Tahun II Edisi Maret 2009


PERILAKU TERORIS

DARI KAUM YAHUDI

Sepak terjang dan tingkah polah Yahudi sebagai bangsa yang bejad, pembuat makar, penebar kerusakan, licik dan sebagai teroris sejati (real terrorist), sejatinya banyak orang, kaum dan bangsa yang mengetahuinya. Namun dikarenakan hegemoni mereka yang mencengkeram –khususnya terhadap media massa, cetak maupun elektronik– dan karena kelihaian (baca: kelicikan) mereka dalam mendistorsi sejarah dan mereduksi fakta, maka seringkali perilaku dan sifat busuk Yahudi tersebut tidak lagi nampak atau dikenali.

Sebagai kaum muslimin, mestinya kita tidak terkecoh. Selain karena kita harus “membaca”sejarah dengan benar, juga karena kita memiliki fakta sejarah yang tidak akan pernah bohong dan terbantahkan, yaitu dalil al-Qur’an dan as-Sunnah (hadits-hadits Rasulullah saw).

Berikut beberapa perilaku teroris, karakter jahat dan sifat busuk Yahudi yang dipaparkan dalam al-Qur’an:

  • Menyembunyikan kebenaran dan ilmu.

“Wahai ahli Kitab, mengapa kalian mencampuradukkan yang haqq (kebenaran) dengan yang batil, dan menyembunyikan kebenaran, padahal kalian mengetahuinya?” [QS. Ali ‘Imran: 71]

  • Khianat, ingkar janji dan lihai dalam tipu muslihat.

Dalam banyak ayat digambarkan bahwa Yahudi seringkali berusaha menipu Allah swt, padahal mereka sendirilah yang akan tertipu. Merekapun beberapa kali berusaha menipu rasul yang diutus kepada mereka, Musa as dan Isa as. Demikian juga pengkhianatan mereka kepada Rasulullah saw yang banyak terekam dalam sejarah.

  • Iri hati dan dengki (hasad).

“Sebagian besar ahli kitab mengingin-kan agar mereka dapat mengemba-likan kalian kepada kekafiran setelah kalian beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, se-telah nyata bagi mereka kebenaran…” [QS. al-Baqarah: 109]

“Ataukah mereka dengki kepada manusia (Muhammad) lantaran karunia yang Allah telah berikan kepadanya? Sesungguhnya Kami telah memberikan kitab dan hikmah kepada keluarga Ibrahim, dan Kami telah memberikan kepadanya kerajaan yang besar.” [QS. an-Nisa’: 54]

  • Merusak serta gemar mengobarkan api fitnah dan peperangan.

“…Setiap mereka menyalakan api peperangan, Allah memadamkannya dan mereka berbuat kerusakan di muka bumi dan Allah tidak menyukai orang-orang yang membuat kerusakan.” (QS. al-Ma’idah: 64)

  • Gemar merubah dan menyelewengkan firman Allah swt dan syari’at-Nya, serta berdusta atas nama Allah swt untuk memuaskan hawa nafsu dan tujuan mereka.

“…mereka suka merubah perkataan (Allah) dari tempat-tempatnya, dan mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diperingatkan dengannya…” [QS. al-Ma’idah: 13]

“Yaitu orang-orang Yahudi, mereka mengubah perkataan dari tempat-tempatnya…” [QS. an-Nisa’: 46]

“Sesungguhnya di antara mereka ada segolongan yang memutar-mutar lidahnya membaca al-Kitab, supaya kalian menyangka yang dibacanya itu sebagian dari al-Kitab, Padahal ia bukan dari al-Kitab dan mereka mengatakan: “Ia (yang dibaca itu datang) dari sisi Allah”, padahal ia bukan dari sisi Allah. Mereka berkata dusta terhadap Allah, sedang mereka mengetahuinya.” [QS. Ali ‘Imran: 78]

Apabila hukum syariat tidak sesuai dengan selera dan hawa nafsu, maka mereka akan mencari-cari alasan untuk melanggarnya. Rasulullah saw bersabda:

(( قَاتَلَ اللهُ الْيَهُوْدَ، حَرَّمَ اللهُ عَلَيْهِمُ الشُّحُوْمَ، فَبَاعُوْهَا وَأَكَلُوْا مِنْ أَثْمَانِهَا ))

“Semoga Allah membinasakan orang-orang Yahudi, allah telah mengharam-kan lemak atas mereka, namun mereka tetap menjual lemak dan memakan hasil dari penjualannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

  • Jorok, kotor, tidak sopan dan kurang ajar dalam berbicara.

Hal ini timbul dari sikap mereka yang gemar merendahkan golongan dan umat lain selain mereka, bahkan nabi mereka sendiripun tetap mereka hinda dan mereka rendahkan.

  • Suka merendahkan orang lain.

Karena mereka menganggap bahwa mereka adalah bangsa pilihan Allah swt. Merekapun memberikan julukan kepada golongan lain, termasuk kaum muslimin, sebagai ummiyyun, orang-orang buta huruf yang harus mereka rampas harta dan kehormatannya, karena bangsa lain selain mereka adalah bagaikan seonggok binatang yang harus melayani mereka!

“…mereka mengatakan: “Tidak ada dosa bagi Kami terhadap orang-orang ummi. Mereka berkata dusta terhadap Allah, Padahal mereka mengetahui.” [QS. Ali ‘Imran: 75]

  • Berhati keras bak batu, bahkan jauh lebih keras lagi.

“(Tetapi) karena mereka melanggar janji mereka, Kami kutuki mereka, dan Kami jadikan hati mereka keras membatu…” [QS. al-Ma’idah: 13]

“Kemudian setelah itu hati kalian menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi…” [QS. al-Baqarah: 74]

  • Serakah, tamak dan rakus terhadap dunia (ambisius).

“Dan sungguh kamu akan mendapati mereka, manusia yang paling loba kepada kehidupan (di dunia)…” [QS. al-Baqarah: 96]

  • Membenci kaum muslimin dan selalu mencari celah dan kesempatan untuk membuat makar terhadap mereka.

“Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman adalah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik…” [QS. al-Ma’idah: 82]

Adapun dalam fakta sejarah kontemporer, maka perilaku teroris, karakter jahat dan sifat busuk Yahudi dapat dilihat dari “prestasi kebiadaban mereka terhadap kaum muslimin di Palestina, ya baru Palestina saja, yaitu:

  • Pembunuhan masal di kampung Syikh yang dilakukan oleh kelompok ekstrim Hajanah di sore hari tanggal 31 Desember 1948. Korbannya mencapai 60 orang penduduk kampung (sipil), dengan sebagian besar mayat masih berada dalam rumah-rumah mereka. Kampung tersebut kemudian menjadi milik Israel dan diubah namanya menjadi Tel Ghanan.
  • Pembunuhan masal kampung Sa’sa’ yang dilakukan oleh kelompok zionis. Mereka meruntuhkan 20 rumah beserta penghuni di dalamnya.
  • Tragedi di kampung Abu Kabir yang dilakukan kelompok fanatik Hajan pada 31 Maret 1948. Semua orang yang berusaha membela diri dibantai.
  • Pembunuhan di kampung Dir Yasin yang dilakukan oleh kelompok fanatik Aregon dan Hajana pada 9 April 1948. Menelan korban 250 orang Arab, dan melukai 250 orang lainnya, yang sebagian besar anak-anak, perempuan dan orang tua.

Penduduk kampung yang masih hidup diseret dengan kendaraan dan dibawa kepada orang-orang Yahudi yang tinggal di Quds, untuk kemudian dilempari dengan batu. Salah satu pentolan yang melakukan pembunuhan masal tersebut adalah Menahem Begin, yang kelak menjadi perdana Menteri Israel pada bulan Juni 1977. Tujuan utama pembunuhan massal tersebut adalah untuk meneror rakyat Palestina dan menimbulkan rasa takut, hingga mereka meninggalkan rumah-rumah dan tanah-tanah mereka. Tujuan tersebut kemudian tercapai berkat dukungan penuh dari gerakan Zionis Internasional.

  • Pembantaian di kampung Abu Syausyah pada 14 Mei 1948 dilakukan oleh sejumlah milisi dari angkatan bersenjata. 50 orang sipil syahid (insya Allah) ditembak peluru dan dipukul kepalanya dengan senjata.
  • Pembantaian Lad pada 11-7-1948 yang dilakukan oleh kesatuan Komando Israel dibawah pimpinan Moses Dayan. Ketika sebagian penduduk sipil berusaha berlindung di dalam masjid, orang-orang Yahudi itu mengikutinya dan membunuh 176 dari mereka, hingga jumlah keseluruhan yang syahid (insya Allah) 466 orang. Penduduk Lad yang masih hidup dikumpulkan di taman kota dan dipaksa untuk meninggalkan kota dengan jalan kaki yang menyebabkan banyak dari mereka mati karena lapar, haus dan ketakutan.
  • Pembantaian di kampung Albion pada 29 Oktober 1948. Kampung tersebut diserang oleh bala tentara Israel. Mereka mengumpulkan para penduduk sipil di taman kota, kemudian menembaki mereka dari segala penjuru.
  • Pembantaian Syarafat pada 7 Februari 1951, yang dilakukan oleh sempalan tentara Israel. Mereka menyebarkan ranjau di dalam kampung tersebut, yang menyebabkan banyak penduduk tewas, khususnya perempuan dan anak-anak.
  • Pembantaian di kampung Qalqaliya, 10 Oktober 1948.

Pasukan penjaga negara Israel bersama sejumlah besar penduduk sipil Israel menyerbu dengan menggunakan pesawat tempur dan tank. 70 orang gugur dalam peristiwa tersebut.

  • Pembantaian di kampung Nila yang diserang pada 9 Pebruari 1951. Diceritakan, seorang Yahudi menyelinap ke dalam rumah orang Palestina dan membunuh satu orang lelaki dan dua anak kecil. Ia kemudian kembali lagi pada serangan kedua, membunuh serta melukai sejumlah besar penduduknya.
  • Pembantaian di kampung Qubbiyah. Dilakukan oleh tentara Israel selama 16 jam, mulai dari malam tanggal 14 Oktober 1953. Korban dari penduduk sipil sebanyak 67 orang. Masjid, tempat penyimpanan air dan 50 rumah penduduk dihancurkan.
  • Pembantaian Kafr Qasim, adalah pembantaian paling gila yang dilakukan oleh Yahudi. Pemerintah Israel telah memberlakukan jam malam bagi para penduduk, yang dimulai dari jam enam petang. Pada tanggal 28 Oktober 1956, Yahudi mengeluarkan peraturan baru kepada seluruh jajaran pejabat wilayah, bahwa jam malam diberlakukan mulai jam 5 petang, bukan jam 6 petang. Peraturan baru tersebut dikeluarkan pada jam 5 kurang seperempat dan belum sempat disosialisasikan. Seperti biasa, para petani pulang ke rumah setelah jam 5 petang, sebelum jam 6. Namun mereka kemudian dianggap melanggar perintah militer (yang belum mereka ketahui), yakni pulang lewat dari jam 5 petang. Di depan pintu-pintu masuk kampung telah ada para petugas dan puluhan tentara Israel. Mereka menembaki para petani yang tidak bersalah tersebut. Sekitar 57 orang menemui ajalnya dan 27 lainnya menderita luka-luka. Di antara para korban terdapat seorang anak kecil dan 17 wanita.
  • Pembantaian di kamp pengungsi Palestina di kamp utama yang ada di kota Khon Younis pada tanggal 3 November 1956. Dalam peristiwa ini telah menelan korban lebih dari 250 orang pengungsi Palestina.

Pembantaian kemudian terulang kembali pada tanggal 12 November 1956, dengan korban mencapai 275 pengungsi Palestina. Pada hari yang sama, tentara Israel yang melakukan pembantaian tersebut bergerak menuju kamp di Rafah, dan membunuh lebih dari seratus orang pengungsi Palestina.

  • Pembantaian di Shabra dan Syatila pada 18-19 September 1982. Korban mencapai lebih dari 3.500 jiwa dari penduduk sipil Palestina, sebagian besar perempuan, anak-anak dan orang tua. Pembantaian itu telah direncanakan, di bawah komando sang teroris yang kelak menjadi Perdana Menteri Israel, Ariel Sharon.
  • Pembantaian di Masjidil Aqsha pada tanggal 8 Oktober 1990.

Sebabnya, penduduk Palestina yang akan shalat berusaha melawan kelompok Yahudi ekstrim yang disebut dengan Kelompok Penjaga Kuil, ketika mereka akan meletakkan batu fondasi bagi pembangunan Kuil Ketiga di beranda Masjidil Aqsha. Tentara Israel kemudian datang dan menembaki orang-orang Palestina. Jumlah korban mencapai 21 jiwa penduduk sipil, 150 luka-luka dan sekitar 300 orang diamankan petugas.

  • Pembantaian di Masjid Ibrahim, tepatnya di pagi tanggal 25 Februari 1990, yang dilakukan oleh seorang teroris Zionis, Barouch Goldstein, dan sekelompok penduduk pemukiman Karbat. Ia menembaki orang-orang yang sedang shalat ketika sujud. Sekitar 50 orang menemui ajalnya di Masjid tersebut.
  • Pembantaian Qana pada 18 April 1996 yang dilakukan oleh angkatan darat dan angkata udara Israel. 160 penduduk sipil Libanon, sebagian besar perempuan, anak-anak dan orang tua menemui ajalnya. Pembantaian tersebut kemudian dilanjutkan oleh kekuatan militer Amerika Serikat di Lebanon Selatan, tempat para pengungsi Lebanon meminta perlindungan.
  • Pembantaian Kanal, mulai tanggal 25-27 September 1996. 70 Orang Palestina gugur diterjang peluru tentara pendudukan Israel.

Sebabnya, para penduduk Palestina berdemonstrasi menolak penggalian terowongan yang bisa mengancam fondasi Masjidil Aqsha.

Panjang sekali kalau kita harus menceritakan seluruh pembantaian Israel yang pernah ada. Israel melakukan pembantaian dan penyerangan keji tidak lain karena faktor fanatisme buta dan kedengkian. Itulah sebagian perilaku teroris, karakter jahat dan sifat busuk Yahudi yang dipaparkan dalam al-Qur’an dan yang terekam dalam perjalanan sejarah umat manusia, walaupun hanya sedikit, padahal masih sangat banyak lagi.

Mudah-mudahan yang sedikit ini semakin menyadarkan kita terhadap kebejadan Yahudi yang baru saja memuaskan nafsu terorisnya dengan mombombardir saudara-saudara kita di Palestina, tepatnya yang berada di jalur Ghaza, namun dunia yang berada dalam cengkeram Amerika dibuat tak berkutik, malah gampang sekali merilis daftar teroris versi mereka, di antaranya adalah para mujahidin Palestina yang berjuang menentang keterorisan Yahudi! Sungguh aneh bin ajaib! Tapi itulah kenyataannya, oleh karena itu, renungkanlah firman Rabb kalian wahai kaum muslimin!

%d blogger menyukai ini: