Syiah Melaknat Para Sahabat dalam Sholat mereka

Syiah Melaknat Para Sahabat dalam Sholat mereka

Vodpod videos no longer available.

Iklan

Begini nich Ramadhannya Anak Muda!

Bulan puasa memang seharusnya menjadi bulan yang asyik. Asyik untuk beribadah dan melakukan pedekate sama Allah. Tetapi ternyata, bagi sebagian besar pemuda dan remaja kita, asyiknya Ramadhan hanya berakhir dengan hura-hura semata. Duh kasihan kan? Pahala yang sedemikian luas hanya terbuang percuma.
Kalau dilihat nih, ternyata ada beberapa fenomena yang cukup membuat kita mengelus dada dan selalu bertanya, kenapa kayak gitu sih? Ini kan puasa?

Masalah Pakaian
Hum, ini kayaknya masalah yang cukup bikin pusing. Anak anak ABG meski bulan puasa tetep saja pakaiannya tidak ikutan puasa. Segala yang seksi, yang mini, yang memamerkan aurat ternyata masih saja ada. Mereka pede-pede saja memakainya seolah tanpa merasa dosa. Mereka tidak sadar, atau pura-pura tidak sadar, kalau pakaian mereka itu bisa bikin puasa kita berkurang pahalanya. Kok bisa kurang? Ya iya lah kalau kelamaan memandang mereka kan bisa berdosa karena tidak menundukkan pandangan. Akan lebih selamat, kalau mereka menghormati muslimin yang berpuasa dengan berpakaian sopan. Selain itu sehat bagi mata, juga sehat bagi harga dirinya sebagai makhluk hawa. Wah jadi ingat yang mau pakai bikini cuma pengen dapet gelar ratu sejagad ya, hum, di bulan ramadan lagi. Ampun, ampun deh…

Masalah Ngabuburit
Puasa itu laper nggak sih? Ya laper lah. Nah, karena laper inilah banyak remaja kita yang ingin menghibur diri dengan aneka macem kegiatan. Mereka melakukan banyak hal agar, rasa lapernya itu bisa terhibur sehingga tidak akan merasa laper lagi. Masalahnya adalah, pilihan kegiatannya itu sering kali tidak menambah keberkahan puasanya. Mereka pergi ke mall, melihat pemandangan indah. Gadis yang berlalu lalang. Atau sekedar belanja mata, alias hanya membelanjakan matanya melihat barang-barang mewah. Emang mau beli? Ya enggak sampai beli sih, karena mampunya cuma melihat saja. Hehehe..

Ada pula yang lebih memilih menghabiskan waktu di depan tv. Melihat tayangan yang monoton, kalau enggak lawak, filem kartun. Kalau bukan itu, pasti acara musik yang lama-lama bikin bosen.
Ada pula yang malah pergi ke warnet, pacaran, atau melakukan tindakan negatif lainnya. Kenapa ga baca Quran saja sih? Kan waktunya bisa sangat berpahala. Karena membaca satu huruf mendapatkan sepuluh kebaikan. Puasanya nggak batal, pahalanya malah semakin bertambah banyak. Enak tho?

Mercon, Dor!
Masalah satu ini juga sudah cukup membuat pusing. Aparat keamanan sudah merazia di banyak tempat, tapi tetep saja ada orang bermain mercon. Anehnya lagi, mereka membeli, menyalakannya, tapi merekalah orang yang pertama kali menutup telinganya. Aneh! Lalu buat apa mereka membunyikan suara Dor yang kenceng itu. Tidak lain dan tidak bukan karena mereka ingin mengganggu orang lain. Parah kan? Puasa malah ingin mengganggu orang dan bukan malah ingin memberi manfaat bagi orang lain. Memangnya mereka mau jadi teroris ya yang suka main bom. Harusnya mereka agak lebih dewasa dikit, bahwa orang lain itu juga butuh ketenangan. Jadi kalau mau mainan mercon mending di tengah lautan yang luas. Dibeli sendiri, dinyalai sendiri, dan dengerin sendiri. Jadi inget Thukul tuh, puas, puas, puas…

Asmara Subuh
Apa yang terjadi di subuh hari? Di saat jamaah pada khusuk mendengar kuliah subuh, pasangan muda-mudi justru asyik memadu cinta di pinggir sawah, kali dan jalanan raya. Mereka merayakan cintanya di bulan suci. Di bulan di mana para setan dibelenggu, namun malah berdua di tempat-tempat sepi menunggu pagi. Amboi, fenomena apa ini? Bukankah mereka seharusnya puasa, tidak hanya menahan lapar dan dahaga tapi juga menahan hasrat di dalam dada? Lalu buat apa mereka puasa kalau tangannya kemana-mana. Buat apa puasa kalau ternyata bermaksiat karena cinta? Lucu kan? Dibela-belain laper sama haus seharian, eh tenyata cuma buat maksiat kayak gitu. Sayang banget kan?

Yah itu semua sayangnya sudah menjadi tren dan budaya. Masyarakat juga sudah terlanjur menerimanya dan menganggapnya sebagai kewajaran saja.

Saatnya Mendekati Mereka

Inilah saatnya kita balik ke salafushalih. Kembali mengenal agama yang hanif, puasa yang barakah, dan Ramadan yang penuh keikhlasan. Kita kudu kreatif mengemas kegiatan di bulan Ramadhan yang islami, syar’i dan nggak bakalan bikin keki. Agar puasa kita penuh dengan amal-amal kesealihan dan bukan amal-amal yang penuh kesia-siaan.

Makanya kudu pinter meras otak mengemas acara Ramadan yang bagus-bagus di masjid. Jangan Cuma takjilan saja yang dipikiri, tetapi juga muatan dan pengemasan ceramah yang asyik buat anak muda. Karena bisa jadi persoalannya bukan pada kontennya, tetapi pada pengemasannya yang kurang menawan. Remaja perlu dikenalkan dengan mengisi waktu di bulan puasa dengan cara-cara cerdas. Menikmati setiap kedekatan hati dengan Sang Pemilik Hati. Mencari bekal ukhrawi dengan lantunan ayat suci, bersedekah dan shalat dengan sepenuh hati.

Remaja kayak kita ini tidak boleh ditinggalkan sendiri. Kita harus ditemani untuk melampaui bulan suci ini. Kita harus dikenalkan target-target amalan sebagaimana yang telah dilakukan oleh para sahabat Nabi. Jangan cuma bengong di rumah tanpa aktivitas, karena bulan suci ini sangatlah berarti. Makanya bro, jangan nunggu lama-lama untuk berubah dan memoles diri. Saatnya mengisi bulan suci dengan aksi nyata untuk agama kita. Bukan cuman senang-senang dan having fun ajah!

Oleh Burhan Sodiq (v-i)

Ahmadinejad: “Thalhah dan Zubair r.a. Murtad Sepeninggal Muhammad”

Di tengah eforia kemenangannya dalam pemilu Iran yang baru saja digelar, Ahmadinejad sebelumnya mengeluarkan pernyataan yang terang-terangan menghina dua orang sahabat Rasulullah Muhammad saw.

Kecaman dan hinaan Ahmadinejad itu—lebih gila lagi—disampaikan dalam sebuah acara televisi secara langsung di Shabaka 3, saluran televisi Iran, hanya beberapa hari sebelum pelaksanaan pemilu Iran.

Seperti yang diketahui, Iran yang berbasis Syiah ini—salah satu aliran Islam yang dianggap menyimpang—sudah sejak lama mempersempit ruang gerak para jamaah ahli Sunnah (kaum Sunni). Di bawah kepemimpinan Ahmadinejad, bahkan para jamaah Sunni mengalami penderitaan yang belum pernah dialami sejak Revolusi Rafidi Khomeini.

Dalam acara itu, Ahmadinejad dengan lugas mengatakan bahwa Talhah dan Zubair adalah dua orang pengkhianat. “Talhah dan Zubair adalah dua orang sahabat Rasul, tapi setelah kepergian Rasul, mereka berdua kembali kepada ajaran sebelumnya dan mengikuti Muawiyah!”

Padahal dalam sejarah, Talhah dan Zubair, dua orang sahabat Rasul itu, tak pernah bertempur dengan Muawiyah, karena keduanya meninggal lama sebelum peperangan Jamal di tahun ke-36 kekhalifahan Islam di mana Muawiyah menjadi rajanya.

Pernyataan Ahmadinejad ini sudah jelas kemana arahnya, yaitu membuat sebuah perbandingan atas sahabat Rasul dulu dengan kejadian politik saat ini di Iran—berkaitan dengan rivalnya Mousavi. Sebelumnya, Ahmadinejad sudah sangat sering menghina sekitar 15 juta penganut Sunni di Iran. Bahkan, pendahulu Ahmadinejad, Rafidi menghina dan menganggap remeh alias menyepelekan 90% Muslim seluruh dunia.

Namun demikian, masih banyak juga pihak atau pengagum Rafidi dan pengingkar sahabat Rasul lainnya seperti Ahmadinejad ini. Mereka adalah orang yang tidak menyadari gerakan Syiah atau mereka yang tak mau memahami rejim 12 Imam ini yang merupakan musuh terbuka terhadap para sahabat Rasul. (sa/alqimmah/sunni-news/ayandenews)

Fatwa Nyeleneh, Main Bola Boleh Tidak Puasa

Mesir (voa-Islam) – Dar al-Ifta, lembaga tinggi keagamaan Mesir telah mengeluarkan fatwa nyeleneh bagi para pemain tim sepak bola nasional Mesir. Fatwa itu membebaskan mereka dari berpuasa selama bulan Ramadhan. Namun kebanyakan para pemain malah menolak fatwa tersebut.

Fatwa tersebut keluar menjelang kejuaraan dunia sepak bola di Mesir yang akan berlangsung tanggal 24 September nanti setelah Ramadhan berakhir. Munculnya fatwa juga memicu kemarahan kelompok-kelompok Islam di negara itu.

Dar al-Ifta, lembaga negara yang memiliki kewenangan untuk menjelaskan dan mengeluarkan fatwa-fatwa agama, telah “mengizinkan” para pemain tim nasional Mesir untuk membatalkan puasa mereka, agar tidak mengganggu latihan persiapan menghadapi turnamen sepak bola di bawah umur 20 tahun, kata juru bicara asosiasi sepak bola Mesir, Alaa Abdel Aziz kepada AFP.

“Namun para pemain menolak fatwa tersebut. Mereka tetap meminta untuk tetap menjalankan ibadah puasa,” katanya menambahkan.

Penjelasan Dar al-Ifta dalam mengeluarkan fatwa tersebut, “seorang pemain yang terikat pada klub dengan kontrak, wajib untuk melaksanakan tugasnya sebagai pemain dan jika bermain sepak bola ini adalah sumber pendapatannya dan dirinya harus ikut serta dalam pertandingan selama bulan Ramadhan dan dengan berpuasa mempengaruhi kinerja selama ia bertanding, maka ia diperbolehkan untuk membatalkan puasa,” kata juru bicara Dar al-Ifta Ibrahim Nigm kepada AFP.

Pendapat otoritas lembaga fatwa negara ini menyatakan bahwa “bagi mereka yang melakukan pekerjaan yang banyak mengeluarkan tenaga dan dapat menyebabkan tubuhnya menjadi lemah karena berpuasa, maka dapat membatalkan puasanya,” kata Nigm.

Namun fatwa ini menyebabkan Front Ulama Al-Azhar, mengeluarkan pernyataan di situs mereka yang menentang dan mencela fatwa yang membolehkan tidak berpuasa tersebut.

“Bermain bola tetaplah bermain bola, dan bukan merupakan bagian penting dari kehidupan yang dapat membenarkan seseorang tidak berpuasa dan membatalkan puasa selama bulan Ramadhan.”

Frederick Kanoute Tetap Berpuasa

Bagi striker Sevila, Frederick Kanoute, bulan Ramadhan bukanlah halangan baginya untuk tetap menjalakan puasa sekaligus membela klubnya di pentas La Liga. Baginya, masih memungkinkan untuk setiap pemain bola tetap berada di puncak kondisi fisiknya selama Ramadahan ini. Lebih Lengkapnya Klik: di sini (v-i)

Tips Melatih Anak Berpuasa

Bulan Ramadhan adalah bulan yang terlalu istimewa untuk dilewatkan begitu saja tanpa perencanaan dan persiapan yang memadai, biak oleh kita yang telah dewasa terlebih bagi anak kita terkait dengan pentingnya menanamkan kebiasaan baik sejak dini. Untuk mendapatkan hasil yang optimal, maka orang tua dapat secara pro aktif merencanakan persiapan bagi putra putrinya menyambut dan mengisi Ramadhan.

PUASA ALA BALITA dan ANAK.

Balita ahli meniru. Mereka belum memahami  arti puasa. Tapi mereka memiliki kepekaan terhadap perbedaan suasana khusus bulan Ramadhan ini. karenanya sebagai orang tua kita diharapkan dapat :

1. Menanamkan image menarik/kesan positif tentang puasa ke dalam benak balita anda disesuaikan dengan cara-cara yang sesuai dengan pola pemahaman mereka. Ciptakan kreativitas dalam memasukkan kesan positif dan menyenangkan tentang puasa, dalam merancang beragam kegiatan dan pengalaman menyenangkan berkaitan dengan suasana ramadhan. sehingga menjadi kenangan yang sangat berkesan dalam memory anak, sehingga memberikan dorongan motivasi yg kuat untuk semakin menunggu kedatangannya di tahun2 berikutnya.

Beberapa faktor yg dapat menimbulkan kesan positif diantaranya :

• kreatif, unik, aneh dalam kegiatan/materi. Ramadhan 30 hari lamanya, terlalu panjang dan sia2 jika hanya dihabiskan untuk menonton TV.

• Menyenangkan.

• Melibatkan Emosi .

2. Sebaiknya tidak memaksanya sahur di waktu yg biasa. Jika kebetulan terbangun ajaklah ikut sahur bersama, segelas susu hangat cukup membuatnya diikutsertakan dalam sahur

3. Namun jika tak bisa /tdk mau bangun di waktu sahur, jangan memaksanya. Lakukan latihan secara bertahap, disesuaikan dengan kemampuan anak. Mulailah  dg sahur di pagi hari sebelum berangkat sekolah lalu mulai berpuasa menahan lapar dan haus hanya selama di sekolah.
Tahapan latihan berpuasa :
•  semampu anak
•  6 jam   :  Subuh – jam 10.00
•  8 jam   : Subuh – zuhur
•  10 jam : Subuh – jam 14.00
•  Penuh  : Subuh – maghrib

4. Hargai semangatnya untuk berlatih berpuasa, seperti apapun bentuk puasanya.

5. Berikan penghargaan atas usahanya bisa berupa pujian/perhatian/kasih sayang ataupun berupa benda yang yang mereka sukai atau butuhkan. Penghargaan hendaknya juga meningkat kualitasnya sebanding dengan prestasinya/ meningkatnya kemampuan anak untuk berpuasa. Pada usia balita mereka baru bisa memandang segala sesuatu dg cara kongkrit, maka akan lebih baik jika anda memberi penghargaan ‘puasa ini dengan kongkrit pula.
misalnya :

•  membuatkan hidangan favoritnya  yang istimewa di saat berbuka.
•  memberi ‘bintang’ prestasi sebagai penghargaan atas prestasinya puasa atau mengaji iqro setiap hari. Bintang prestasi tsb nantinya dapat ditempel di dinding. jika mencapai jumlah tertentu anda bisa janjikan membelikannya sepatu/tas baru atau barang-barang yang dibituhkan atau diinginkannya.

Poin-poin penilaian untuk mendapatkan bintang Prestasi dimusyawarahkan bersama anak, kemudian ditulis di lembar penilaian yg dapat digantung di dinding.

Contoh poin2 penilaian :
Makan sahur
Puasa 6 jam Subuh – jam 10.00
Puasa 8 jam Subuh – zuhur
Puasa 10 jam Subuh – jam 14.00
Puasa Penuh : Subuh – maghrib
Shalat zuhur
Shalat asar
Shalat maghrib
Shalat isya
Mengaji Al Qur’an
Shalat tarawih
Infaq
Pelajari hadits
Menahan marah

Konsep dasar pemberian penghargaan :

a.  Usaha sebagai standar nilai, bukan hasil. Penghargaan diberikan sesuai berat ringannya usaha yang telah dilakukan.

b.  Penghargaan diberikan secara bertahap.

c.  Hadiah / imbalan tidak harus berupa materi ; bisa dg cara meminjamkan buku cerita kesukaannya, membacakan cerita, , membuatkan mainan, jalan2 bersama, bermain, memberikan kebersamaan, perhatian dan kasih sayang yang lebih banyak.

d.  Jika hendak memberi hadiah uang, sebaiknya ajari pula cara mengelolanya. jika tidak, bukan tak mungkin membuat anak kecanduan. pastikan mereka sudah mampu membelanjakannya dengan bijaksana.

e.  Jangan mengingkari janji,  maka buatlah janji yg realistis. Hadiah sederhana diberikan dalam waktu dekat. Hadiah istimewa/mahal dijanjikan untuk jangka panjang.

6.  Jangan terburu-buru memvonis anak gagal dalam puasanya. pelajari dan koreksi dimana letak hambatan yang dialami anak. Apakah karena orangtua terlalu memaksakan kehendak, ataukah minimnya dukungan sekolah dan lingkungan, atau faktor lainnya

Kemampuan anak untuk mulai berlatih puasa berbeda-beda. tergantung pada seberapa besar faktor positif dan negatif di lingkungan memberikan pengaruh. Faktor lingkungan meliputi : keluarga, sekolah dan teman sepermainan. Lapar atau tidaknya seorang anak tergantung dari bagaimana motivasi yang timbul dari dalam dirinya, dan bagaimana lingkungan memunculkan motivasi ini. Situasi rumah, sekolah dan lingkungan yang mendukung memberi pengaruh terbesar kepada  motivasi anak untuk berpuasa. Kita dapat memilihkan lingkungan terbaik  bagi mereka,  lingkungan yang mendukung baik di rumah maupun di sekolah.

DI RUMAH

•  Tak ada makanan dan minuman yang  terhidang di meja makan.
•  Carikan bergam alternatif kegiatan yang positif, menyenangkan dan membuat   mereka lupa pada rasa haus dan laparnya.
•  anggota keluarga secara bergantian menemani mereka dalam melakukan kegiatan2 tsb.
•  Berikan penghargaan sesuai usahanya.

DI SEKOLAH

•  Sekolah merancang kegiatan khusus bagi anak selama bulan Ramadhan.
•  Guru memberi motivasi
•  Disediakan hadiah bagi yang berprestasi melaksanakan amalan dalam bulan   Ramadhan.
•  Pesantren Ramadhan.
•  Kantin ditutup

PENGARUH TEMAN

Pengaruh teman bisa saja mengalahkan pengaruh orang tua.
Karena itu berpuasa hendaknya jangan dipaksa, karena bisa jadi paksaan hanya akan mendorong anak belajar berbohong. Mengikuti orang tuanya di rumah, tetapi mengikuti perilaku teman-temannya di luar rumah.

Satu cara terbaik bagi orang tua untuk memberikan dukungan penuh bagi putra-putrinya agar mau berlatih puasa yaitu dengan menciptakan suasana mendukung di rumah, memilihkan sekolah terbaik dan mencarikan tetangga serta teman-teman yang baik pula bagi pergaulan anak. (Prima Yuniarti/voa-islam.com)

“Obama”, Kurma Paling Mahal di Mesir

Kurma “Super Obama” menjadi kurma paling mahal di Mesir. Tahun lalu, kurma yang kurang laku mereknya “George Walker Bush”

Hidayatullah.com–Bagi umat Islam sedunia, bulan suci Ramadhan adalah bulan yang ditunggu-tunggu dan sangat istimewa. Khususnya di Mesir, tiap tahun para penjual kurma punya cara unik. Di antaranya memberi merek buah khas di zaman Nabi itu dengan nama-nama tokoh terkenal.

Selama Ramadhan, pedagang kurma Mesir secara kreatif memberi nama kurma-kurma terbaik dan terjelek untuk mencuri perhatian pembeli. Tahun ini, kurma termahal mereknya “Obama”.

Pemberian nama Obama karena kesuksesan Presiden Amerika Serikat itu menarik hari warga Mesir dalam pidatonya yang berniat membangun kembali hubungan baik dengan dunia Islam.

“Kami mencintai Obama. Karena itu, kami mengambil namanya untuk kurma terbaik kami,” ujar Atif Hasim di tokonya di pusat keramaian Kairo, Mesir.

Karung-karung kurma bertuliskan “Obama” memenuhi toko Hasim. Harga 1 kilogram kurma Obama mencapai US$ 5 (sekitar Rp 49 ribu). Kurma terbaik di antara yang terbaik, dengan nama “Super Obama”.

Untuk kurma terburuk, Hashim memberi nama Lieberman, merujuk pada Menteri Luar Negeri Israel Avidgor Lieberman. Lieberman dikecam warga Mesir karena pernah mengatakan, Presiden Mesir Hosni Mubarak ‘sebaiknya ke neraka’.

Beberapa kurma buruk lainnya diberi nama Tzipi Livni, pendahulu Lieberman sebagai Menteri Luar Negeri Israel. Untuk kurma-kurma buruk tersebut, pembeli bisa membeli hanya US$ 36 sen per kilogram.

Pada 2006, mayoritas penjual kurma di Mesir memberi nama kurma terbaik mereka Hassan Nasrallah, merujuk pada pemimpin pejuang Hizbullah dari Libanon. Nasralla populer setelah perjuangan gigihnya melawan serangan agresor Israel pada musim panas 2006.

Penjualan kurma di Mesir biasanya meningkat saat Ramadhan. Untuk semakin menarik minat pembeli, pemberian nama kurma terbaik menjadi tradisi. Dan nama Obama terpilih sebagai nama kurma terbaik.

Tahun lalu, kurma paling buruk alias kurang laku bermerek “George Walker” Bush dan “Ehud Olmert”.(Hidayatullah)

Negara Komunis Rusia Justru Kampanyekan Poligami

Jika di Indonesia dan negara-negara Timur Tengah wacana dan fenomena poligami senantiasa menuai badai kontroversi dan kecaman, di Rusia lain lagi ceritanya. Pemerintahan dan rakyat Rusia sayap nasionalis, justru tengah gencar mengkampanyekan poligami.

Setelah melalui perdebatan dan pergulatan yang sukup sengit dan alot, pada akhirnya pemerintahan Rusia membolehkan, bahkan menganjurkan poligami. Poligami dipandang sebagai solusi jitu untuk mengatasi masalah demografi dan kekurangan penduduk di Rusia yang terbilang cukup parah.

Selain itu, poligami juga dipandang sebagai solusi untuk menuntaskan masalah-masalah kemaysrakatan lainnya yang merebak di Rusia, salah satunya adalah banyaknya anak yang lahir tanpa pernikahan dan ditinggal orang tua mereka.

Saking seriusnya dan ingin suksesnya misi ini, wakil ketua parlemen Rusia Vladimir Khirinovski bahkan menyerukan untuk dibuatkan undang-undang atas hal ini. Khirinovski menyatakan jika masalah demodrafi di Rusia sudah sampai pada titik yang parah dan butuh untuk segera diselesaikan, salah satu opsi terbesarnya adalah poligami.

Di Rusia, setiap tahunnya lahir sebanyak 300 ribu anak di luar pernikahan, sementara jumlah populasi perempuan jauh lebih banyak dari jumlah laki-laki. Perempuan Rusia lebih banyak 10 juta jiwa dibanding jumlah lelakinya.

“Poligami menjadi hal yang mau tak mau harus dilakukan, bukan sekedar di Chechnya atau di wilayah Kaukasus lainnya, tetapi juga di seluruh Rusia,” kata Khirinovski.

Peneliti pada organisasi HAM di Chechnya, Nurdi Nokhacev, menyatakan keoptimisannya jika poligami dapat menjadi solusi atas masalah demografi, kemanusiaan, etika, dan spiritual, bukan sekedar di Chechnya, tetapi juga di seluruh Rusia.

Sepertinya, para peminat poligami di Indonesia dan di Timur Tengah, ada baiknya kalau pergi ke Rusia saja. (L2/hyt/e-m)