Berani ! Meninggalkan Kesesatan Nenek Moyang


Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah,” mereka menjawab: “(Tidak), tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami”. “(Apakah mereka akan mengikuti juga), walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apa pun, dan tidak mendapat petunjuk?”. (TQS. Al Baqarah:170).

Menyenangkan dan sarat dengan ilmu ketika mendengarkan tanya jawab di Kajian Ahad Pagi 9/8/2009. Beraneka topik sehari-sehari insyaAllah ditemukan solusi dan jawabannya dari beliau Al Ustadz Ahmad sukina. Salah satunya adalah ‘Berani Meninggalkan Kesesatan Nenek Moyang’.

Seperti yang sudah sering diungkapkan bahwa wong ngaji harus berbeda dengan yang tidak ngaji. Karena sudah jelas bahwa yang mengetahui harus berbeda dengan yang tidak tahu (atau ‘tidak mau tahu’). Jika ternyata sama saja, maka dipastikan dia tidak menerapkan hasil kajinya. Atau ragu-ragu dalam beramal.

Selain sikap ‘berbeda’ maka satu lagi adalah harus ‘BERANI‘.

Hal yang sering terjadi dalam interaksi dengan masyarakat adalah bagaimana bersikap terhadap budaya atau amalan-amalan yang dilakukan orang-orang terdahulu (nenek moyang). Padahal telah jelas difirmankan Allah SWT  dalam ayat diatas dan dibawah ini :

Apabila dikatakan kepada mereka: “Marilah mengikuti apa yang diturunkan Allah dan mengikuti Rasul”. Mereka menjawab: “Cukuplah untuk kami apa yang kami dapati bapak-bapak kami mengerjakannya”. Dan apakah mereka akan mengikuti juga nenek moyang mereka walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa-apa dan tidak (pula) mendapat petunjuk?. (TQS. Al Maidah5:104).

Keberanian dalam meninggalkan budaya, perilaku atau amalan yang tidak sesuai sunnah adalah salah satu resiko orang yang telah mengaji. Bersiaplah! menghadapi cemoohan, halangan dan tantangan dari masyarakat yang tidak mau mengerti. Bahkan dari keluarga atau orangtua kita sendiri.

Sebagai seorang yang mengaku beriman harus benar-benar yakin akan janji dan pertolongan Allah SWT.
” Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar. ” (TQS. Al Hujurat : 15)

Karena dengan yakin itulah Allah SWT akan memberikan kelapangan menuju Syurga-Nya. InsyaAllah.

Pengin dengarkan komplit ?? silahkan download saja disini>>>

(mta-Online)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: