Ramadhan Tinggal 10 Hari, Sudah Sampai Mana Bacaan Al Qur’an Kita?


Sunnah dalam bulan Ramadhan adalah membaca Al Qur’an. Karena waktu itu, Jibril dan Rasulullah melakukan tadarus Al Qur’an. Para Salaf pun telah melakukan hal serupa, lalu bagaimana dengan kita?

Hidayatullah.com–Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al Qur`an. Bahkan Imam Al Bukhari meriwayatkan dalam Shahih-nya, bahwa di tiap tahunnya Jibril Alaihissalam membacakan Al Qur`an kepada Rasulullah SAW, dan itu dilakukan di tiap-tiap malam selama Ramadhan.

Oleh sebab itu, dengan berpedoman dengan hadits ini, Al Hafidz Ibnu Hajar berpendapat bahwa terus-menerus membaca Al Qur`an di bulan Ramadhan akan menambah kemulyaan bulan itu. (Fath Al Bari,9/52).

Karena itulah, para salaf amat memperhatikan dan “menggalakkan” amalan tilawah, dandalam bulan mulia ini.

Adalah Aswad bin Yazid An Nakha’i Al Kufi. Disebutkan dalam Hilyah Al Auliya (2/224) bahwa salah satu tabi’in ini mengkhatamkan Al Qur`an dalam bulan Ramadhan setiap dua hari, dan beliau tidur hanya di waktu antara maghrib dan isya, sedangkan di luar Ramadhan beliau menghatamkan Al Qur`an dalam waktu 6 hari.

Adapula Qatadah bin Diamah, dalam hari-hari “biasa”, tabi’in ini menghatamkan Al Qur`an sekali tiap pekan, akan tetapi tatkala Ramadhan tiba beliau menghatamkan Al Qur`an sekali dalam tiga hari, dan apabila datang sepuluh hari terakhir beliau menghatamkannya sekali dalam semalam .(Al Hilyah, 2/228).

Tabi’in lain, Abu Al Abbas Atha’ juga termasuk mereka yang “luar biasa” dalam tilawah. Di hari-hari biasa ia menghatamkan Al Qur`an sekali dalam sehari. Tapi di bulan Ramadhan, Abu Al Abbas mempu menghatamkan 3 kali dalam sehari. (Al Hilyah 10/302).

Manshur bin Zadan, termasuk tabi’in yang terekam amalannya di bulan diturunnya Al Qur`an ini. Hisham bin Hassan bercerita, bahwa di bulan Ramadhan, Manshur mampu menghatamkan Al Qur`an di antara shalat Maghrib dan Isya’, hal itu bisa beliau lakukan dengan cara mengakhirkan shalat Isya hingga seperempat malam berlalu. Dalam hari-hari biasapun beliau mampu menghatamkan Al Qur`an sekali dalam sahari semalam. (Al Hilyah, 3/57).

Sedangkan Abu Hanifah, dalam bulan Ramadhan juga mampu menghatamkan Al Qur’an dua kali dalam sehari. Sekali di siang hari, sekali di alam harinya. Bahkan Ibnu Mubarak mengatakan, “Abu Hanifah menghatamkan Al Qur’an dalam 2 rakaat” (Manaqib Al Imam Abi Hanifah, 1/241-242)

Imam As Syafi’i sendiri mampu menghatamkan Al Qur’an 60 kali dalam bulan Ramadhan. (Lathai`if Al Ma’arif, hal.400)

Lalu bagaimana dengan kita?

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: