahidiyah ini menyalahi ajaran al-Qur’an dan al-Hadits.

Mengenai ajaran Wahidiyah sen-diri, mereka percaya bahwa setiap zaman selalu ada Ghauts yang mem-bimbingnya. Dalam dunia tasawuf, ada suatu kepercayaan tentang ke-beradaan Ghauts yang diangkat oleh Allah sebagai wasilah (perantara) ke-pada-Nya. Para waliyullah, termasuk Wali Abdal dan Quthub, senantiasa meminta kepada Allah untuk kesela-matan ummat dan alam raya ini.

Memang, dalam buku-buku Wa-hidiyah tidak pernah ditegaskan sia-pakah sebenarnya Ghauts itu sendi-ri. Namun, menurut sebagian peng-amal ajaran Wahidiyah, Mu’allif Sha-lawat itu sendiri yaitu Mbah Abdul Madjid yang menjadi Ghauts di za-man sekarang. Meskipun penetapan ini hanya sebatas husnudzan saja, mereka yakin bahwa prasangka me-reka memiliki dasar-dasar yang be-nar.

Aliran ini memiliki shalawat ter-sendiri yang mereka namai Shalawat Wahidiyah. Shalawat ini menjadi amalan khusus bagi para pengikut Wahidiyah.

Saat ini, aliran Wahidiyah memi-liki struktur organisasi yang rapi. Di Indonesia sendiri dikenal dengan Pe-nyiar Shalawat Wahidiyah (PWS). Perkembangannya tidak hanya seba-tas dalam negeri saja. Aliran ini ber-kembang juga di luar negeri.

E. Islam Hakekok

Aliran yang disebut dengan nama Islam Hakekok ini telah lama ber-kembang di sekitar Tangerang. Pena-maan hakekok sendiri berasal dari ba-hasa Arab yang berarti hakikat. Me-mang, gaungnya ajaran Islam Heke-kok tidak seheboh aliran-aliran sesat lainnya seperti al-Qiyadah al-Islamiy-yah. Tapi, aliran ini sudah memiliki banyak pengikut terutama di kawas-an Tangerang dan sekitarnya.

MUI Kabupaten Tangerang telah mengeluarkan fatwa sesatnya ajaran Islam Hakekok.

Sejauh data yang berhasil dihim-pun, aliran ini tidak mewajibkan sha-lat lima waktu kepada pengikutnya. Mereka meyakini bahwa ibadah sha-lat cukup dilaksanakan dengan ber-doa di dalam hati saja.

Demikian pula dengan ibadah Ra-madhan, mereka tidak mewajibkan puasa. Bagi mereka, ibadah ini cukup dilakukan dengan niat dan berdoa di dalam hati tanpa harus menahan di-ri dari lapar dan dahaga.

F. Al-Qur’an Suci

Maraknya kasus mahasiswa yang hilang atau pergi begitu saja tanpa se-pengetahuan orang tua, disiyalir me-miliki indikasi keterkaitan dengan aliran al-Qur’an. Di lain tempat se-perti Pekanbaru dan Medan, nama lain dari aliran al-Qur’an Suci adalah al-Haq.

MUI Pekanbaru sudah mengeluar-kan fatwa bahwa aliran ini sesat dan menyesatkan. Setelah diselidik lebih jauh, ternyata aliran ini menyebar pertama kali di Medan. Kemudian aliran tersebut disebarkan ke bebe-rapa daerah di Jawa dan Sumatera. Sedangkan pemimpinya saat ini ber-asal dari salah satu kota besar di Ja-wa Tengah.

Hedi Muhammad, Ketua Tim In-vestigasi Aliran Sesat (TIAS) menga-takan bahwa aliran al-Qur’an dan al-Haq memang memiliki prinsip ajar-an yang sama. Ia menambahkan bah-wa aliran ini hanya melakukan iba-dah shalat sekali dalam sehari dan peralihan ibadah puasa menjadi pem-bayaran sejumlan uang.

Hal ini terungkap setelah diada-kan penelitian lapangan dan peng-akuan sejumlah korban. Saat ini, akti-fitas masih difokuskan untuk mencari korban-korban yang hilang tanpa je-jak, terlebih kebanyakan dari mere-ka adalah mahasiswa.

G. Ajaran Nabi Perempuan

Seorang wanita asal Madiun, Rus-miyati binti Sawabi Sastrawijaya, mengaku sebagai nabi sekaligus pang-lima perang untuk melawan pasukan iblis. Menurut pengakuannya, ia di-tunjuk sebagai ratu adil dan juru se-lamat yang ditunggu-tunggu ummat manusia.

Pengakuannya ini berdasarkan mimpi-mimpi yang dianggap sebagai petunjuk atau ilmu dari langit. Mimpi-mimpi itu ia tuangkan dalam tujuh bundel naskah. Majelis Ulama Indo-nesia Kota Madiun langsung turun ta-ngan setelah Rusmiyati melapor ke-pada pihak MUI untuk mendapat le-gitimasi atau pengakuan resmi atas ajarannya itu. Selanjutnya, MUI Ko-ta Madiun mengeluarkan fatwa la-rangan penyebaran aliran Nabi Pe-rempun ini.

Ajarannya tertuang dalam tujuh naskah tersebut yang berjudul “Falsa-fah Pancasila Obor Perdamaian Du-nia.” Dalam ajaran itu terdapat isi ten-tang falsafah Pancasila untuk perda-maian dunia, landasan dasar mence-gah kekerasan, mengatasi korupsi, menangani generasi muda yang ku-rang beruntung, mengatasi zina dan sumber hukum undang-undang anti-pornografi.

Menurut pengakuannya, ia telah tiga kali diwisuda. Pertama, sebagai ratu adil pada hari selasa, tanggal 30 Mei 2006, setelah Yogyakarta digun-cang gempa. Kedua, sebagai juru se-lamat di saat peringatan hari lahirnya Nabi Isa pada tanggal 25 Desember 2006. Ketiga, sebagai pemimpin wa-nita yang mendapat petunjuk oleh Tuhan Yang Maha Esa, pada tanggal 20 Mei 2007.

Dalam setiap peperangan, lanjut Rusmiyati, ia dibekali dengan Pusa-ka Trisula bermata tiga yang di setiap ujung kanannya adalah semua kitab suci, ujung kirinya adalah falsafah Pancasila dan puncaknya adalah Tu-han Yang Maha Esa. Ia mengakui bahwa ia telah mendapatkan ‘wahyu’ sejak tahun 1982 dan telah menye-barkan ajarannya ke beberapa orang dan kelompok.

H. Syiah

Aliran sesat ini memang bukan barang baru. Ia telah muncul sejak belasan abad yang silam. Namun, ca-kar pergerakannya masih dirasa sam-pai saat ini. Terlebih, penyebarannya semakin cepat dan luas hingga ma-suk ke bumi nusantara. Terbukti ba-nyaknya penerbit dan lembaga yang mengusung paham Syi’ah seperti Pe-nerbit Mizan Bandung, Yayasan al-Muntazhar Jakarta, Ikatan Pemuda Ahlu Bait (IPAN) Bogor, dan lain se-bagainya.

Setidaknya ada beberapa point yang menjadi alasan bahwa Syiah adalah aliran sesat dan menyesatkan. Point tersebut adalah:

1. Menolak al-Qur’an mushaf Uts-mani dengan keyakinannya bahwa al-Qur’an yang sah adalah al-Qur’an mushaf Fathimah. Al-Qur’an mereka ini tiga kali lebih tebal dan ia akan kembali hadir ke dunia dengan di-bawa oleh Imam mereka yang kedua belas,  yaitu Imam Mahdi versi mere-ka.

2. Hanya menerima hadits-hadits Rasulullah  yang diriwayatkan oleh ahlul bait dan sebagian sahabat yang pro khalifah Ali bin Abi Thalib.

3. Mencela dan mengkafirkan bebe-rapa sahabat Nabi  seperti Abu Ba-kar, Umar dan Utsman.

4. Menyakini bahwa Ali bin Abi Tha-lib dan imam-iman mereka adalah ma’shum (terbebas dari dosa).

5. Menghalalkan nikah mut’ah atau kawin kontrak.

6. Menyakini bahwa kota Kufah, Kar-bala (Irak), dan Qum (Iran) adalah tanah suci yang lebih utama daripa- da Makkah.

Itulah sebagian dari ajaran Syiah yang sesat dan menyesatkan.

I. Ahmadiyah

Aliran yang disebarkan oleh Mir-za Ghulam Ahmad ini mendapat tem-pat di Indonesia. Sang pendusta da-ri India itu mengaku dirinya sebagai nabi. Oleh karena itu, wajar jika alir-an Ahmadiyah ini mendapat respon yang kuat dari ummat Islam.

Di Indonesia, Ahmadiyah sudah lama berdiri. Walaupun demikian, MUI mengeluarkan fatwa sesatnya aliran ini. Bahkan, para tokoh agama memobilisasi ummat Islam untuk ber-sama-sama menghancurkan setiap tempat penyebaran dakwah Ahma-diyah.

Ini adalah beberapa prinsip ajar-an Ahmadiyah:

1. Meyakini bahwa tuhan mereka memiliki sifat-sifat seperti manusia seperti tidur, makan, shalat, puasa, beristri, dan lain sebagainya (Maha Suci Allah dari tuduhan mereka).

2. Meyakini bahwa kenabian belum berakhir dan Muhammad bukanlah nabi terakhir.

3. Memiliki kitab suci sendiri yang bernama at-Tadzkirah.

4. Menganggap bahwa kota Qadiyan di India adalah kota suci seperti Mak-kah. Kota itu juga dijadikan sebagai tempat ibadah haji bagi mereka.

5. Berpendapat bahwa taat kepada pemerintahan Inggris adalah separuh dari agama.

J. Lia Eden

Aliran Lia Eden atau Salamullah adalah aliran yang sudah dinyatakan sesat oleh MUI. Aliran ini didirikan oleh seorang ibu yang bernama Lia Aminudin. Ia menyatakan bahwa di-rinya telah mendapat wahyu dari Tu-han melalui Malaikat Jibril pada tang-gal 1 Oktober 1997. Sosok yang di-anggap malaikat itu menyuruhnya un-tuk menggali mata air di Jalan Maho-ni. Tempat bertuah itulah yang ke-mudian diberi nama Salamullah.

Pada tanggal 18 Agustus 1998, ia memproklamirkan dirinya sebagai Imam Mahdi dan anaknya, Ahmad Mukti, sebagai Nabi Isa. Selanjutnya, pada tanggal 24 Juni 2000, Lia me-nyatakan Salamullah sebagai agama baru.

Dalam ajarannya, Salamullah me-madukan antara Islam dan Kristen. Ajarannya menghalalkan daging ba-bi dan setuju sekali dengan shalat dua bahasa. Selain itu, Lia Eden juga mengangkat Muhammad Abdurrah-man sebagai sosok reinkarnasi Nabi Muhammad. Ia juga diangkat se-bagai Imam Besar Jam’ah Lia Eden).

K. Tijaniyah

Thariqat Tijaniyah ini didirikan oleh Syaikh Ahmad at-Tijani yang nama lengkapnya adalah Abul Abbas Ahmad bin Muhammad bin al-Mukh-tar at-Tijani.

Thariqat ini berkembang di ka-wasan utara Afrika, Jazirah Arab, Eropa (terutama Prancis), dan seba-gian wilayah Asia. Di Indonesia sen-diri, aliran ini mendapatkan reaksi pe-nolakan dari aliran thariqat lain kare-na ajarannya yang menyatakan bah-wa pengikut aliran Tijaniyah beserta tujuh generasi keturunannya akan di-perlakukan secara khusus pada hari kiamat nanti dan diharamkan berhu-bungan dengan guru pembimbing da-ri aliran thariqat lain.

Ini adalah beberapa kepercayaan dan ritual thariqat Tijaniyah:

1.Membaca beberapa dzikir terten-tu untuk bersatu dengan ruh Nabi.

2.Meyakini bahwa mereka memili-ki alam barzakh tersendiri.

3.Akan masuk surga bersama Rasu-lullah  dalam rombongan pertama.

4.Menempatkan posisi Syaikh at-Ti-jani sebagai penutup para wali dan bisa memberikan syafaat di akhirat kelak.

5.Meyakini bahwa pahala Shalawat Fatih bisa menandingi pahala baca-an al-Qur’an.

L. NII

Negara Islam Indonesia atau NII adalah kelompok pergerakan yang diploklamirkan pada tanggal 7 Agus-tus 1949 oleh Sekarmadji Marijan Kar-tosoewirjo. Ia sendiri adalah pemim-pin pergerakan ini.

NII bertujuan mendirikan negara Islam di bumi Indonesia. Namun da-lam praktiknya, terdapat beberapa penyimpangan seperti:

1. Terdapat penyimpangan tentang makna tauhid, seperti mengikuti pe-mahaman Asy’ariyah yang mentak-wilkan Asmaa’ was Shifaat.

2. Mengkafirkan siapapun yang tidak masuk ke dalam kelompok mereka.

3. Seorang anak berhak mengambil harta orang tuanya jika orang tuanya tersebut tidak masuk NII.

M. JIL

Aliran ini kian ramai diperbincang-kan. Pemahaman Jaringan Islam Li-beral atau JIL telah dianggap sesat oleh MUI.

Mereka adalah benalu yang dita-nam oleh orang-orang Barat yang sa-ngat membenci Islam.

JIL didanai langsung oleh The Asia Foundation (TAF). TAF adalah lem-baga yang memiliki misi pluralisme dan liberalisasi agama. Tak aneh jika tokoh-tokoh JIL selalu mengusung paham pluralisme dan liberalisme agama, seperti menyatakan bahwa semua agama benar, menolak pene-gakan syariat Islam, menolak kewa-jiban berjilbab bagi perempuan, meng-kritisi pembagian hak waris, meragu-kan keabsahan al-Qur’an dan al-Ha-dits, serta lebih mengusung ide-ide kaum orientalis.

Itulah beberapa aliran sesat yang telah menodai kesucian Islam dan menyesatkan banyak orang. Merebak-nya aliran-aliran sesat tersebut tentu-nya menuntut kewaspadaan seluruh umat Islam. o

%d blogger menyukai ini: