Anak-anak jadi Objek Sebarkan Anti-Islam oleh Gereja Gainesville


Setelah beberapa waktu lalu membuat kehebohan dengan memasang bannaer anti Islam kini gereja tersebut kembali membuat ulah.

Mencela agama adalah perbuatan tercela, tapi keterlaluan jika sebuah gereja memanfaatkan anak-anak untuk menyebarkan pesan kebencian mereka

Beberapa murid sekolah di Gainesville, Florida, sejak kelas tahun ajaran baru dimulai pada 24 Agustus lalu, menggemparkan khalayak ramai karena mereka mengenakan kaos yang bertuliskan “Islam is of the Devil.” Mereka menolak untuk mengganti kaos yang mereka kenakan, pengurus sekolah akhirnya menyuruh para murid itu pulang karena melanggar aturan cara berpakaian di sekolah.

Mereka yang mengenakan kaos menghina Islam itu adalah anggota gereja setempat yang disebut Dove World Outreach Center. Seorang anggota gereja mengatakan kepada surat kabar The Gainesville Sun, mereka membeli kaos itu secara online di internet.

Setidaknya ada seorang murid SD, satu orang murid SMP, dan dua siswa SMA, yang keluarganya berasal dari jamaat gereja Dove, yang mengenakan kaos itu ke sekolah.

Kebijakan sekolah yang menyuruh mereka pulang itu mendapat pujian dari sekitar dua lusin wali murid Muslim yang hadir pada pertemuan dewan sekolah Alachua County awal pekan ini. Sebagian penduduk mengucapkan terima kasih.

Nancy E. Dowd, direktur University of Florida Center on Children & the Law, mengatakan bahwa apa yang dilakukan beberapa murid itu melanggar Amandemen Pertama yang menjamin hak orangtua dan anak di sekolah. Anak-anak punya hak sebagai mana diatur dalam Amandemen Pertama, meskipun tidak sebesar hak orang dewasa, demikian dikatakannya.

Merasa tindakan gerejanya benar, pada pertemuan Senin malam itu, Wayne Sapp mengeluarkan pernyataan dari pastur senior Terry Jones yang berbunyi, “Kami jelas memiliki hak konstitusional untuk bebas berbicara.”

Namun, dalam pertemuan itu Dan Boyd, pengawas di Alachua County, menyampaikan secara resmi “rasa malu atas apa yang terjadi.”
“Saya ingin Anda semua tahu, bahwa apa kelakuan seperti itu tidak bisa ditoleransi,” katanya menegaskan.

Ketua Dewan Sekolah, Tina Pinkoson, juga mengatakan bahwa sentimen anti-Muslim tidak boleh beredar di sekolah-sekolah umum.

“Saya hanya ingin katakan, kita tidak bisa membiarkan–dan saya tidak mau–sebuah keluarga yang memiliki kekuasaan, bisa membuat orang lain merasa terancam atau ada intoleransi di lingkungan sekolah,” kata Pinkioson. “Dan saya yakin, sebuah keluarga, sebuah kelompok kecil, telah mulai melakukan tindakan yang sangat, sangat tercela semacam itu.”

Tindakan anti-Islam semacam itu memang bukan yang pertama kali dilakukan oleh gereja Dove World Outreach Center. Di lingkungan gereja yang berlokasi di Blok 5800, Jalan Northwest #37, pada awal bulan lalu, mereka memasang tulisan “Islam is of The Devil.”

Dr. Nausheen Khuddus yang memiliki 4 anak yang bersekolah di sekolah umum mengatakan, “Seharusnya pernyataan bernada kebencian seperti itu tidak diberi ruang, tidak peduli apakah pernyataan itu menyinggung Islam atau agama lain.”

Dr. Rizwana Thanawala yang dua anaknya bersekolah di sekolah umum merasa terkejut karena gereja memanfaatkan anak kecil untuk menyebarkan  pesan yang menyesatkan. “Ketika anak-anak saya mendengar hal ini, mereka langsung merengut.”

Yousif Mohamed, pelajar berusia 16 tahun, mengatakan orangtua dan pelajar seharusnya “menegakkan prinsip toleransi di masyarakat” dan tidak mengkritik atau mencela orang lain yang berbeda agama.[di/gv/ap/www.hidayatullah.com

]

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: