Mesir Masih Cegah Relawan Medis Masuk Rafah


Rafah – Infopalestina: Sekjen Tim Medis Arab, Dr. Abdul Mun’im Abul Fatah mengecam berlanjutnya penutupan yang dilakukan terhadap perlintasan Rafah oleh pemerintah Mesir untuk tim medis Arab yang hendak memberikan bantuan kemanusiaan yang diperlukan.

Dr. Abul Fatuh menegaskan bahwa sekitar 50 dokter Arab termasuk dari Mesir melakukan aksi unjuk rasa untuk memancing perhatian dari pemerintah Mesir akan pentingnya membuka perlintasan Rafah. Sementara pejabat Mesir beralasan bahwa pelarangan dokter itu karena tidak ada jalan aman untuk sampai ke Jalur Gaza. Sementara pihak tim medis menegaskan bahwa mereka siap dengan apapun yang terjadi.

Sebelumnya pemerintah Mesir membuka perlintasan Rafah pada Selasa lalu secara parsial untuk masuknya bantuan obat-obatan dan masukknya sejumlah korban luka Palestina untuk diobati di Mesir. Namun Asosiasi Tim Dokter Arab mengatakan pemerintah Mesir menolak masuknya tim dokter ke Jalur Gaza dari perlintasan tersebut.

Di sisi lain, Lembaga Dokter Perdamaian Yunani menegaskan bahwa mereka menghadapi kesulitan masuk ke perlintasan Rafah dan memasukkan bantuan medis dan kemanusiaa.

Seperti dilansir oleh Aljazeera.net melansir bahwa lembaga ini mengirim lima dokter di perlintasan Rafah pada Sabtu lalu bersama sejumlah peralatan medis. (bn-bsyr)

Iklan
%d blogger menyukai ini: