Pejuang Palestina Terus Tembakkan Roket


TEL AVIV, KAMIS- Pejuang di Gaza, Palestina, menembakkan lebih dari 10 roket ke wilayah Israel pada Kamis (1/1). Beberapa  di antaranya masuk jauh ke dalam negara Yahudi itu tanpa menyebabkan korban, kata pejabat. Satu roket menghantam bangunan perumahan di kota pelabuhan Ashdod, lebih dari 30 kilometer dari tapal batas Gaza, kata tentara Israel.

“Sedikit-dikitnya 15 roket jatuh di wilayah Israel, satu di antaranya mengenai langsung gedung permukiman delapan tingkat di kota pelabuhan Ashdod,” kata jurubicara polisi Micky Rosenfeld.

Roket itu menghantam atap gedung dan menembus dua lantai. Pengelola segera mengosongkan gedung itu, karena takut akan kemungkinan sebagian bangunan tersebut roboh. Meski demikian, tak seorang pun cedera, tapi beberapa penduduk dibawa ke rumahsakit akibat terguncang.

Dua roket jatuh tanpa menyebabkan kerusakan atau korban di sekitar kota gurun Bersheba, sekitar 40 kilometer dari perbatasan, yang terjauh dari roket luncuran pejuang sampai di wilayah Israel. Roket lain menghantam pabrik di daerah Eshkol, yang menyebabkan kerusakan.

Di Gaza, sayap bersenjata Hamas menyatakan menembakkan dua roket ke pangkalan angkatan udara Hatzerim di barat Beersheva, sementara tentara Israel tidak memberi tanggapan.

Sejak awal pemboman Israel atas sasaran Hamas pada Sabtu, pejuang di Gaza sudah menembakkan lebih dari 260 roket dan mortir ke wilayah Israel, menewaskan tiga warga dan satu tentara serta melukai beberapa puluh orang.

Serangan Israel sudah membunuh sedikit-dikitnya 400 warga Palestina dan melukai hampir 2.000 orang lain, kata dokter Gaza.

Dua roket Rusia, Grad, yang telah diubah menghantam kota Bersheba di Israel selatan pada Selasa malam, untuk pertama kali sejak serangan roket Palestina terhadap Israel dari Jalur Gaza dimulai tujuh tahun lalu.

Satu bangunan kosong taman kanak-kanak di kota tersebut, serta daerah terbuka di selatannya dihantam, ketika roket itu mendarat setelah matahari terbenam, kata laporan media Israel.

Bersheba, yang seringkali dirujuk sebagai “ibukota” gurun Negev di Israel selatan, terletak hampir 40 kilometer dari Jalur Gaza dan kota paling jauh dihantam roket luncuran dari Jalur Gaza. Bersheba memiliki lebih dari 186.000 warga, adalah kota terbesar ketujuh di Israel.

Suara sirene bergema untuk pertama kali di kota tersebut, sehingga penduduknya bergegas memasuki ruangan aman dan tempat perlindungan. Pemerintah Israel melakukan pembahasan mengenai kemungkinan menutup semua sekolah di kota itu pada Rabu. Israel tampak akan membalas serangan roket –yang meningkat– tersebut.

Sumber

%d blogger menyukai ini: