Ancam Gaya Hidup, Australia Boikot Sekolah Islam


Gabungan beberapa Gereja Australia mengajak warga sekitar untuk menolak dibangunnya sebuah sekolah Islam karena dianggap sebagai “gerbang” masuknya doktrin Islam. (SuaraMedia News)Gabungan beberapa Gereja Australia mengajak warga sekitar untuk menolak dibangunnya sebuah sekolah Islam karena dianggap sebagai “gerbang” masuknya doktrin Islam. (SuaraMedia News)

CAMDEN, AUSTRALIA (SuaraMedia) – Empat gereja bergabung dalam sebuah kritikan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap agama Islam dalam sebuah upaya untuk menghentikan sebuah sekolah Islam yang sedang dibangun.

Menyebut agama tersebut sebuah ideologi yang dijalankan oleh dominasi dunia, sebuah pendapat kepada Pengadilan Pertanahan dan Lingkungan kemarin mengatakan sebuah sekolah yang diusulkan di Camden merupakan tempat berpijak dalam pengambilalihan Islam di barat daya Sydney, mengancam gaya hidup warga Australia.

Kritikan tersebut ditandatangani bersama oleh kepala lokal dari Gereja Baptist, Anglican, Presbyterian, dan Gereja Mary Evangelical Sisters, membentuk pelopor dari pertahanan Dewan Kota Camden pada sebuah tantangan persidangan atas penolakannya dari permohonan pengembangan sekolah Muslim.

“Islam bukanlah hanya sebuah agama pribadi. Agama ini dijalankan oleh agenda politik yang kuat, agama ini merupakan sebuah ideologi dengan sebuah rencana untuk dominasi dunia,” surat tersebut mengatakan.

“Permohonan Masyarakat Qurani untuk membangun sebuah sekolah Islam di Camden merupakan ciri khas dari pola yang biasanya terulang untuk membentuk sebuah tempat berpijak dari sebuah daerah untuk pengembangan dari sub-kultur yang, sebagian besar, menganggap sistem legalnya sebagai lebih unggul dari hukum Australia yang berlaku.”

Mereka mengatakan bahwa komunitas Muslim mencoba untuk mendominasi ruang publik di Camden “seperti yang telah kita lihat di Auburn, Bankstown, Lakemba, dan baru-baru ini adalah Liverpool”.

Pendapat provokatif tersebut ditulis oleh Pastur Baptis Camden Brian Stewart, Rektor St John’s Anglican Tony Galea, mentri Prebysterian Warren Hicks dan Suster pemimpin dari Gereja Suster Mary, Suster Simone dan Suster Gideona.

Penggunaan surat tersebut merupakan sebuah perubahan haluan dari klaim-klaim sebelumnya yang merupakan dasar dari keputusan dewan.

Hari pertama dalam tantangan pengadilan masyarakat dimulai dengan sebuah kunjungan ke tempat yang diusulkan di jalan Cawdor, Camden. Chris Gough, yang mengepalai tim legal Masyarakat Qurani, mengatakan bahwa tidak terdapat perancangan dasar mengapa sekolah tersebut, untuk 900 siswa, tidak disetujui.

“Konstitusi Australia membicarakan tentang kebebasan beragama,” Tuan Gough mengatakan.

Dalam keberatannya, kementerian Australia mengatakan bahwa mererka bisa dilihat sebagai rasis atau hipokrit tetapi mereka berusaha untuk memelihara sebuah kekayaan, gaya hidup yang sulit dimenangkan meski tidak bertentangan dengan ajaran Masyarakat Qurani.

“Masyarakat Qurani mendukung sebuah pandangan dunia yang tidak bertentangan dengan budaya persamaan Australia yang lebih luas,” mereka mengatakan.

“Sebuah ajaran pokok dari agama Islam bahwa Muslim tidak diperbolehkan untuk mentaati hukum apa pun yang tidak datang dari Allah.” (ppt/nw) Dikutip oleh SuaraMedia.com

%d blogger menyukai ini: