Palang Merah Internasional: CIA Melakukan Kekerasan Terorganisir

Setelah kabar mengenai berbagai kaset penyiksaan tahanan Guantanamo yang telah dihancurkan CIA menghangat, kini Palang merah Internasional (ICRC) mengungkap laporan rahasia yang membuktikan “kekerasan terorganisir” yang dilakukan terhadap tahanan dugaan ksus terorisme saat pemerintahan George W Bush di penjara CIA.

Dilaporkan The Washington Post dan dikutip Reuters, Senin (16/3/2009), laporan yang dibuat pada 2007 itu mengungkapkan tahanan itu berada di luar AS. Tak hanya penyiksaan dalam bentuk fisik, namun juga psikologis.

Washington Post mengatakan bahwa ICRC menemukan data berdasarkan kemampuan akses terhadap 14 tahanan tingkat tinggi CIA di Teluk Guantanamo yang dipindahkan tahun 2006.

Lebih lanjut dalam laporan koran tersebut dikatakan bahwa lima kopi data tersebut dibagi antara CIA dan petinggi Gedung Putih tahun 2007.

Berbagai penyiksaan dialami oleh para pejuang Muslim tersebut diantaranya digigit, tidak boleh tidur, diberi pemanas ruangan, direndam dalam air dan berbagai penyiksaan lainnya.

Selanjutnya kopi yang dibagikan tersebut sampai ke tangan Mark Danner, seorang akademisi jurnalisme, yang kemudian diterbitkan dalam New York Review of Books yang dirilis hari Ahad.

Tidak disebutkan bagaimana cara Danner mendapatkan dokumen rahasia CIA tersebut.
Pada pemerintahan Bush diketahui, CIA menggunakan taktik interogasi paksaan terhadap tahanan senior Al Qaeda setelah terjadi serangan 11 September.

Tak hanya internal AS, kebijakan perang melawan teror yang dilakukan Bush juga menuia kecaman komunitas internasional.
(muslimdaily.net/rmd/reut-ok)

Iklan

AS Khawatirkan Kebangkitan Bank Syari’ah

Di tengah himpitan ekonomi yang menggila, AS diam-diam mengkhawatirkan kebangkitan ekonomi syari’ah di negara itu. Berbeda dengan bank-bank konvensional, bank syari’ah sedikit sekali terkena imbas dari krisis ekonomi global. Tak pelak kaum kapitalisme di AS dan Barat menganggap bank syari’ah mengancam kondisi ekonomi dan keberadaan bank konvensional di negara-negara mereka.

Saat ini, investasi bank syari’ah di AS telah mencapai $800 juta, jumlah yang sangat besar untuk ukuran bank-bank yang baru bermain di negara ini dalam waktu kurang dari lima tahun belakangan. Saat ini pun bank syari’ah nyata dibanjiri oleh kostumer yang mempercayakan menyimpan uangnya. Masyarakat Barat dan AS merasa menyimpan uang di bank syari’ah lebih aman dan bank syari’ah terbukti tidak terkena likuiditas .

Stephen Amos, pejabat di Bank Islam Inggris menyebutkan bahwa kostumer bank syari’ah sekarang bukan hanya berasal dari orang Muslim saja, tapi juga dari mereka yang berasal dari non-Muslim. Sedangkan menurut Azizul Haq, seorang ekonom Islam asal Bangladesh, “Bank Islam adalah solusi efektif dari krisisk keuangan sepanjang zaman.”

Saat ini, paling sedikit ada 300 bank syari’ah di seluruh dunia. Para pengamat ekonomi memprediksikan di tahun 2013, aset bank syari’ah akan mencapai trilyunan dolar. Bagaimana dengan bank konvensional? Tampaknya sistem riba akan semakin ditinggalkan karena sudah terbukti berulang kali gagal dan membuat krisis di seluruh dunia.

Tahun II Edisi Maret 2009

PERILAKU TERORIS

DARI KAUM YAHUDI

Sepak terjang dan tingkah polah Yahudi sebagai bangsa yang bejad, pembuat makar, penebar kerusakan, licik dan sebagai teroris sejati (real terrorist), sejatinya banyak orang, kaum dan bangsa yang mengetahuinya. Namun dikarenakan hegemoni mereka yang mencengkeram –khususnya terhadap media massa, cetak maupun elektronik– dan karena kelihaian (baca: kelicikan) mereka dalam mendistorsi sejarah dan mereduksi fakta, maka seringkali perilaku dan sifat busuk Yahudi tersebut tidak lagi nampak atau dikenali.

Sebagai kaum muslimin, mestinya kita tidak terkecoh. Selain karena kita harus “membaca”sejarah dengan benar, juga karena kita memiliki fakta sejarah yang tidak akan pernah bohong dan terbantahkan, yaitu dalil al-Qur’an dan as-Sunnah (hadits-hadits Rasulullah saw).

Berikut beberapa perilaku teroris, karakter jahat dan sifat busuk Yahudi yang dipaparkan dalam al-Qur’an:

  • Menyembunyikan kebenaran dan ilmu.

“Wahai ahli Kitab, mengapa kalian mencampuradukkan yang haqq (kebenaran) dengan yang batil, dan menyembunyikan kebenaran, padahal kalian mengetahuinya?” [QS. Ali ‘Imran: 71]

  • Khianat, ingkar janji dan lihai dalam tipu muslihat.

Dalam banyak ayat digambarkan bahwa Yahudi seringkali berusaha menipu Allah swt, padahal mereka sendirilah yang akan tertipu. Merekapun beberapa kali berusaha menipu rasul yang diutus kepada mereka, Musa as dan Isa as. Demikian juga pengkhianatan mereka kepada Rasulullah saw yang banyak terekam dalam sejarah.

  • Iri hati dan dengki (hasad).

“Sebagian besar ahli kitab mengingin-kan agar mereka dapat mengemba-likan kalian kepada kekafiran setelah kalian beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, se-telah nyata bagi mereka kebenaran…” [QS. al-Baqarah: 109]

“Ataukah mereka dengki kepada manusia (Muhammad) lantaran karunia yang Allah telah berikan kepadanya? Sesungguhnya Kami telah memberikan kitab dan hikmah kepada keluarga Ibrahim, dan Kami telah memberikan kepadanya kerajaan yang besar.” [QS. an-Nisa’: 54]

  • Merusak serta gemar mengobarkan api fitnah dan peperangan.

“…Setiap mereka menyalakan api peperangan, Allah memadamkannya dan mereka berbuat kerusakan di muka bumi dan Allah tidak menyukai orang-orang yang membuat kerusakan.” (QS. al-Ma’idah: 64)

  • Gemar merubah dan menyelewengkan firman Allah swt dan syari’at-Nya, serta berdusta atas nama Allah swt untuk memuaskan hawa nafsu dan tujuan mereka.

“…mereka suka merubah perkataan (Allah) dari tempat-tempatnya, dan mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diperingatkan dengannya…” [QS. al-Ma’idah: 13]

“Yaitu orang-orang Yahudi, mereka mengubah perkataan dari tempat-tempatnya…” [QS. an-Nisa’: 46]

“Sesungguhnya di antara mereka ada segolongan yang memutar-mutar lidahnya membaca al-Kitab, supaya kalian menyangka yang dibacanya itu sebagian dari al-Kitab, Padahal ia bukan dari al-Kitab dan mereka mengatakan: “Ia (yang dibaca itu datang) dari sisi Allah”, padahal ia bukan dari sisi Allah. Mereka berkata dusta terhadap Allah, sedang mereka mengetahuinya.” [QS. Ali ‘Imran: 78]

Apabila hukum syariat tidak sesuai dengan selera dan hawa nafsu, maka mereka akan mencari-cari alasan untuk melanggarnya. Rasulullah saw bersabda:

(( قَاتَلَ اللهُ الْيَهُوْدَ، حَرَّمَ اللهُ عَلَيْهِمُ الشُّحُوْمَ، فَبَاعُوْهَا وَأَكَلُوْا مِنْ أَثْمَانِهَا ))

“Semoga Allah membinasakan orang-orang Yahudi, allah telah mengharam-kan lemak atas mereka, namun mereka tetap menjual lemak dan memakan hasil dari penjualannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

  • Jorok, kotor, tidak sopan dan kurang ajar dalam berbicara.

Hal ini timbul dari sikap mereka yang gemar merendahkan golongan dan umat lain selain mereka, bahkan nabi mereka sendiripun tetap mereka hinda dan mereka rendahkan.

  • Suka merendahkan orang lain.

Karena mereka menganggap bahwa mereka adalah bangsa pilihan Allah swt. Merekapun memberikan julukan kepada golongan lain, termasuk kaum muslimin, sebagai ummiyyun, orang-orang buta huruf yang harus mereka rampas harta dan kehormatannya, karena bangsa lain selain mereka adalah bagaikan seonggok binatang yang harus melayani mereka!

“…mereka mengatakan: “Tidak ada dosa bagi Kami terhadap orang-orang ummi. Mereka berkata dusta terhadap Allah, Padahal mereka mengetahui.” [QS. Ali ‘Imran: 75]

  • Berhati keras bak batu, bahkan jauh lebih keras lagi.

“(Tetapi) karena mereka melanggar janji mereka, Kami kutuki mereka, dan Kami jadikan hati mereka keras membatu…” [QS. al-Ma’idah: 13]

“Kemudian setelah itu hati kalian menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi…” [QS. al-Baqarah: 74]

  • Serakah, tamak dan rakus terhadap dunia (ambisius).

“Dan sungguh kamu akan mendapati mereka, manusia yang paling loba kepada kehidupan (di dunia)…” [QS. al-Baqarah: 96]

  • Membenci kaum muslimin dan selalu mencari celah dan kesempatan untuk membuat makar terhadap mereka.

“Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman adalah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik…” [QS. al-Ma’idah: 82]

Adapun dalam fakta sejarah kontemporer, maka perilaku teroris, karakter jahat dan sifat busuk Yahudi dapat dilihat dari “prestasi kebiadaban mereka terhadap kaum muslimin di Palestina, ya baru Palestina saja, yaitu:

  • Pembunuhan masal di kampung Syikh yang dilakukan oleh kelompok ekstrim Hajanah di sore hari tanggal 31 Desember 1948. Korbannya mencapai 60 orang penduduk kampung (sipil), dengan sebagian besar mayat masih berada dalam rumah-rumah mereka. Kampung tersebut kemudian menjadi milik Israel dan diubah namanya menjadi Tel Ghanan.
  • Pembunuhan masal kampung Sa’sa’ yang dilakukan oleh kelompok zionis. Mereka meruntuhkan 20 rumah beserta penghuni di dalamnya.
  • Tragedi di kampung Abu Kabir yang dilakukan kelompok fanatik Hajan pada 31 Maret 1948. Semua orang yang berusaha membela diri dibantai.
  • Pembunuhan di kampung Dir Yasin yang dilakukan oleh kelompok fanatik Aregon dan Hajana pada 9 April 1948. Menelan korban 250 orang Arab, dan melukai 250 orang lainnya, yang sebagian besar anak-anak, perempuan dan orang tua.

Penduduk kampung yang masih hidup diseret dengan kendaraan dan dibawa kepada orang-orang Yahudi yang tinggal di Quds, untuk kemudian dilempari dengan batu. Salah satu pentolan yang melakukan pembunuhan masal tersebut adalah Menahem Begin, yang kelak menjadi perdana Menteri Israel pada bulan Juni 1977. Tujuan utama pembunuhan massal tersebut adalah untuk meneror rakyat Palestina dan menimbulkan rasa takut, hingga mereka meninggalkan rumah-rumah dan tanah-tanah mereka. Tujuan tersebut kemudian tercapai berkat dukungan penuh dari gerakan Zionis Internasional.

  • Pembantaian di kampung Abu Syausyah pada 14 Mei 1948 dilakukan oleh sejumlah milisi dari angkatan bersenjata. 50 orang sipil syahid (insya Allah) ditembak peluru dan dipukul kepalanya dengan senjata.
  • Pembantaian Lad pada 11-7-1948 yang dilakukan oleh kesatuan Komando Israel dibawah pimpinan Moses Dayan. Ketika sebagian penduduk sipil berusaha berlindung di dalam masjid, orang-orang Yahudi itu mengikutinya dan membunuh 176 dari mereka, hingga jumlah keseluruhan yang syahid (insya Allah) 466 orang. Penduduk Lad yang masih hidup dikumpulkan di taman kota dan dipaksa untuk meninggalkan kota dengan jalan kaki yang menyebabkan banyak dari mereka mati karena lapar, haus dan ketakutan.
  • Pembantaian di kampung Albion pada 29 Oktober 1948. Kampung tersebut diserang oleh bala tentara Israel. Mereka mengumpulkan para penduduk sipil di taman kota, kemudian menembaki mereka dari segala penjuru.
  • Pembantaian Syarafat pada 7 Februari 1951, yang dilakukan oleh sempalan tentara Israel. Mereka menyebarkan ranjau di dalam kampung tersebut, yang menyebabkan banyak penduduk tewas, khususnya perempuan dan anak-anak.
  • Pembantaian di kampung Qalqaliya, 10 Oktober 1948.

Pasukan penjaga negara Israel bersama sejumlah besar penduduk sipil Israel menyerbu dengan menggunakan pesawat tempur dan tank. 70 orang gugur dalam peristiwa tersebut.

  • Pembantaian di kampung Nila yang diserang pada 9 Pebruari 1951. Diceritakan, seorang Yahudi menyelinap ke dalam rumah orang Palestina dan membunuh satu orang lelaki dan dua anak kecil. Ia kemudian kembali lagi pada serangan kedua, membunuh serta melukai sejumlah besar penduduknya.
  • Pembantaian di kampung Qubbiyah. Dilakukan oleh tentara Israel selama 16 jam, mulai dari malam tanggal 14 Oktober 1953. Korban dari penduduk sipil sebanyak 67 orang. Masjid, tempat penyimpanan air dan 50 rumah penduduk dihancurkan.
  • Pembantaian Kafr Qasim, adalah pembantaian paling gila yang dilakukan oleh Yahudi. Pemerintah Israel telah memberlakukan jam malam bagi para penduduk, yang dimulai dari jam enam petang. Pada tanggal 28 Oktober 1956, Yahudi mengeluarkan peraturan baru kepada seluruh jajaran pejabat wilayah, bahwa jam malam diberlakukan mulai jam 5 petang, bukan jam 6 petang. Peraturan baru tersebut dikeluarkan pada jam 5 kurang seperempat dan belum sempat disosialisasikan. Seperti biasa, para petani pulang ke rumah setelah jam 5 petang, sebelum jam 6. Namun mereka kemudian dianggap melanggar perintah militer (yang belum mereka ketahui), yakni pulang lewat dari jam 5 petang. Di depan pintu-pintu masuk kampung telah ada para petugas dan puluhan tentara Israel. Mereka menembaki para petani yang tidak bersalah tersebut. Sekitar 57 orang menemui ajalnya dan 27 lainnya menderita luka-luka. Di antara para korban terdapat seorang anak kecil dan 17 wanita.
  • Pembantaian di kamp pengungsi Palestina di kamp utama yang ada di kota Khon Younis pada tanggal 3 November 1956. Dalam peristiwa ini telah menelan korban lebih dari 250 orang pengungsi Palestina.

Pembantaian kemudian terulang kembali pada tanggal 12 November 1956, dengan korban mencapai 275 pengungsi Palestina. Pada hari yang sama, tentara Israel yang melakukan pembantaian tersebut bergerak menuju kamp di Rafah, dan membunuh lebih dari seratus orang pengungsi Palestina.

  • Pembantaian di Shabra dan Syatila pada 18-19 September 1982. Korban mencapai lebih dari 3.500 jiwa dari penduduk sipil Palestina, sebagian besar perempuan, anak-anak dan orang tua. Pembantaian itu telah direncanakan, di bawah komando sang teroris yang kelak menjadi Perdana Menteri Israel, Ariel Sharon.
  • Pembantaian di Masjidil Aqsha pada tanggal 8 Oktober 1990.

Sebabnya, penduduk Palestina yang akan shalat berusaha melawan kelompok Yahudi ekstrim yang disebut dengan Kelompok Penjaga Kuil, ketika mereka akan meletakkan batu fondasi bagi pembangunan Kuil Ketiga di beranda Masjidil Aqsha. Tentara Israel kemudian datang dan menembaki orang-orang Palestina. Jumlah korban mencapai 21 jiwa penduduk sipil, 150 luka-luka dan sekitar 300 orang diamankan petugas.

  • Pembantaian di Masjid Ibrahim, tepatnya di pagi tanggal 25 Februari 1990, yang dilakukan oleh seorang teroris Zionis, Barouch Goldstein, dan sekelompok penduduk pemukiman Karbat. Ia menembaki orang-orang yang sedang shalat ketika sujud. Sekitar 50 orang menemui ajalnya di Masjid tersebut.
  • Pembantaian Qana pada 18 April 1996 yang dilakukan oleh angkatan darat dan angkata udara Israel. 160 penduduk sipil Libanon, sebagian besar perempuan, anak-anak dan orang tua menemui ajalnya. Pembantaian tersebut kemudian dilanjutkan oleh kekuatan militer Amerika Serikat di Lebanon Selatan, tempat para pengungsi Lebanon meminta perlindungan.
  • Pembantaian Kanal, mulai tanggal 25-27 September 1996. 70 Orang Palestina gugur diterjang peluru tentara pendudukan Israel.

Sebabnya, para penduduk Palestina berdemonstrasi menolak penggalian terowongan yang bisa mengancam fondasi Masjidil Aqsha.

Panjang sekali kalau kita harus menceritakan seluruh pembantaian Israel yang pernah ada. Israel melakukan pembantaian dan penyerangan keji tidak lain karena faktor fanatisme buta dan kedengkian. Itulah sebagian perilaku teroris, karakter jahat dan sifat busuk Yahudi yang dipaparkan dalam al-Qur’an dan yang terekam dalam perjalanan sejarah umat manusia, walaupun hanya sedikit, padahal masih sangat banyak lagi.

Mudah-mudahan yang sedikit ini semakin menyadarkan kita terhadap kebejadan Yahudi yang baru saja memuaskan nafsu terorisnya dengan mombombardir saudara-saudara kita di Palestina, tepatnya yang berada di jalur Ghaza, namun dunia yang berada dalam cengkeram Amerika dibuat tak berkutik, malah gampang sekali merilis daftar teroris versi mereka, di antaranya adalah para mujahidin Palestina yang berjuang menentang keterorisan Yahudi! Sungguh aneh bin ajaib! Tapi itulah kenyataannya, oleh karena itu, renungkanlah firman Rabb kalian wahai kaum muslimin!

Rohingya Terusir karena Beragama Islam

Jakarta, CyberNews. Islamic Book Fair (IBF) menggelar acara “Peduli Muslim Rohingya” di Senayan, Jakarta, pada Selasa (3/3). Acara ini digelar dengan mengadakan talk show dan penggalangan dana. Muslim Rohingya memililki nasib sama dengan muslim Palestina. Mereka adalah umat Islam yang teraniaya yang tinggal di Negara Bagian Barat Myanmar.

Menurut Ustad Felix Hau dari Badan Waqaf Al Quran, Muslim Rohingya, adalah muslim Myanmar yang tidak diinginkan dan mengalami penyiksaan, pelecehan seksual dari militer Myanmar. Padahal, kata dia, Muslim Rohingya sudah tinggal di Myanmar selama 100 tahun di Arakan, Negara Bagian Barat Myanmar, yang awalnya mencapai 700 ribu orang. “Komunitas muslim yang minoritas di Myanmar mendapat penyiksaan dan tidak diakui sebagai bagian dari warga negara Myanmar,” ungkap Felix.

Dijelaskan, di Myanmar terdapat 137 suku, dan Muslim Rohingya tidak menjadi bagian dari suku tersebut, karena muslim Rohingya berkulit hitam dan beragama Islam. Sementara umumnya warga Myanmar berkulit putih (Indo China) dan bergama Budha,” papar Felix panjang lebar.

Sejak tahun 1948, kata Felix, Muslim Rohingya mengalami penyiksaan, pemerkosaan dan penganiayaan pada peristiwa operasi Naga. Pada tahun 1991 hingga 1992, Muslim Rohingya terusir dari Myanmar oleh penguasa Junta Militer. “Mereka tidak memiliki KTP, tidak mendapat fasilitas kesehatan, pendidikan, pernikahan, keluarga dan ekonomi,” ungkap Felix.

Aye Tha Aung, tokoh adat dan anggota parlemen Myanmar secara tegas tidak mengakui Rohingya sebagai bagian dari Myanmar. Namun ketika mereka terusir dan mengungsi ke Bangladesh, mereka kembali terusir. Di Bangladesh, muslim Rohingya tinggal di tenda yang sangat kecil, yakni 16 orang menempati tenda seluas 3 meter persegi.

“Umat muslim Rohingya adalah bagian dari umat muslim, bagian dari kita,” tambah Abdullah Fanani dari Hizbut Tahrir Indonesia. Seharusnya, kata Fanani, umat Islam tidak terkotak-kotak oleh ikatan nasionalisme karena umat Islam disatukn oleh ikatan aqidah.

Sejak desember 2008, muslim Ruhingya meninggalkan Myanmar menuju Thailand dengan menggunakan kapal nelayan, satu kapal dinaiki oleh 200 orang. Namun ketika sampai di Thailand, muslim Rohingya kembali mendapatkan tekanan dan penyiksaan.

“Muslim Rohingya meninggalkan Myanmar untuk menyelamatkan diri dan menyelamatkan aqidahnya,” lanjut Fanani. Dengan kondisi yang dialami muslim Rohingya, maka menjadi kewajiban umat Islam di Indonesia untuk turut membantu. “Sejauh ini bantuan yang dapat diberikan adalah bantuan materi, meski sebenarnya bantuan tersebut belum dapat menyelesaikan masalah yang dihadapi Muslim Rohingya,” kata Fanani.

Idealnya, kata Fanani, umat Islam seharusnya berada di bawah naungan aqidah Islam dan berada dalam dalam naungan kalifah Islam. Sehingga ketika umat Islam tersakiti, pemimpin akan melindunginya. Namun, meskipun solusi tepat belum dapat dterapkan, umat Islam berkewajiban untuk membantu dalam bentu materi. Panitia IBF menfasilitasi bantuan umat Islam Indonesia untuk Muslim Rohingya, melalui Stan Badan Waqaf.

sumber: http://www.suaramerdeka.com

Holocaust?

image

Anti-Semit, atau sikap anti-Yahudi tengah  menimpa bangsa Yahudi. Secara serentak, masyarakat dunia menyatakan penolakan terhadap bangsa yang satu ini.

Krisis ekonomi global turut pula mempengaruhi, bahkan Yahudi dituding sebagai penyebab semua kekacauan yang ada sekarang ini.

Dari segala hujatan dan penolakan itu, Yahudi kembali menggunakan lagu lama untuk membela dirinya; Holocaust. Apa itu Holocaust?

Holocaust adalah peristiwa pemusnahan hampir seluruh Yahudi Eropa oleh Nazi Jerman dan kelompoknya selama Perang Dunia II. Orang Yahudi sering menyebut peristiwa ini sebagai Shoah, istilah Ibrani yang berarti malapetaka atau bencana hebat. Holocaust sendiri berasal dari bahasa Yunani, holo yang artinya seluruh, dan caustos yang berarti terbakar.

Secara asal, holocaust artinya adalah persembahan api atau pengorbanan religius dengan pembakaran. Konon, Nazi Jerman dipercaya telah memusnahkan sekitar 5,6 sampai 5,9 juta orang Yahudi, setidaknya angka inilah yang selalu didengung-dengungkan dan dikampanyekan  oleh Yahudi.

Holocaust tidak lepas dari kebencian Jerman kepada Yahudi. Perang Dunia I (PD I) menyisakan Jerman sebagai pecundang, dan Jerman tanpa tedeng aling-aling menyebut Yahudi sebagai pengkhianat yang membuat negara Bavarian itu hancur. Hal itu diperkuat dengan kejadian pada akhir PD I, sekelompok Yahudi mengobarkan revolusi ala Bolshevik Soviet di negara bagian Jerman, Bavaria.

Kontan, Yahudi dianggap sebagai bangsa yang berbahaya. Ketika Nazi naik panggung politik, kebijakan yang menekan Yahudi pun diterapkan. Hak-hak Yahudi dicabut, harta benda mereka disita, rencana untuk mengusir mereka keluar Jerman dirancang, sampai, konon, pemusnahan fisik yang berarti pembantaian.

Musim semi 1941, Nazi mulai membantai Yahudi di Uni Soviet yang dianggap sebagai sumber hidup Bolshevisme.

image Orang Yahudi disuruh menggali lubang kubur mereka sendiri, kemudian ditembak mati. Musim gugur tahun yang sama, Nazi meluaskan pembantaian ke Polandia dan Serbia.

Kamp pembantaian untuk Yahudi mulai dibangun di Auschwitz, Dachau, Bergen-Belsen. Kamp itu dilengkapi kamar gas dan tungku besar. Mereka menggunakan kamar gas untuk membunuh orang Yahudi. Beberapa orang Yahudi dimasukkan ke dalam kamar gas, kemudian gas Zyklon-B, sebuah gas pestisida berbahan dasar asam hidrosianik, dialirkan.

Tapi apa memang seperti itu? Pada 1964, Paul Rassinier, korban holocaust yang selamat, menerbitkan The Drama of European Jews yang mempertanyakan apa yang diyakini dari Holocaust selama ini. Dalam bukunya, ia mengklaim bahwa sebenarnya tak ada kebijakan pemusnahan massal oleh Nazi terhadap Yahudi, tak ada kamar gas, dan jumlah korban tidak sebesar itu.

Arthur Butz menulis The Hoax of the 20th Century: The case against the presumed extermination of European Jewry pada 1976. Ia mengklaim bahwa gas Zyklon-B tidak digunakan untuk membunuh orang tapi untuk proses penghilangan bakteri pada pakaian.

Winston Churchill menulis 6 jilid karya monumentalnya, The Second World War, tanpa menyebut tentang program Nazi untuk membantai orang Yahudi. Eisenhower menulir memoarnya, Crusade in Europe, juga tak menyebut tentang kamar gas.

Mengenai kematian massal di Auschwitz, Robert Faurisson, profesor literatur di University of Lyons 2 mengklaim tipus-lah yang membunuh para tawanan itu, sama sekali bukan kamar gas. Seorang ahli konstruksi dan instalasi alat eksekusi dari AS, Fred Leuchter, pergi ke Auschwitz dan mengadakan penyelidikan serta tes di tempat itu.

Kesimpulannya adalah kamar gas di Auschwitz tidak mungkin digunakan untuk membunuh orang. Setelah orang-orang ini mempertanyakan kebenaran holocaust, gelombang kritisasi dan penyangkalan terhadap apa yang terjadi di holocaust mulai bangkit. Mereka yang meragukan kebenaran holocaust ini menyebut dirinya sebagai revisionis.

Memang betul, Nazi memperlakukan Yahudi demikian buruk, kejam, dan bengis. Nazi pernah memberlakukan pencabutan hak-hak Yahudi, penawanan di ghetto, kerja paksa, penyitaan harta benda dan deportasi dari Jerman.

Namun, sampai saat ini, tak pernah ditemukan satupun dokumen atau masterplan tentang pemusnahan Yahudi di Eropa. Satu lagi, Jerman juga dengan secara tegas menyatakan bahwa jumlah 5,9 atau 6 juta korban merupakan kebohongan.

imageKamar gas memang ditemukan di Auschwitz. Namun, para revisionis mengklaim bahwa kamar gas beserta Zyklon-B tidak mungkin digunakan untuk eksekusi manusia, melainkan untuk pengasapan pakaian agar bakteri-bakteri di pakaian mati. Dari prosedur kesehatan inilah, mitos pembunuhan dengan kamar gas muncul.

Museum Auschwitz, museum tentang holocaust, selama 50 tahun mengklaim bahwa 4 juta manusia dibunuh di sana. Sekarang mereka malah mengklaim mungkin hanya 1 juta korban. Revisi klaim ini pun tidak didukung oleh dokumentasi 1 juta orang tersebut. Hal yang penting lagi adalah jika memang ada pembunuhan massal di Polandia terhadap Yahudi tentu Palang Merah, Paus, pemerintah sekutu, negara netral, pemimpin terkemuka waktu itu akan tahu dan menyebutnya dan mengecamnya.

Yahudi tentu saja mengambil keuntungan dari kebohongan besar mereka ini. Mereka yang merasa menjadi korban kemudian menuntut tanah Palestina, terus meminta ganti rugi kepada Jerman, dan meminta dana pembangunan dari negara lain, dan senantiasa memelihara isu Holocaust. Tak pelak lagi, Israel selalu bersembunyi di balik Holocaust atas semua aksi keji dan biadabnya.

sumber: meisusilo.wordpress.com

Makkah Sebagai Pusat Bumi

Makkah—juga disebut Bakkah—tempat di mana umat Islam melaksanakan haji itu terbukti sebagai tempat yang pertama diciptakan. Telah menjadi kenyataan ilmiah bahwa bola bumi ini pada mulanya tenggelam di dalam air (samudera yang sangat luas).

Kemudian gunung api di dasar samudera ini meletus dengan keras dan mengirimkan lava dan magma dalam jumlah besar yang membentuk ‘bukit’. Dan bukit ini adalah tempat Allah memerintahkan untuk menjadikannya lantai dari Ka’bah (kiblat). Batu basal Makkah dibuktikan oleh suatu studi ilmiah sebagai batu paling purba di bumi.

Jika demikian, ini berarti bahwa Allah terus-menerus memperluas dataran dari tempat ini. Jadi, ini adalah tempat yang paling tua di dunia.

Adakah hadits yang nabawi yang menunjukkan fakta yang mengejutkan ini? Jawaban adalah ya.
Nabi bersabda, ‘Ka’bah itu adalah sesistim tanah di atas air, dari tempat itu bumi ini diperluas.’ Dan ini didukung oleh fakta tersebut.

Menjadi tempat yang pertama diciptakan itu menambah sisi spiritual tempat tersebut. Juga, yang mengatakan nabi yang tempat di dalam dahulu kala dari waktu menyelam di dalam air dan siapa yang mengatakan kepada dia bahwa Ka’bah adalah pemenang pertama yang untuk dibangun atas potongan dari ini tempat seperti yang didukung oleh studi dari basalt mengayun-ayun di Makkah?

Makkah Pusat Bumi

Prof. Hussain Kamel menemukan suatu fakta mengejutkan bahwa Makkah adalah pusat bumi. Pada mulanya ia meneliti suatu cara untuk menentukan arah kiblat di kota-kota besar di dunia.

Untuk tujuan ini, ia menarik garis-garis pada peta, dan sesudah itu ia mengamati dengan seksama posisi ketujuh benua terhadap Makkah dan jarak masing-masing. Ia memulai untuk menggambar garis-garis sejajar hanya untuk memudahkan proyeksi garis bujur dan garis lintang.

Setelah dua tahun dari pekerjaan yang sulit dan berat itu, ia terbantu oleh program-program komputer untuk menentukan jarak-jarak yang benar dan variasi-variasi yang berbeda, serta banyak hal lainnya. Ia kagum dengan apa yang ditemukan, bahwa Makkah merupakan pusat bumi.

Ia menyadari kemungkinan menggambar suatu lingkaran dengan Makkah sebagai titik pusatnya, dan garis luar lingkaran itu adalah benua-benuanya. Dan pada waktu yang sama, ia bergerak bersamaan dengan keliling luar benua-benua tersebut. (Majalah al-Arabiyyah, edisi 237, Agustus 1978).

Gambar-gambar Satelit, yang muncul kemudian pada tahun 90-an, menekankan hasil yang sama ketika studi-studi lebih lanjut mengarah kepada topografi lapisan-lapisan bumi dan geografi waktu daratan itu diciptakan.

Telah menjadi teori yang mapan secara ilmiah bahwa lempengan-lempengan bumi terbentuk selama usia geologi yang panjang, bergerak secara teratur di sekitar lempengan Arab. Lempengan-lempengan ini terus menerus memusat ke arah itu seolah-olah menunjuk ke Makkah.

Studi ilmiah ini dilaksanakan untuk tujuan yang berbeda, bukan dimaksud untuk membuktikan bahwa Makkah adalah pusat dari bumi. Bagaimanapun, studi ini diterbitkan di dalam banyak majalah sain di Barat.

Allah berfirman di dalam al-Qur’an al-Karim sebagai berikut:

‘Demikianlah Kami wahyukan kepadamu Al Qur’an dalam bahasa Arab supaya kamu memberi peringatan kepada Ummul Qura (penduduk Makkah) dan penduduk (negeri-negeri) sekelilingnya..’ (asy-Syura: 7)

Kata ‘Ummul Qura’ berarti induk bagi kota-kota lain, dan kota-kota di sekelilingnya menunjukkan Makkah adalah pusat bagi kota-kota lain, dan yang lain hanyalah berada di sekelilingnya. Lebih dari itu, kata ummu (ibu) mempunyai arti yang penting di dalam kultur Islam.

Sebagaimana seorang ibu adalah sumber dari keturunan, maka Makkah juga merupakan sumber dari semua negeri lain, sebagaimana dijelaskan pada awal kajian ini. Selain itu, kata ‘ibu’ memberi Makkah keunggulan di atas semua kota lain.

Makkah atau Greenwich

Berdasarkan pertimbangan yang seksama bahwa Makkah berada tengah-tengah bumi sebagaimana yang dikuatkan oleh studi-studi dan gambar-gambar geologi yang dihasilkan satelit, maka benar-benar diyakini bahwa Kota Suci Makkah, bukan Greenwich, yang seharusnya dijadikan rujukan waktu dunia. Hal ini akan mengakhiri kontroversi lama yang dimulai empat dekade yang lalu.

Ada banyak argumentasi ilmiah untuk membuktikan bahwa Makkah merupakan wilayah nol bujur sangkar yang melalui kota suci tersebut, dan ia tidak melewati Greenwich di Inggris. GMT dipaksakan pada dunia ketika mayoritas negeri di dunia berada di bawah jajahan Inggris. Jika waktu Makkah yang diterapkan, maka mudah bagi setiap orang untuk mengetahui waktu shalat.

Makkah adalah Pusat dari lapisan-lapisan langit

Ada beberapa ayat dan hadits nabawi yang menyiratkan fakta ini. Allah berfirman, ‘Hai golongan jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan.’ (ar-Rahman:33)

Kata aqthar adalah bentuk jamak dari kata ‘qutr’ yang berarti diameter, dan ia mengacu pada langit dan bumi yang mempunyai banyak diameter.

Dari ayat ini dan dari beberapa hadits dapat dipahami bahwa diameter lapisan-lapisan langit itu di atas diameter bumi (tujuh lempengan bumi). Jika Makkah berada di tengah-tengah bumi, maka itu berarti bahwa Makkah juga berada di tengah-tengah lapisan-lapisan langit.

Selain itu ada hadits yang mengatakan bahwa Masjidil Haram di Makkah, tempat Ka‘bah berada itu ada di tengah-tengah tujuh lapisan langit dan tujuh bumi (maksudnya tujuh lapisan pembentuk bumi)
Nabi bersabda, ‘Wahai orang-orang Makkah, wahai orang-orang Quraisy, sesungguhnya kalian berada di bawah pertengahan langit.’

Thawaf di Sekitar Makkah

Dalam Islam, ketika seseorang thawaf di sekitar Ka’bah, maka ia memulai dari Hajar Aswad, dan gerakannya harus berlawanan dengan arah jarum jam. Hal itu adalah penting mengingat segala sesuatu di alam semesta dari atom hingga galaksi itu bergerak berlawanan dengan arah jarum jam.

Elektron-elektron di dalam atom mengelilingi nukleus secara berlawanan dengan jarum jam. Di dalam tubuh, sitoplasma mengelilingi nukleus suatu sel berlawanan dengan arah jarum jam. Molekul-molekul protein-protein terbentuk dari kiri ke kanan berlawanan dengan arah jarum jam. Darah memulai gerakannya dari kiri ke kanan berlawanan dengan arah jarum jam.

Di dalam kandungan para ibu, telur mengelilingi diri sendiri berlawanan dengan arah jarum jam. Sperma ketika mencapai indung telur mengelilingi diri sendiri berlawanan dengan arah jarum jam. Peredaran darah manusia mulai gerakan berlawanan dengan arah jarum jamnya. Perputaran bumi pada porosnya dan di sekeliling matahari secara berlawanan dengan arah jarum jam.

Perputaran matahari pada porosnya berlawanan dengan arah jarum jam. Matahari dengan semua sistimnya mengelilingi suatu titik tertentu di dalam galaksi berlawanan dengan arah jarum jam. Galaksi juga berputar pada porosnya berlawanan dengan arah jarum jam.

sumber: http://www.eramuslim.com