Ya Ukhti… Mengapa?

(Di bawah ini adalah surat terbuka dari seorang ikhwan di negeri Pangeran Charles, ditujukan kepada seluruh muslimah yang peduli terhadap nasib umat-pent)

Tulisan ini tidak menyamaratakan semua muslimah. Saya sadar masih banyak muslimah shalihah di luar sana yang kedekatannya dengan Allah tak perlu diragukan lagi. Sebagai seorang muslim, saya pun menyadari bahwa diri ini masih jauh dari sempurna.

Namun izinkanlah saya menulis ditujukan kepada siapa pun yang berkepentingan dengan isi surat ini,

Ya Ukhti,
Mengapa kau katakan “Aku tak bisa memakai kerudung atau jilbab karena aku takut orang akan memandangiku karena gaya berpakaianku”?

Tetapi mengapa kau malah pergi keluar rumah setengah telanjang atau hanya memakai baju ketat, terlihat murahan, dan bahkan ada 1000 laki-laki yang memandangmu serta seluruh bagian tubuhmu yang harusnya kau tutup rapat? Bagaimana mungkin hal ini tidak membuatmu risih?

Cobalah renungkan! Apakah jauh lebih baik terlihat murah seperti seonggok daging berjalan sebagaimana dilakukan oleh wanita-wanita non muslim? Ataukah jauh lebih baik terlihat berbeda, suci, shalihah, dan terhormat dengan memakai kerudung dan jilbab?

Aisyah r.a. pernah berkata, “Hal yang paling tidak kusukai adalah apabila ada laki-laki yang memandangiku dan aku pun juga tidak suka memandang mereka.”

Ya ukhti…
Mengapa kau suka bergunjing tentang saudara-saudaramu sesame muslim selama berjam-jam tanpa lelah? Tapi mengapa ketika waktunya mengkaji Islam, beribadah dan beramal shalih, tiba-tiba engkau terdiam, canggung, enggan dan malas?

Rasulullah Muhammad SAW berkata, “bergunjing itu seperti memakan daging saudara sendiri.”

Ya ukhti,
Mengapa di zaman Rasulullah dan para sahabat dulu, banyak perempuan cerdas dan shalehah yang mampu mendidik anak-anaknya untuk mengenal Tuhannya, mencintai Nabinya serta menjadikan mereka generasi-generasi muslim yang tangguh?

Tetapi mengapa sekarang sulit sekali menemukan sosok perempuan sekualitas itu? Mengapa yang ada sekarang adalah sosok perempuan yang mengarahkan anak-anaknya ke jalan haram semisal pamer aurat, berdansa-dansi dengan non mahrom dan kemaksiatan lainnya?
Mengapa saat ini sulit sekali menemukan sesosok ibu yang bisa menanamkan keimanan pada anak-anaknya, taat beribadah dan menjadi generasi berkualitas?

Ya Allah….tolonglah kami…

Rasulullah SAW pernah mengingatkan, “Wanita itu dinikahi karena 4 hal yaitu kecantikan, kekayaan, keturunan dan agama. Pilihlah karena agamanya maka kamu akan beruntung.”

Allah pun berfirman, “Jika kamu tidak menyembah dan taat pada-Ku, maka Aku akan menggantinya dengan sekelompok orang yang mereka itu cinta dan taat pada-Ku dan Aku pun mencintai mereka.”

(Ya ukhti, dekatilah para wanita yang masih belum paham Islam dan ajaklah mereka untuk memahami dien Islam ini karena dari merekalah nantinya akan lahir generasi-generasi penerus risalah dien yang mulia ini. Anakmu akan berinteraksi dengan anak mereka, begitu pun sebaliknya, anak mereka akan berinteraksi dengan anak-anakmu. Dan buatlah interaksi yang terjadi itu berdasarkan Islam dan syariatnya)

Semoga ridho Allah selalu menyertaimu.

Diterjemahkan dengan bebas dari seorang ‘brother’ yang memakai nickname FromStreetToDienIslam. (v-i)

Iklan

Meyakinkan Orang Bodoh dalam 1 Menit

Assalaamu’alaikum,

Ini adalah debat yang terjadi antara aku dan seorang yang dungu tentang keyakinan kita, dan Alhamdulillah merupakan hal yang mudah untuk meyakinkannya.

Orang Bodoh: Kamu para salafi adalah para pelaku takfiri, bagaimana kalian bisa tega mengatakan seorang yang mengatakan “La ilaha illa Allah” sebagai seorang Kafir? Apakah kamu tidak takut kepada Allah? Hanya Allah yang tahu apa yang ada di dalam hati manusia. Kamu nggak bisa memanggil setiap orang dengan sebutan Kafir kecuali kamu tahu apa yang ada di hati mereka, dan ini adalah suatu hal yang tidak mungkin.

Aku: Okey, coba beritahu aku, jika seseorang berkata: “La ilaha illa Allah” sementara dia masih percaya bahwa yesus adalah anak Allah… akankah dia kita sebut sebagai seorang Muslim?

Orang Bodoh: Tidak, pastinya bukan lah..

Aku: Jadi kita menyadari bahwa seseorang yang mempunyai keyakinan Kufur adalah seorang Kafir, walaupun dia telah mengatakan Shahadah.. benar begitu?

Orang Bodoh: Ya, itu adalah benar.

Aku: Jadi.. Bagaimana tentang seseorang yang mengucap syahadah tetapi dia masih menghina Allah (swt) dan Islam.. apakah ini dianggap sebagai seorang Muslim?

Orang Bodoh: Tentu bukan.

Aku: Jadi kita menyadari bahwa seorang yang berkata Kufur dengan jelas adalah seorang Kafir, walaupun dia mengucap Syahadah, benar?

Orang Bodoh: Ya, itu adalah benar.

Aku: Dan bagaimana tentang seseorang yang telah mengucapkan Syahadah, tapi dia masih tak berdaya terhadap berhala, dan menginjak-injak Qur’an dengan sengaja.. apakah dia seorang Muslim?

Orang Bodoh: Tidak dia bukanlah Muslim.

Aku: Jadi kita menyadari bahwa seseorang yang melakukan tindakan Kekufuran adalah seorang Kafir, sekalipun dia mengucap Syahadah, benar?

Orang Bodoh: Ya, itu adalah benar.

Aku: Oleh karena itu kita menyadari bahwa tidak setiap orang yang mengucapkan “La ilaha illa Allah” adalah seorang Muslim.. jika dia melakukan Kekufuran, dia adalah seorang Kafir, dan pernyataan itu tidak akan membawa manfaat baginya.. Jadi mengapa kamu menyalahkan kami dengan memanggil mereka yang jatuh kepada kekufuran sebagai Kuffar?

Orang Bodoh: Lalu bagaimana kamu menjelaskan Hadith Usama bin Zaid (raa) ketika dia membunuh lelaki yang mengatakan “la ilaha illa Allah”?

Aku: Apakah lelaki itu menunjukkan Kekufuran setelah dia mengucapkan pernyataan itu?

Orang Bodoh: Nggak.

Aku: Jadi mengambilnya sebagai bukti menjadi invalid.. dan marilah aku mengingatkanmu tentang kisah Abu Bakr (raa) dengan kaum Murtaddeen.. mereka telah mengucapkan Shahadah, sholat, puasa.. tetapi tidak membayar Zakat.. SEMUA Sahabat tetap memanggil mereka sebagai kaum Murtaddeen.. karena mereka menunjukkan tindakan Kekufuran.

Orang Bodoh: Ya.. (Kemudian hal tersebut mengarahkan pembuktian bahwa para penguasa kita tengah melakukan Kekufuran secara jelas).

Sumber : Ar Rahmah (v-i)

Dengan Imbalan 1 Dolar, Blackwater Paksa Remaja Muslimah Irak Melacurkan Diri

Washington, pasca terbongkarnya skandal oleh dua mantan karyawannya awal minggu ini yang menyatakan bahwa pemilik perusahaan keamanan Blackwater sengaja menutup-nutupi pembunuhan terhadap warga sipil Irak, tuduhan lainnya pun mulai bermunculan.

Sebagaimana dikutip oleh salah seorang wartawan MSNBC, Keith Olbermann, pada bulan Agustus lalu dari kesaksian mantan karyawan tersebut bahwa Blackwater divonis bersalah karena menggunakan remaja muslimah Irak dalam aktivitas prostitusi di dalam kompleks di Zona Hijaum Baghdad dan Erik Prince tidak melakukan tindakan apapun meskipun ia mengetahui aktivitas tersebut.

Dalam kesaksian tersebut dinyatakan bahwa para gadis itu dipaksa untuk melakukan oral seks untuk menghibur para personil di ‘Blackwater Man Camp’ dengan imbalan satu dolar Amerika.

Mereka pun menambahkan meskipun Prince sering mengunjungi kamp ini, ia tidak pernah menindak anak buahnya.

Menurut dua mantan karyawan itu pun, para pengawas Blackwater di Irak kadang-kadang mengembalikan orangnya ke Amerika Serikat yang ditemukan melakukan pembunuhan brutal, minum, mengunakan steroid, atau melanggar prosedur keamanan persenjataan, tetapi Prince dan para eksekutifnya akan mengirim mereka kembali dan memberi sanksi kepada pengawas untuk membayar sejumlah uang pada perusahaan.

Selain tuduhan tersebut, Prince pun terlibat dalam penjualan senjata ilegal, pencucian uang, dan penghindaran pajak. Prince telah menciptakan jaringan perusahaan untuk menutupi kekejian, penipuan, dan kejahatan lainnya.

Namun, Prince berkelit bahwa perusahaannya tidak melakukan kesalahan apa pun dan Blackwater – yang saat ini berganti nama menjadi Xe – terus memenuhi kontrak dengan pemerintah Amerika Serikat. (althaf/msnbc/raw/arrahmah.com)

Lagi-lagi Video Hebooh….. Gak Mau kalah adu cepat dengan video shalat tarawih Super Faster.

Gak mau kalah cepat, ternyata kami kembali mendapatkan shalat dengan speed super faster, apakah memang telah sedemikian rusak kah agama yang mereka yakini atau karena syahwat yang mereka turuti. Malas untuk belajar atau bertanya jadi ini terjadi kebodohan yang mereka miliki. Jika umatnya sudah seperti ini gimana jadinya ya?

Terus apa yang mereka dapat dari shalatnya?

HADITS-HADITS DHAIF TENTANG RAMADHAN

HADITS-HADITS DHAIF TENTANG RAMADHAN
1.    Bulan Ramadhan itu permulaannya rahmat, pertengahannya magh_rah (ampunan), dan akhirnya adalah pembebasan dari api neraka.
Hadits munkar. Diriwayatkan oleh Al ‘Uqaili dalam Adh Dhu’afa (172), Ibnu Adi (1/165), Al Khatib dalam Al Muwadhdhih (2/77), Ad Dailami (1/1/10-11), Ibnu ‘Asakir (8/506/1), dari jalan Sallam bin Siwar dari Maslamah bin Ash Shalt dari Az Zuhri dari Abu Salamah dari Abu Hurairah secara marfu’. Al ‘Uqaili berkata,”Tidak ada asalnya dari Az Zuhri.”
Ibnu Adi berkata, “Dan Sallam (bin Sulaiman bin Siwar), menurutku adalah seorang munkarul hadits, dan Maslamah tidak dikenal.” Sedangkan Ibnu Abi Hatim mengatakan tentang Maslamah-,”Dia itu matrukul hadits.” 1
2.    Shalat Jum’at di Madinah seperti seribu shalat di tempat lain, dan puasa bulan Ramadhan di Madinah seperti puasa seribu bulan di tempat lain.
Hadits -dengan lafadz seperti. ini- adalah maudhu’ (palsu). Diriwayatkan oleh Ibnul Jauzi dalam Minhajul Qashidin 1/57/2 dan dalam Al llal Al Wahiyah 2 2/86-87, dan Ibnu An Najjar dalam Ad Durar Ats Tsaminah Fi Tarikh Al Madinah (337), dari jalan Umar bin Abu Bakar Al Mushili dari Al Qasim bin Abdullah dari Katsir bin Abdullah bin ‘Amr bin ‘Auf dari Na_’ dari Ibnu Umar secara marfu’.
Namun, dalam jalan periwayatan ini terdapat periwayat-periwayat yang matruk dan pendusta, yaitu:
a)    Katsir bin Abdullah bin Amr bin ‘Auf. Imam Asy Sya_’i berkata,”Dia adalah saiah satu rukun dusts (yakni pendusta).”
b)    Al Qasim bin Abdullah, yakni Al Amri AI Madani. Imam Ahmad berkata, “Dia pemah ..memalsukan hadits.
c)    Umar bin Abu Bakar Al Mushili. Abu Hatim berkata, “Dia seorang yang matruk dan dzahlbul hadits (maksudnya yakni ditinggaikan haditsnya).” 3
3.    Dail Anas berkata, Nabi pernah ditanya, “Puasa apa yang paling utama setelah Ramadhan?” Beliau menjawab, “(Puasa) Sya’ban untuk mengagungkan Ramadhan.” Beliau ditanya lagi, “Shadaqah manakah yang lebih utama?” Beliau menjawab, “Shadaqah di bulan Ramadhan.”
Hadits dha’if. Diriwayatkan oleh At Turmudzi 1/129, Abu Hamid Al Hadhrami dalam haditsnya, dan dari jalannya Al Ha_zh Al Qasim bin AI Ha_zh Ibnu Asakir meriwayatkan dalam Al Amal_ (majiis 47/2/2) dan Adh Dhiya’ Al Maqdisi dalam Al Muntaqa Minal Masmu’at Bi Marwu7/1 dari jalan Shadaqah bin Musa dari Tsabit dari Anas 4
Abu isa At Turmudzi berkata,”Ini adalah hadits ghalib (satu jalan periwayatannya), dan Shadaqah bin Musa 5 menurut mereka (ahli hadits) tidak begitu kuat (haditsnya).”
Dalam At Ta’liq, Imam Ahmad berkata tentangnya, “Aku tidak mengenalnya.” 6
Adz Dzahabi dalam Adh Dhu’afa 7 menyebutkan tentangnya (Shadaqah bin Musa), “Mereka (ahii hadits) telah mendha’ifkannya.”
Dan Ibnu Hajar menyebutkannya dalam At Tagrib (Taqrib At Tandzib no. 2921.) “Dia itu shaduq (jujur), tapi mempunyai beberapa kesalahan.” Al Mundziri dalam At Targhib 1/79 mengisyaratkan perihal dha’ifnya hadits ini. 8
4.    Dari lbnul Musayyib, ia pernah ditanya tentang puasa (Ramadhan) pada waktu safar, maka ia bercerita bahwa Umar bin Al Khaththab berkata, “Kami berperang bersama Rasulullah di bulan Ramadhan dua kali, pada perang Badar dan fathu Makkah, dan kami berbuka pada dua waktu tersebut.”
Hadits Ini sanadnya dha’if. Diriwayatkan oleh At Turmudzi no. 714. 9 Pada sanadnya terdapat periwayat bernama Ibnu Lahi’ah, seorang yang shaduq, tapi menjadi kacau hafalannya setelah buku-bukunya terbakar. Tapi riwayatnya dari Ibnul Mubarak dan Ibnu Wahb bisa diterima. 10
Dalam bab ini, ada juga riwayat dari Abu Said Abu’Isa berkata, “Kami tidak mengetahui hadits Umar kecuali dari jalur ini. Dan telah diriwayatkan dari, Abu Sa’id Al Khudri dari Nabi, bahwa beliau memerintahkan untuk berbuka pada saiah satu peperangan yang beliau ikuti. Dan telah diriwayatkan dari Umar pula serupa dengan hadits ini, hanya saja disebutkan keringanan untuk berbuka, ketika berhadapan dengan musuh. Dan ini merupakan pendapat sebagian ulama.”
5.    Dari Abu Hurairah berkata, Rasulullah bersabda, “Barangsiapa berbuka satu hari pada (slang hari) Ramadhan tanpa ada sebab keringanan atau sakit, maka tidak bisa diganti meski dengan puasa sepanjang masa.”
Hadits dha’if. Diriwayatkan oleh At Turmudzi no. 723, Abu Daud no. 2396, dan Ibnu Majah no. 1672. Abu Isa berkata,”Hadits Abu Hurairah, tidak kami ketahui, kecuali dari jalur ini. Aku mendengar Muhammad (Al Bukhari) berkata, ‘Abul Muthawwis namanya adalah Yazid bin Al Muthawwis, saya tidak mengetahui darinya kecuali hadits ini’.” 12
Lihat Dha’if At Turmudzi halaman 78-79 (no. 723), Dha’if Sunan Ibnu Majah halaman 131 no. 329/1696 – secara ringkas-, Dha’if Al Jami’Ash Shaghir no. 5462 dan Dha’if Sunan Abu Daud 413.
6.    Jika datang malam pertama bulan Ramadhan, Allah melihat kepada makhlukNya, dan jika Allah telah melihat hambaNya, maka Allah tidak akan mengadzabnya untuk selamanya, di setiap malam dan Allah memiliki satu juta jiwa yang dibebaskan dari api neraka.
Hadits maudhu’ (palsu). Diriwayakan oleh Ibnu Fanjuyah dalam Majlis Min Al Amali Fi Fadhli Ramadhan (hadits terakhir), dan Abu! Qasim AI Ashbahani dalam At Targhib (Q 180/1) dari jalan Hammad bin Mudrik dari Utsman bin Abdullah dari Malik dari Abu Az Zinad dari AI A’raj dari Abu Hurairah secara marfu’.
Dari jalan ini pula Adh Dhiya’ Al Maqdisi meriwayatkannya daiam Al Mukhtarah (10/100/1), dengan ada tambahan, kemudian is (Adh Dhiya’) berkata,”Utsman bin Abdullah Asy Syami, tertuduh (memalsukan hadits) dalam periwayatannya.”
Demikian pula ibnul Jauzi menyebutkannya secara sempurna dalam Al Maudhu’at (2/190), kemudian beliau berkata yang kesimpuiannyasebagai berikut-,”(Hadits) maudhu’, dalam (sanad)nya terdapat para periwayat yang majhul (tidak dikenal), dan yang tertuduh memalsukan adalah Utsman.” Hal itu disetujui oleh As Suyuthi dalam Al Laali’ (2/100-101). 13
7.    Ketahuilah, aku kabarkan kepada kalian, bahwa malaikat yang paling utama adalah Jibril nabi yang paling utama adalah Adam hari yang paling utama adalah hari Jum’at , bulan yang paling utama adalah bulan Ramadhan, malam yang paling utama adalah malam lailatul qadar, dan wanita yang paling utama adalah Maryam binti lmran.
Hadits maudhu’ (palsu). Diriwayatkan oieh Ath Thabarani no. 11361 dari jalan Na_’ Abu Hurmuz dari ‘Atha bin Abi Rabah dari Ibnu ‘Abbas secara marfu’
Ini adalah hadits maudhu’. Na_’ Abu Hurmuz dinyatakan dusta oleh Ibnu Ma’in. Sedangkan An Nasal mengatakan, “Dia tidak tsiqah.” Dan Nabi yang paling utama adalah Muhammad, berdasarkan hadits shahih,  Aku adalah penghulu manusia pada hari kiamat… (HR Muslim 1/127). Hal ini menunjukkan, bahwa hadits di atas maudhu’ (palsu). Al Haitsami menyebutkannya dalam Al Majma'(8/ 198), lalu beliau mendha’ifkannya dengan sebab Na_’. Beliau mengatakan -tentang Na_’-, “(Dia itu) matruk.” – yakni ditinggalkan haditsnya-. 14
8.    “Subhanallah, apa gerangan yang akan kalian hadapi dan apa gerangan yang akan mendatangi kalian – beliau ucapkan tiga kali-. “Umar bertanya, ‘ Wahai Rasulullah, apakah telah turun wahyu ataukah ada musuh yang datang?”Beliau menjawab, “Bukan, tetapi Allah akan mengampuni setiap ahli kiblat ini (umat Islam) pada awal bulan Ramadhan.”
Sementara itu, ada seorang laki-laki di sudut kerumunan orang banyak sedang menggelengkan kepalanya sambil mengucapkan ‘puh, puh’. Maka Nabi berkata kepadanya, “Sepertinya dadamu merasa sesak dengan apa yang kamu dengar.”Orang tersebut menjawab, “Demi Allah, tidak, wahai Rasulullah. Akan tetapi, engkau mengingatkan tentang orang-orang muna_kin.” Maka Nabi berkata, “Sesungguhnya orang muna_k itu ka_r, dan orang ka_r tidak memperoleh bagian sedikitpun dalam hal ini.”
Hadits munkar. Diriwayatkan oleh Ath Thabrani dalam Al Awsath (1/97/1 -salah satu diantara tambahan-tambahannya), Abu Thahir Al Anbari dalam Masyikhah-nya (147/1-2), Ibnu Fanjuyah dalam Majlis Min Al Amal_ Fi Fadhli Ramadhan (3/2-4/1), Al Wahidi dalam Al Wasith (1/64/1), dan Ad Dulabi dalam Al Kuna (1/107), dari jalan ‘Amr bin Hamzah Al Qaisi Abu Usaid dari Abu Ar Rabi’ Khalaf dari Anas bin Malik, secara marfu’.
Dalam sanadnya terdapat para periwayat yaitu:
a) `Amr bin Hamzah. Didha’ifkan oleh Ad-Daruquthni. Ath Thabrani berkata,”Hadits ini tidak diriwayatkan dari Anas , kecuali dengan sanad ini, dan ‘Amr bersendiri dalam meriwayatkannya.”
b) Khalaf Abu Ar Rabi’, seorang yang majhul (tidak dikenal). Dan is bukan Khalaf bin Mahran sebagaimana disebutkan oleh AI Bukhari dan Ibnu Abi Hatim. 15
9.    Bulan Ramadhan itu tergantung diantara langit dan bumi, dan tidak akan diangkat kepada Allah kecuali dengan zakat _trah.
Hadits dha’if. Disebutkan oleh Ibnul Jauzi dalam Al ‘Hal Al Mutanahiyah (2/8/824). Lalu beliau manyatakan, bahwa hadits ini tidak shahih. Di dalamnya terdapat periwayat bernama Muhammad bin Ubald AI Bashri, dia seorang yang majhul (tidak dikenal). 16
10.    Orang yang berpuasa Ramadhan ketika safar seperti orang yang berbuka ketika mukim.
Hadits munkar. Diriwayatkan oleh Ibnu Majah (1/ 511), Al Haitsam bin Kulai dalam Al Musnad (22/2) dan Adh Dhiya’ dalam Al Mukhtarah (1/305), dari jalan Usamah bin Zaid dari Ibnu Syihab dari Abu Salamah bin Abdurrahman dari bapaknya Abdurrahman bin `Auf, secara marfu’.
Hadits ini dha’if, karena ada dua ‘illah (sebab yang mendha’ifkan) yaitu:
a)    Terdapat Inqitha’ (terputus sanadnya), karena Abu Salamah tidak pernah mendengar (hadits) dari bapaknya, sebagaimana dalam Al Fath (yakni Fathul Barr).
b)    Usamah bin Zaid ada kelemahan dalam hafalannya, dan (dalam hadits ini) dia menyelisihi (periwayatan) orang yang tsiqah, yaitu Ibnu Abi Dzi’b, bahwa is (Ibnu Abi Dzi’b) meriwayatkannya dari Az Zuhri Ibnu Syihab secara mauquf (hanya sampai sahabat).
Diriwayatkan juga oleh An Nasal (1/316) dan AI Firyabi dalam Ash Shiyam (4/70/1), dari beberapa jalan dari Ibnu Syihab. Oleh karena itu, Al Baihaqi berkata dalam As Sunan Al Kubra (4/244), “Dan hadits ini mauquf. Dalam sanadnya terdapat inqitha’ (keterputusan). Dan diriwayatkan secara marfu’, namun sanadnya dha’if.” 17
11.    Barangsiapa beri’tikaf sepuluh hari di bulan Ramadhan, maka sama pahalanya seperti dua kali dan dua kali umrah.
Hadits maudhu’ (paisu). Diriwayatkan oleh Al Baihaqi dalam Asy Syu’ab dari hadits AI Husain bin Ali; secara marfu’. Lalu beliau berkata,”Sanadnya dha’if, Muhammad bin Zadan seorang periwayat hadits ini- adalah seorang matruk (ditinggalkan haditsnya).” Imam Al Bukhari berkata, “Haditsnya tidak boleh ditulis.”
Dalam sanadnya juga terdapat periwayat bernama ‘Anbasah bin Abdurrahman. Al Bukhari berkata,”Mereka (ahli hadits) meninggalkan (hadits)nya.” Adz Dzahabi berkata dalam Adh Dhu’afa, “Dia itu matruk dan tertuduh memalsukan hadits-.” Adz Dzahabi dalam Al Mizan menukil dari Abu Hatim, bahwa is berkata tentang ‘Anbasah-,”Dia memalsukan hadits”, dan ini salah satunya. 18
12.    Barangsiapa berbuka satu hari (di slang hari) bulan Ramadhan dalam keadaan mukim, maka hendaknya menyembelih seekor hewan kurban (unta atau sap). Jika tidak sanggup, maka memberi makan orangorang miskin dengan kurma sebanyak 30 sha’.
Hadits maudhu’ (palsu). Disebutkan oleh Ibnul Jauzi dalam Al Maudhu’atdari apa yang diriwayatkan oleh Ad-Daruquthni, dari jalan Khalid bin ‘Amr Al Himshi dari bapaknya dari Al Harits bin ‘Ubaidah Al Kila’i dari Muqatil bin Sulaiman dari ‘Atha bin Abi Rabah dari Jabir, secara marfu’. Beliau (Ibnul Jauzi) berkata (2/196), “Muqatil itu pendusta, dan Al Harits itu dha’if (lemah haditsnya).” Dan disepakati oleh As Suyuthi dalam Al Laali (2/106). 19
13.    Sesungguhnya, syurga akan berhias menghadapi bulan Ramadhan dari tahun ke tahun. Maka jika datang malam pertama bulan Ramadhan, berhembuslah angin dari bawah ‘arsy, lalu terbukalah daun-daun syurga dari tubuh Hur’ien (para bidadari syurga), lalu mereka berkata, “Wahai Rabb kami, jadikanlah untuk kami pasangan-pasangan dari hamba-hambaMu yang dapat menyejukkan mata kami dan menyejukkan mata mereka.”
Hadits munkar. Diriwayatkan oleh Ath Thabrani dalam Al Mu jam Al Awsath no. 6943, Tammam dalam Al Fawaid (Juz 1,.no. 34), dan Ibnu ‘Asakir dalam Fadhlu Ramadhan (Q/171-2) , dari jalan Al Walid bin Al Walid dari Ibnu Tsauban dari’Amr bin Dinar dari Ibnu Umar, secara marfu’.
Ath Thabrani berkata,’Tidak ada yang meriwayatkan dari Ibnu Tsauban selain Al Walid.” Dan dia adalah Al Qalanisi, seorang yang wahin (amat lemah haditsnya). Ad Daruquthni menyatakan, bahwa dia (Al Walid) itu matruk. Di waktu lain beliau mengatakan, “Munkarul hadits.” Sedangkan Nashr Al Maqdisi menyatakan,”Mereka (ahli hadits) telah meninggalkannya (AI Walid).” 20
14.    “Barangsiapa memberi buka kepada seorang yang berpuasa di bulan Ramadhan dari pendapatan yang halal, maka malaikat akan mendo’akannya sepanjang ma/am-malam Ramadhan, Jibril akan menjabat tangannya. Dan barangsiapa yang tangannya dijabat oleh Jibril, maka hatinya akan lunak dan air matanya akan banyak bercucuran.” Seorang laki-laki bertanya,’ Wahai Rasulullah, jika seseorang tidak punya?” Beliau menjawab, “Cukup segenggam makanan.” Orang tersebut bertanya lagi,’Bagaimana dengan orang yang tidak punya itu?” Beliau menjawab, “Kalau begitu sepotong roti.”Orang itu bertanya lagi, “Bagaimana jika dia tidak punya itu.” Beliau menjawab,”Kalau begitu, seteguk susu. “Orang itu bertanya lagi, “Bagaimana jika dia tidak punya itu?” Beliau menjawab, “Kalau begitu, seteguk air minum.”
15.    Hadits dha’if. Diriwayatkan oleh Ibnu Adi dalam Al Kamil (Q69/2), dari jalan Hakim bin Khidzam Al Abdi dad Ali bin Zaid dari Sa’id bin Al Musayyib dari Salman Al Farisi, secara marfu’. Sanad hadits ini lemah sekali, padanya ada dua ‘illat (sebab kelemahannya), yaitu:
a)    Ali bin Zaid, yaitu bin Jad’an adalah seorang yang dha’if karena buruk hafalannya.
b)    Hakim, dinyatakan oleh Abu Hatim sebagai,”Matrukul hadits.” Sedangkan Al-Bukhari menyebutnya, “Munkarul hadits.” 21 </b>

<i>Disalin dari majalah As-Sunnah 07/VII/1424H hal 10 – 15.
1.    Lihat Adh Dha’ifah 4/70, no. 1569.
2.    Lengkapnya berjudul Al ‘Ilal Al Mutanahiyah Fil Ahaditsil Wahiyah.
3.    Lihat Adh Dha’ifah 3/180, no. 1067.
4.    Diriwayatkan pula oleh Al Baihaqi dalam As Sunan Al Kubra (4/305) dan Abu Ja’far Ath Thahawi dalam Syarhu Musykilil Atsar (2/83) tanpa menyebutkan bagian akhir hadits- dari jalan yang sama, yaitu dari Shadah bin Musa dari Tsabit dari Anas.
5.    Yakni Ad Daqiqi.
6.    Lihat Masail Ibnu Hani 2/230.
7.    Al Mughni Fi Adh Dhu’afa 1/308,2784.
8.    Al lrwa’ no. 889, dan lihat Dha’if At Turmudzi halaman 72 no. 663.
9.    Diriwayatkan pula oleh Imam Ahmad 1/22 dan AI Bazzar 1/421, tapi keduanya menyebutkan dari Ibnu Lahi’ah dari Bukair bin Abdullah dari Sa’id bin Al Musayyib. Sementara At Turmudzi menyebutkan dari Ibnu Lahi’ah dari Yazid bin Abu Habib dari Ma’mar bin Huyayyah dari Ibnul Musayyib.
10.    Lihat At Taqrib no. 3563.
11.    Lihat Dha’if At Turmudzi halaman 76-77, no. 714.
12.    Al Mundziri dalam At Targhib 2/66 menukil dari Al Bukhari. bahwa beliau juga berkata, “Aku tidak tahu, apakah bapaknya (yakni bapak dari Abu! Muthawwis) telah mendengar dari Abu Hurairah atau tidak’?” Lalu menukil pula dari Ibnu Hibban, bahwa beliau berkata.”Tidak boleh bcrhujjah dengannya (yakni Abul Muthawwis) dalam keadaan dia hersendiri (dalam meriwayatkan hadits).” Wallahu a’lam.
13.    Lihat Adh Dha’ifah 1/470, no. 299.
14.    Lihat Adh Dha’ifah 1/ 638, no. 446.
15.    Lihat Adh Dha’ifah 1/468, no. 298.
16.    Lihat Adh Dha’ifah 1/117 no. 43.
17.    Lihat Adh Dha’ifah 1/713, no. 498.
18.    Lihat Adh Dha’ifah 2/10, no. 518.
19.    Lihat Adh Dha’ifah 2 88, no. 263.
20.    Lihat Adh Dha’ifah 3/493, no. 1325.
21.    Lihat Adh Dha’ifah 3/503, no. 1333.
Dihimpun dan disarikan dari:
•    Silsllah Al Ahadits Adh Dha’ifah, karya Syaikh Muhammad Nashiruddin Al
Albani, Cetakan 1, Maktabatul Ma’arif, Riyadh, KSA.
•    lrwa’ul Ghalil Fi Takhriji Ahaditsi Manaris Sabil, karya Syaikh Muhammad
Nashirudin AI Albani, Cetakan 2, Al Maktab Al Islami, Beirut.
•    Dha’if Sunan At Turmudzi, karya Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani,
Cetakan 1, Maktabatul Ma’arif, Riyadh, KSA.
Dha’if Sunan Abu Daud, karya Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani,
Cetakan 1, Maktabatul Ma’arif, Riyadh, KSA.
•    Dha’if Sunan Ibnu Majah, karya Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani,
Cetakan 1, Maktabatul Ma’arif, Riyadh, KSA.
•    Dha’if Al Jami’ush Shaghir, karya Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani,
Cetakan 3, Al Maktab Al Islami, Beirut.
•    Al ‘ilal Al Mutanahiyah Fil Ahaditsil Wahiyah, karya Ibnul Jauzi, tahqiq,
•    Al Ustadz Irsyadul Haq Al Atsari, ldaratul ‘Ulumil Atsariyyah, Faishal Aabad,  Pakistan.</i>

<b>SEMOGA BERMANFAAT, SELAMAT BERPUASA, SEMOGA MEMPEROLEH KEMULIAAAN DAN MERAIH DERAJAD TAQWA</b>

Yahudi Beraksi, Memangsa Organ Anak-Anak Algeria

Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah kantor pemberitaan Arab dan Muslim secara gencar memberitakan sebuah konspirasi Yahudi internasional. Skenario konspirasi besar tersebut bertujuan untuk menculik anak-anak asal Algeria untuk kemudian “dipanen” berbagai organ tubuhnya.

Berdasarkan pemberitaan tersebut, yang kali pertama dilaporkan oleh harian Al-Khabar dari Algeria, ada banyak orang-orang Maroko dan Algeria yang berkeliaran di jalanan kota-kota Algeria untuk menculik anak-anak yang masih belia, anak-anak tersebut kemudian dibawa melintasi perbatasan dan memasuki wilayah Maroko. Dari kota Oudja di Maroko, anak-anak malang tersebut kemudian dijual kepada para Yahudi Israel dan Amerika, yang kemudian mengambil organ-organ dalam anak-anak tersebut untuk dijual di Israel dan AS. Penjualan organ tersebut kabarnya mampu menghasilkan uang antara $20.000 hingga $100.000.

Narasumber dari laporan Al-Khabar tersebut adalah Dr. Mustafa Khayatti, kepala Komite Nasional Algeria untuk Perkembangan Penelitian Kesehatan. Khayatti dilaporkan mengklaim bahwa ada sejumlah kriminal Yahudi yang diringkus di New York karena memiliki keterkaitan dengan perdagangan organ tersebut. Dia mengklaim bahwa interpol sudah mengetahui mengenai situasi tersebut dan memimpin penyelidikan atas penculikan anak-anak tersebut.

“Penangkapan terhadap gerombolan Yahudi yang menjual organ bukan berarti bahwa bahaya telah sepenuhnya pergi, para pejabat tinggi dan pakar dalam isu ini menekankan bahwa ada sejumlah kelompok Yahudi lainnya yang masih tetap “aktif” di sejumlah negara-negara Arab,” kata Khayatti sebagaimana dikutip oleh Al-Khabar.

Menyusul laporan berita dari Algeria tersebut, kantor berita resmi Iran, Press TV, mengklaim bahwa gerombolan Yahudi tersebut masih memiliki hubungan dengan Rabbi asal Israel, Levi Rosenbaum, yang baru-baru ini dibekuk di New Jersey atas keterlibatan langsung dalam kejahatan proses impor organ manusia.

Menyusul penangkapan Rosenbaum, pihak berwenang AS juga menangkap gerombolan penjahat keji yang terdiri dari 44 orang Yahudi lainnya, termasuk di dalamnya adalah sejumlah rabbi dan walikota di New Jersey, yang menjalani proses hukum dengan tudingan perbuatan kriminal dalam bentuk pencucian uang dan perdagangan organ tubuh manusia.

Dengan penyebaran yang luar biasa cepat di internet, laporan tersebut mulai meresahkan kaum Yahudi yang merasa khawatir bahwa pemberitaan tersebut – yang oleh pihak Yahudi diklaim sebagai sebuah “cerita karangan” yang minim bukti – akan menyebar kepada dunia Muslim.

Laporan baru tersebut seakan mengingatkan kembali terhadap sebuah pemberitaan di surat kabar Swedia, Aftonbladet, yang menyebutkan bahwa para serdadu Israel menculik warga sipil Palestina di Tepi Barat terjajah dan Jalur Gaza. Setelah diculik, para penduduk Palestina tersebut kemudian diambil organ dalam tubuhnya.

“Anak-anak kami dipaksa menjadi donor organ,” ujar Khalid, seorang pria Palestina dari Nablus, kepada Donald Bostrom yang menulis laporan tersebut.

Bostrom juga melaporkan kisah warga Palestina lain yang anggota keluarganya menjadi korban penyelundupan organ tubuh tersebut.

Menurut laporan itu, semua korban dibantai kemudian jasad mereka dibelah dan organ tubuh mereka direnggut.

Laporan itu juga mengutip insiden serupa tahun 1992, di mana seorang aktivis muda Palestina ditangkap oleh tentara Israel di wilayah Nablus. Laki-laki itu ditembak di dada, kedua kaki, dan perut kemudian diseret ke suatu tempat yang tidak diketahui.

Mayat laki-laki itu ditemukan lima malam kemudian. “Ketika Bilal dimasukkan ke liang kubur, dadanya terbuka dan tiba-tiba kini menjadi jelas penyiksaan seperti apa yang ia alami. Bilal bukan satu-satunya jenazah yang dikuburkan dalam kedaan teriris mulai dari perut hingga dagu dan menjadi spekulasi mengenai alasan mengapa semuanya terjadi,” bunyi artikel tersebut.

Hal tersebut mengindikasikan adanya sebuah rantai penghubung antara militer Israel dan para mafia organ manusia yang telacak di AS. Sejumlah negara Arab menyerukan adanya penyelidikan internasional atas tudingan kekejian Yahudi tersebut. (dn/ptv/jp) Dikutip oleh www.suaramedia.com

Budidaya Malu Dikikis Habis Gerakan Syahwat Merdeka

Oleh Taufik Ismail:


Sederetan gelombang besar menggebu-gebu menyerbu
pantai Indonesia, naik ke daratan, masuk ke pedalaman.
Gelombang demi gelombang ini datang susun-bersusun
dengan suatu keteraturan, mulai 1998 ketika reformasi
meruntuhkan represi 39 tahun gabungan zaman Demokrasi
Terpimpin dan Demokrasi Pembangunan, dan membuka lebar
pintu dan jendela Indonesia. Hawa ruangan yang sumpek
dalam dua zaman itu berganti dengan kesegaran baru.
Tapi tidak terlalu lama, kini digantikan angin yang
semakin kencang dan arus menderu-deru.
Kebebasan berbicara, berpendapat, dan mengeritik,
berdiri-menjamurnya partai-partai politik baru,
keleluasaan berdemonstrasi, ditiadakannya SIUPP (izin
penerbitan pers), dilepaskannya tahanan politik,
diselenggarakannya pemilihan umum bebas dan langsung,
dan seterusnya, dinikmati belum sampai sewindu, tapi
sementara itu silih berganti beruntun-runtun belum
terpecahkan krisis yang tak habis-habis. Tagihan
rekening reformasi ternyata mahal sekali.
Bahana yang datang terlambat dari benua-benua lain itu
menumbuh dan menyuburkan kelompok permissif dan
addiktif negeri kita, yang sejak 1998 naik daun. Arus
besar yang menderu-deru menyerbu kepulauan kita adalah
gelombang sebuah gerakan syahwat merdeka. Gerakan tak
bersosok organisasi resmi ini tidak berdiri sendiri,
tapi bekerjasama bahu-membahu melalui jaringan
mendunia, dengan kapital raksasa mendanainya, ideologi
gabungan yang melandasinya, dan banyak media massa
cetak dan elektronik jadi pengeras suaranya.
Siapakah komponen gerakan syahwat merdeka ini?

PERTAMA

adalah praktisi sehari-hari kehidupan pribadi
dan kelompok dalam perilaku seks bebas hetero dan
homo, terang-terangan dan sembunyi-sembunyi. Sebagian
berjelas-jelas anti kehidupan berkeluarga normal,
sebagian lebih besar, tak mau menampakkan diri.

KEDUA

Penerbit majalah dan tabloid mesum, yang telah
menikmati tiada perlunya SIUPP. Mereka menjual wajah
dan kulit perempuan muda, lalu menawarkan jasa
hubungan kelamin pada pembaca pria dan wanita lewat
nomor telepon genggam, serta mengiklankan berbagai
alat kelamin tiruan (kue pancong berkumis dan lemper
berbaterai) dan boneka karet perempuan yang bisa
dibawa bobok bekerjasama.


KETIGA

Produser, penulis skrip dan pengiklan acara
televisi syahwat. Seks siswa dengan guru, ayah dengan
anak, siswa dengan siswa, siswa dengan pria paruh
baya, siswa dengan pekerja seks komersial —-
ditayangkan pada jam prime time, kalau pemainnya
terkenal. Remaja berseragam OSIS memang menjadi
sasaran segmen pasar penting tahun-tahun ini. Beberapa
guru SMA menyampaikan keluhan pada saya. “Citra
kami guru-guru SMA di sinetron adalah citra guru tidak
cerdas, kurang pergaulan dan memalukan.” Mari
kita ingat ekstensifnya pengaruh tayangan layar kaca
ini. Setiap tayangan televisi, rata-rata 170.000.000
yang memirsa. Seratus tujuh puluh juta pemirsanya.

KEEMPAT

4,200,000 (empat koma dua juta) situs porno
dunia, 100,000 (seratus ribu) situs porno Indonesia di
internet. Dengan empat kali klik di komputer,
anatomi tubuh perempuan dan laki-laki, sekaligus
fisiologinya, dapat diakses tanpa biaya, sama mudahnya
dilakukan baik dari San Francisco, Timbuktu, Rotterdam
mau pun Klaten.

Pornografi gratis di internet luarbiasa besar
jumlahnya. Seorang sosiolog Amerika Serikat
mengumpamakan serbuan kecabulan itu di negaranya
bagaikan “gelombang tsunami setinggi 30 meter,
dan kami melawannya dengan dua telapak tangan.”
Di Singapura, Malaysia, Korea Selatan situs porno
diblokir pemerintah untuk terutama melindungi
anak-anak dan remaja. Pemerintah kita tidak melakukan
hal yang sama.

KELIMA

Penulis, penerbit dan propagandis buku
syahwat ¼ sastra dan ½ sastra. Di Malaysia, penulis
yang mencabul-cabulkan karyanya penulis pria. Di
Indonesia, penulis yang asyik dengan wilayah
selangkang dan sekitarnya mayoritas penulis perempuan.
Ada kritikus sastra Malaysia berkata: “Wah, pak
Taufiq, pengarang wanita Indonesia berani-berani. Kok
mereka tidak malu, ya?” Memang begitulah, RASA
MALU ITU YANG SUDAH TERKIKIS, bukan saja pada
penulis-penulis perempuan aliran s.m.s. (sastra mazhab
selangkang) itu, bahkan lebih-lebih lagi pada banyak
bagian dari bangsa.

KEENAM

Penerbit dan pengedar komik cabul. Komik
yang kebanyakan terbitan Jepang dengan teks dialog
diterjemahkan ke bahasa kita itu tampak dari
kulit luar biasa-biasa saja, tapi di dalamnya banyak
gambar hubungan badannya, misalnya (bukan main) antara
siswa dengan Bu Guru. Harganya Rp 2.000. Sebagian
komik-komik itu tidak semata lucah saja, tapi ada pula
kadar ideologinya. Ideologinya adalah anjuran
perlawanan pada otoritas orangtua dan guru, yang
banyak aturan ini-itu, termasuk terhadap seks bebas.
Dalam salah satu komik itu saya baca kecaman yang
paling sengit adalah pada Menteri Pendidikan Jepang.
Tentu saja dalam teks terjemahan berubah, yang dikecam
jadinya Menteri Pendidikan Nasional kita.

KETUJUH

Produsen, pengganda, pembajak, pengecer dan
penonton VCD/DVD biru. Indonesia kini jadi sorga besar
pornografi paling murah di dunia, diukur dari
kwantitas dan harganya. Angka resmi produksi dan
bajakan tidak saya ketahui, tapi literatur menyebut
antara 2 juta – 20 juta keping setahun. Harga
yang dulu Rp 30.000 sekeping, kini turun menjadi Rp
3.000, bahkan lebih murah lagi. Dengan biaya 3 batang
rokok kretek yang diisap 15 menit, orang bisa menonton
sekeping VCD/DVD biru dengan pelaku kulit putih dalam
6 posisi selama 60 menit. Luarbiasa murah. Anak SD
kita bisa membelinya tanpa risi tanpa larangan
peraturan pemerintah.
Seorang peneliti mengabarkan bahwa di Jakarta Pusat
ada murid-murid laki-laki yang kumpul dua sore
seminggu di rumah salah seorang dari mereka, lalu
menayangkan VCD-DVD porno. Sesudah selesai mereka
onani bersama-sama. Siswa sekolah apa, dan kelas
berapa? Siswa SD, kelas lima. Tak diceritakan apa
ekses selanjutnya.

KEDELAPAN

Pabrikan dan konsumen alkohol. Minuman
keras dari berbagai merek dengan mudah bisa diperoleh
di pasaran. Kemasan botol kecil diproduksi, mudah
masuk kantong celana, harga murah, dijual di kios
tukang rokok di depan sekolah, remaja dengan bebas
bisa membelinya. Di Amerika dan Eropa batas umur
larangan di bawah 18 tahun. Negeri kita pasar besar
minuman keras, jualannya sampai ke desa-desa.

KESEMBILAN

Produsen, pengedar dan pengguna narkoba.
Tingkat keterlibatan Indonesia bukan pada pengedar dan
pengguna saja, bahkan kini sampai pada derajat
produsen dunia. Enam juta anak muda Indonesia
terperangkap sebagai pengguna, ratusan ribu menjadi
korbannya.

KESEPULUH

Pabrikan, pengiklan dan pengisap nikotin.
Korban racun nikotin 57.000 orang / tahun, maknanya
setiap hari 156 orang mati, atau setiap 9 menit
seorang pecandu rokok meninggal dunia. Pemasukan pajak
15 trilyun (1996), tapi ongkos pengobatan berbagai
penyakit akibatnya 30 trilyun rupiah.
Mengapa alkohol, narkoba dan nikotin termasuk dalam
kategori kontributor arus syahwat merdeka ini? Karena
sifat addiktifnya, kecanduannya, yang sangat mirip,
begitu pula proses pembentukan ketiga addiksi tersebut
dalam susunan syaraf pusat manusia. Dalam masyarakat
permissif, interaksi antara seks dengan alkohol,
narkoba dan nikotin, akrab sekali, sukar dipisahkan.
Interaksi ini kemudian dilengkapi dengan tindak
kriminalitas berikutnya, seperti pemerasan, perampokan
sampai pembunuhan. Setiap hari berita semacam ini
dapat dibaca di koran-koran.

KESEBELAS

Pengiklan perempuan dan laki-laki panggilan. Dalam masyarakat permissif, iklan semacamini menjadi jembatan komunikasi yang diperlukan.

KEDUABELAS

Germo dan pelanggan prostitusi. Apabilahubungan syahwat suka-sama-suka yang gratis tidaktersedia, hubungan dalam bentuk perjanjian bayaran merupakan jalan keluarnya. Dalam hal ini prostitusi
berfungsi.


KETIGABELAS

Dokter dan dukun praktisi aborsi. Akibat
tujuh unsur pertama di atas, kasus perkosaan dan
kehamilan di luar pernikahan meningkat drastis. Setiap
hari dapat kita baca kasus siswa SMP/SMA memperkosa
anak SD, satu-satu atau rame-rame, ketika papi-mami
tak ada di rumah dan pembantu pergi ke pasar
berbelanja. Setiap ditanyakan apa sebab dia/mereka
memperkosa, selalu dijawab ‘karena terangsang
sesudah menonton VCD/DVD biru dan ingin
mencobakannya.’ Praktisi aborsi gelap menjadi
tempat pelarian, bila kehamilan terjadi.
Seorang peneliti dari sebuah universitas di Jakarta
menyebutkan bahwa angka aborsi di Indonesia 2,2 juta
setahunnya. Maknanya setiap 15 detik seorang calon
bayi di suatu tempat di negeri kita meninggal akibat
dari salah satu atau gabungan ketujuh faktor di atas.
Inilah produk akhirnya. Luar biasa destruksi sosial
yang diakibatkannya.
Dalam gemuruh gelombang gerakan syahwat merdeka ini,
pornografi dan pornoaksi menjadi bintang panggungnya,
melalui gemuruh kontroversi pro-kontra RUU APP.
Karena satu-dua-atau beberapa kekurangan dalam RUU
itu, yang total kontra menolaknya, tanpa sadar terbawa
dalam gelombang gerakan syahwat merdeka ini. Tetapi
bisa juga dengan sadar memang mau terbawa di dalamnya.
Salah satu kekurangan RUU itu, yang perlu
ditambah-sempurnakan adalah perlindungan bagi
anak-cucu kita, jumlahnya 60 juta, terhadap kekerasan
pornografi. Dalam hiruk pikuk di sekitar RUU ini,
terlupakan betapa dalam usia sekecil itu 80% anak-anak
9-12 tahun terpapar pornografi, situs porno di
internet naik lebih sepuluh kali lipat, lalu 40%
anak-anak kita yang lebih dewasa sudah melakukan
hubungan seks pra-nikah. Sementara anak-anak di
Amerika Serikat dilindungi oleh 6 Undang-undang,


anak-anak kita belum, karena undang-undangnya belum
ada. KUHP yang ada tidak melindungi mereka karena
kunonya. Gelombang Syahwat Merdeka yang menolak total
RUU ini berarti menolak melindungi anak-cucu kita
sendiri.

Gerakan tak bernama tak bersosok organisasi ini
terkoordinasi bahu-membahu menumpang gelombang masa
reformasi mendestruksi moralitas dan tatanan sosial.
Ideologinya neo-liberalisme, pandangannya
materialistik, disokong kapitalisme jagat raya.
Menguji Rasa Malu Diri Sendiri
Seorang pengarang muda meminta pendapat saya tentang
cerita pendeknya yang dimuat di sebuah media. Dia
berkata, “Kalau cerpen saya itu dianggap
pornografis, wah, sedihlah saya.” Saya waktu itu
belum sempat membacanya. Tapi saya kirimkan padanya
pendapat saya mengenai pornografi. Begini.
Misalkan saya menulis sebuah cerpen. Saya akan mentes,
menguji karya saya itu lewat dua tahap. Pertama, bila
tokoh-tokoh di dalam karya saya itu saya ganti dengan
ayah, ibu, mertua, isteri, anak, kakak atau a*** saya;
lalu kedua, karya itu saya bacakan di depan ayah, ibu,
mertua, isteri, anak, kakak, a***, siswa di kelas
sekolah, anggota pengajian masjid, jamaah gereja;
kemudian saya tidak merasa malu, tiada dipermalukan,
tak canggung, tak risi, tak muak dan tidak jijik
karenanya, maka karya saya itu bukan karya pornografi.
Tapi kalau ketika saya membacakannya di depan
orang-orang itu saya merasa malu, dipermalukan, tak
patut, tak pantas, canggung, risi, muak dan jijik,
maka karya saya itu pornografis.


Hal ini berlaku pula bila karya itu bukan karya saya,
ketika saya menilai karya orang lain. Sebaliknya
dipakai tolok ukur yang sama juga, yaitu bila orang
lain menilai karya saya. Setiap pembaca bisa melakukan
tes tersebut dengan cara yang serupa.
Pendekatan saya adalah pengujian rasa malu itu. Rasa
malu itu yang kini luntur dalam warna tekstil
kehidupan bangsa kita, dalam terlalu banyak hal.
Sebuah majalah mesum dunia dengan selaput artistik,
Playboy, menumpang taufan reformasi dan gelombang
liberalisme akhirnya terbit juga di Indonesia. Majalah
ini diam-diam jadi tempat pelatihan awal onani
pembaca Amerika, dan kini, beberapa puluh tahun
kemudian, dikalahkan internet, sehingga jadilah publik
pembaca Playboy dan publik langganan situs porno
internet Amerika masturbator terbesar di dunia.

Majalah pabrik pengeruk keuntungan dari kulit tubuh
perempuan ini, mencoba menjajakan bentuk eksploitasi
kaum Hawa di negeri kita yang pangsa pasarnya
luarbiasa besar ini. Bila mereka berhasil, maka bakal
berderet antri masuk lagi majalah anti-tekstil di
tubuh perempuan dan fundamentalis-syahwat-merdeka
seperti Penthouse, Hustler, Celebrity Skin, Cheri,
Swank, Velvet, Cherry Pop, XXX Teens dan seterusnya.
Untuk mengukur sendiri rasa malu penerbit dan redaktur
Playboy Indonesia, saya sarankan kepada mereka
melakukan sebuah percobaan, yaitu mengganti model 4/5
telanjang majalah itu dengan ibu kandung, ibu mertua,
kakak, a***, isteri dan anak perempuan mereka sendiri.
Saran ini belum berlaku sekarang, tapi kelak suatu
hari ketika Playboy Indonesia keluar perilaku aslinya
dalam masalah ketelanjangan model yang dipotret.
Sekarang mereka masih malu-malu kucing. Sesudah dibuat
dalam edisi dummy, promosikan foto-foto itu itu di 10
saluran televisi dan 25 suratkabar. Bagaimana?
Berani? Malu atau tidak?
Pendekatan lain yang dapat dipakai juga adalah
menduga-memperkirakan-mengingat akibat yang mungkin
terjadi sesudah orang membaca karya pornografis itu.
Sesudah seseorang membaca, katakan cerpen yang memberi
sugesti secara samar-samar terjadinya hubungan
kelamin, apalagi kalau dengan jelas mendeskripsikan
adegannya, apakah dengan kata-kata indah yang dianggap
sastrawi atau kalimat-kalimat brutal, maka pembaca
akan terangsang.


Sesudah terangsang yang paling penakut akan onani dan
yang paling nekat akan memperkosa. Memperkosa
perempuan dewasa tidak mudah, karena itu anak kecil
jadi sasaran. Perkosaan banyak terjadi terhadap
anak-anak kecil masih bau susu bubuk belum haid yang
di rumah sendirian karena papi-mami pergi kerja,
pembantu pergi ke pasar, jam 9-10 pagi.
Anak-anak tanggung pemerkosa itu, ketika diinterogasi
dan ditanya kenapa, umumnya bilang karena sesudah
menonton VCD porno mereka terangsang ingin mencoba
sendiri. Merayu orang dewasa takut, mendekati
perempuan-bayaran tidak ada uang. Kalau diteliti lebih
jauh kasus yang sangat banyak ini (peneliti yang rajin
akan bisa mendapat S-3 lewat tumpukan guntingan
koran), mungkin saja anak itu juga pernah membaca
cerita pendek, puisi, novel atau komik cabul.
Akibat selanjutnya, merebak-meluaslah aborsi,
prostitusi, penularan penyakit kelamin gonorrhoea,
syphilis, HIV-AIDS, yang meruyak di kota-kota besar
Indonesia berbarengan dengan akibat penggunaan alkohol
dan narkoba yang tak kalah destruktifnya.
Akibat Sosial Ini Tak Pernah Difikirkan Penulis
Semua rangkaian musibah sosial ini tidak pernah
difikirkan oleh penulis cerpen-puisi-novelis erotis
yang umumnya asyik berdandan dengan dirinya sendiri,
mabuk posisi selebriti, ke sana disanjung ke sini
dipuji, tidak pernah bersedia merenungkan akibat yang
mungkin ditimbulkan oleh tulisannya. Sejumlah cerpen
dan novel pasca reformasi sudah dikatakan orang
mendekati VCD/DVD porno tertulis. Maukah mereka
membayangkan, bahwa sesudah sebuah cerpen atau novel
dengan rangsangan syahwat terbit, maka beberapa ratus
atau ribu pembaca yang terangsang itu akan mencontoh
melakukan apa yang disebutkan dalam alinea-alinea di
atas tadi, dengan segala rentetan kemungkinan yang
bisa terjadi selanjutnya?


Destruksi sosial yang dilakukan penulis cerpen-novel
syahwat itu, bera***-kakak dengan destruksi yang
dilakukan produsen-pengedar-pembajak-pengecer VCD/DVD
porno, beredar (diperkirakan) sebanyak 20 juta keping,
yang telah meruyak di masyarakat kita, masyarakat
konsumen pornografi terbesar dan termurah di dunia.
Dulu harganya Rp 30.000 sekeping, kini Rp 3.000, sama
murahnya dengan 3 batang rokok kretek. Mengisap rokok
kretek 15 menit sama biayanya dengan memiliki dan
menonton sekeping VCD/DVD syahwat sepanjang 6o menit
itu. Bersama dengan produsen alkohol, narkoba dan
nikotin, mereka tidak sadar telah menjadi unsur
penting pengukuhan masyarakat permissif-addiktif
serba-boleh-apa-saja-genjot, yang dengan bersemangat
melabrak apa yang mereka anggap tabu selama ini,
berpartisipasi meluluh-lantakkan moralitas anak
bangsa.
Perzinaan yang Hakekatnya Pencurian adalah Ciri Sastra Selangkang

Akhirnya sesudah mendapatkan korannya, saya membaca
cerpen karya penulis yang disebut di atas. Dalam segi
teknik penulisan, cerpen itu lancar dibaca. Dalam segi
isi sederhana saja, dan secara klise sering ditulis
pengarang Indonesia yang pertama kali pergi ke luar
negeri, yaitu pertemuan seorang laki-laki di negeri
asing dengan perempuan asing negeri itu. Kedua-duanya
kesepian. Si laki-laki Indonesia lupa isteri di
kampung. Di akhir cerita mereka berpelukan dan
berciuman. Begitu saja.
Dalam interaksi yang kelihatan iseng itu, cerpenis
tidak menyatakan sikap yang jelas terhadap hubungan
kedua orang itu. Akan ke mana hubungan itu berlanjut,
juga tak eksplisit. Apakah akan sampai pada hubungan
pernikahan atau perzinaan, kabur adanya.
Perzinaan adalah sebuah pencurian. Yang melakukan
zina, mencuri hak orang lain, yaitu hak penggunaan
alat kelamin orang lain itu secara tidak sah. Pezina
melakukan intervensi terhadap ruang privat alat
kelamin yang dizinai. Dia tak punya hak untuk itu.
Yang dizinai bersekongkol dengan yang melakukan
penetrasi, dia juga tak punya hak mengizinkannya.
Pemerkosa adalah perampok penggunaan alat kelamin
orang yang diperkosa. Penggunaan alat kelamin
seseorang diatur dalam lembaga pernikahan yang suci
adanya.
Para pengarang yang terang-terangan tidak setuju pada
lembaga pernikahan, dan/atau melakukan hubungan
kelamin semaunya, yang tokoh-tokoh dalam karyanya
diberi peran syahwat merdeka, adalah rombongan
pencuri bersuluh sinar rembulan dan matahari. Mereka
maling tersamar. Mereka celakanya, tidak merasa jadi
maling, karena (herannya) ada propagandis sastra
menghadiahi mereka glorifikasi, dan penerbit
menyediakan gratifikasi. Propagandis dan penerbit
sastra semacam ini, dalam istilah kriminologi,
berkomplot dengan maling.

Hal ini berlaku bukan saja untuk karya (yang dianggap)
sastra, tapi juga untuk bacaan turisme, rujukan tempat
hiburan malam, dan direktori semacam itu. Buku
petunjuk yang begitu langsung tak langsung menunjukkan
cara berzina, lengkap dengan nama dan alamat tempat
berkumpulnya alat-alat kelamin yang dapat dicuri
haknya dengan cara membayar tunai atau dengan kartu
kredit gesekan.
Sastra selangkang adalah sastra yang asyik dengan
berbagai masalah wilayah selangkang dan sekitarnya.
Kalau di Malaysia pengarang-pengarang yang
mencabul-cabulkan karya kebanyakan pria, maka di
Indonesia pengarang sastra selangkang mayoritas
perempuan.
Beberapa di antaranya mungkin memang nymphomania atau
gila syahwat, hingga ada kritikus sastra sampai hati
menyebutnya “vagina yang haus sperma”.
Mestinya ini sudah menjadi kasus psikiatri yang baik
disigi, tentang kemungkinannya jadi epidemi, dan harus
dikasihani.
Bila dua abad yang lalu sejumlah perempuan Aceh, Jawa
dan Sulawesi Selatan naik takhta sebagai penguasa
tertinggi kerajaan, Sultanah atau Ratu dengan
kenegarawanan dan reputasi terpuji, maka di abad 21
ini sejumlah perempuan Indonesia mencari dan memburu
tepuk tangan kelompok permissif dan addiktif sebagai
penulis sastra selangkang, yang aromanya jauh dari
wangi, menyiarkan bau amis-bacin kelamin tersendiri,
yang bagi mereka parfum sehari-hari.
Dengan Ringan Nama Tuhan Dipermainkan
Di tahun 1971-1972, ketika saya jadi penyair tamu di
Iowa Writing Program, Universitas Iowa, di benua itu
sedang heboh-hebohnya gelombang gerakan perempuan.
Kini, 34-an tahun kemudian, arus riaknya sampai ke
Indonesia. Kaum feminis Amerika waktu itu sedang
gencar-gencarnya mengumumkan pembebasan kaum
perempuan, terutama liberasi kopulasi, kebebasan
berkelamin, di koran, majalah, buku dan televisi.
Menyaksikan penampilan para maling hak penggunaan
alat kelamin orang lain itu di layar kaca, yang
cengengesan dan mringas-mringis seperti Gloria Steinem
dan semacamnya, banyak orang mual dan jijik karenanya.
Mereka tidak peduli terhadap epidemi penyakit kelamin
HIV-AIDS yang meruyak menyebar seantero Amerika
Serikat waktu itu, menimpa baik orang laki-laki maupun
perempuan, hetero dan homoseksual, akibat kebebasan
yang bablas itu.

Di stasiun kereta api bawah tanah New York, seorang
laki-laki korban HIV-AIDS menadahkan topi mengemis.
Belum pernah saya melihat kerangka manusia berbalut
kulit tanpa daging dan lemak sekurus dia itu. Sinar
matanya kosong, suaranya parau.
Kematian banyak anggota kelompok ini, terutama di
kalangan seniman di tahun 1970-an, tulis seorang
esais, bagaikan kematian di medan perang Vietnam.
Sebuah orkestra simfoni di New York,
anggota-anggotanya bergiliran mati saban minggu karena
kejangkitan HIV-AIDS dan narkoba, akibat kebebasan
bablas itu. Para pembebas kaum perempuan itu tak acuh
pada bencana menimpa bangsa karena asyik mendandani
penampilan selebriti diri sendiri. Saya sangat heran.
Sungguh memuakkan.
Kalimat bersayap mereka adalah, “This is my
body. I’ll do whatever I like with my
body.” “Ini tubuhku. Aku akan lakukan apa
saja yang aku suka dengan tubuhku ini.”
Congkaknya luar biasa, seolah-olah tubuh mereka itu
ciptaan mereka sendiri, padahal tubuh itu pinjaman
kredit mencicil dari Tuhan, cuma satu tingkat di atas
sepeda motor Jepang dan Cina yang diobral di iklan
koran-koran.
Mereka tak ada urusan dengan Maha Produser Tubuh itu.
Penganjur masyarakat permissif di mana pun juga, tidak
suka Tuhan dilibatkan dalam urusan. Percuma bicara
tentang moral dengan mereka. Dengan ringan nama Tuhan
dipermainkan dalam karya. Situasi kita kini merupakan
riak-riak gelombang dari jauh itu, dari abad 20 ke
awal abad 21 ini, advokatornya dengan semangat dan
stamina mirip anak-anak remaja bertopi beisbol yang
selalu meniru membeo apa saja yang berasal dari
Amerika Utara itu.

Penutup
Ciri kolektif seluruh komponen Gerakan Syahwat
Merdeka ini adalah budaya malu yang telah kikis nyaris
habis dari susunan syaraf pusat dan rohani mereka,
dan tak adanya lagi penghormatan terhadap hak
penggunaan kelamin orang lain yang
disabet-dicopet-dikorupsi dengan entengnya. Tanpa
memiliki hak penggunaan kelamin orang lain, maka
sesungguhnya Gerakan Syahwat Merdeka adalah maling dan
garong genitalia, berserikat dengan alkohol, nikotin
dan narkoba, menjadi perantara kejahatan, mencecerkan
HIV-AIDS, prostitusi dan aborsi, bersuluh bulan dan
matahari.*** (V-I)