Satu-persatu Tersangka Teroris Menyerahkan Diri


Jakarta: Afwam, tersangka kasus terorisme, telah menyerahkan diri ke polisi. Menurut  Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Kepolisian RI, Inspektur Jenderal Polisi Nanan Sukarna, Selasa (13/10) malam, seperti dilansir ANTARA, tersangka kini masih diperiksa tim Mabes Polri, Selasa malam.

Nanan menjelaskan, Afwam diduga menyembunyikan dua buronan kasus ledakan bom JW Marriott dan Ritz-Carlton, Syaifudin Zuhri dan Muhammad Syahrir, di tempat kos Ciputan, Tangerang Selatan, Banten. Bersama dengan tersangka lain yakni Sonny, Afwan mencarikan kamar kos untuk ditempati Syaifudin dan Syahrir.

Afwan dan Sonny patungan membayar kamar kos sebesar Rp 480 ribu sebulan. Sonny sendiri telah ditangkap oleh Detasemen Khusus 88 Anti Teror Kepolisian Daerah Sumatra Barat saat dia menjadi relawan korban gempa di daerah itu. Tersangka ini adalah mahasiswa semester akhir Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Islam Negeri (UIN) Ciputat [baca: Tersangka Teroris Berinisial So Diringkus].

Afwam dan Sonny bekerja sama dengan tersangka Fajar menyembunyikan dua buron. Fajar yang tertangkap di Bekasi, Jawa Barat berperan mengantarkan kedua buron ke tempat kos. Fajar adalah keponakan kedua buronan itu.

Polisi menangkap Fajar sebelum menggerebek rumah kos yang dihuni Syaifudin dan Syahrir. Keduanya tewas ditembak polisi karena menyerang polisi dengan melempar tiga bom rakitan.

Syaifudin adalah perekrut dua pelaku bom bunuh diri di hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton yakni Dani Dwi Permana dan Nana Ichwan Maulana. Sedangkan Syahrir berperan sebagai perencana aksi ledakan.

Pekan lalu, seorang tersangka terorisme bernama Aris juga menyerahkan diri ke Kepolisian Resor Temanggung. Aris selanjutnya diserahkan ke Polda Jawa Tengah lalu diteruskan ke Mabes Polri. Aris diduga menjadi orang yang membantu pelarian Noordin. Penyerahan diri tersangka terorisme sangat jarang terjadi karena biasanya mereka tertangkap polisi yang terus mengejarnya hingga berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun.

Buron teroris Aris Makruf tadi malam menyerahkan diri ke Kepolisian Resort Temanggung, Jawa Tengah.

Kapolres Temanggung Ajun Komisaris Besar Polisi Muhammad Zari, saat dikonfirmasi Tempo, tidak bisa memberikan keterangan lebih lanjut. “Saya tidak punya kewenangan untuk berbicara langsung. Langsung saja ke Polda Jawa Tengah,” kata Zari saat dihubungi lewat telpon.

Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Jateng Kombes Pol Suwarno, kasus ini masih dalam pemeriksaan pihaknya. “Kasus ini masih dalam proses,” ujarnya.

Menurut juru bicara Mabes Polri, Inspektur Jenderal Nanan Soekarna, Aris mendatangi markas Polres pukul 22.30 dan langsung diinterogasi. “Selanjutnya Aris diantar ke Polda Jawa Tengah dan diserahkan kepada Densus 88 Polda,” ujar Nanan dalam pesan singkatnya, Sabtu (2/10).

Pada 2006, Aris lolos dari sergapan polisi di rumahnya di Gemawang, Temanggung. Dari rumah itu, polisi menemukan sejumlah dokumen dan bahan peledak. “Yang besangkutan (Aris) terlibat dalam kelompok teroris,” ujar Nanan.

Selama dalam persembunyian, Aris diduga berada di Sumenep, Jawa Timur, dan menyamar sebagai guru. Hal itu diketahui setelah polisi memeriksanya.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: