Karomah atau Ilmu Kesaktian?


Kita pastinya tidak asing lagi dengan istilah karomah yang biasanya dikaitkan atau dialamatkan kepada seseorang yang memilki ilmu tertentu, terutama ilmu agama. Lazimnya, karomah adalah bukti paling kuat bahwa seseorang yang diberikan karomah itu berstatus sebagai wali. Ini adalah cara pandang masyarakat pada umumnya. Artinya, karamah bisa disebut sebagai alat ukur bahwa orang yang bersangkutan, yakni yang disebut memiliki karomah itu, sebagai orang yang benar karena karamah selau dipercaya berasal dari Allah. Bukan dari yang lain.

Di beberapa daerah, terutama yang masih kental dengan unsur kepercayaan Hindu-Budha yang melebur dengan nilai-nilai ajaran Islam, karomah sangat berkaitan erat dengan kesaktian seseorang. Bahkan uniknya, karomah itu sudah menjadi disiplin ilmu tersendiri yang bisa dikaji. Bertentangan memang, mengingat dalam ajaran Islam dinyatakan bahwa karomah tidak lain adalah anugerah yang Allah berikan kepada orang beriman dan bertakwa. Tak u-bahnya seperti hadiah, karomah sejatinya tidak dicari sedemikian rupa, namun ia akan diberikannya kepada orang tersebut seiring dengan pengabdiannya kepada Islam, atas izin Allah.

Dalam nalar pikiran orang-orang yang mempelajari ilmu karomah diyakini bahwa pada diri setiap manusia mempunyai berbagai potensi dan kemampuan diri yang cemerlang. Kemampuan tersebut meliputi kemampuan ‘membaca tanda-tanda ghaib’. Kemampuan tersebut adalah kemampuan yang berada di alam bawah sadar. Seperti halnya karomah, ia diyakini merupakan hasil dari kemampuan terpendam ma-nusia yang diolah dan dipelajari sedemikian rupa.

Menurut mereka, inti dari proses mendapatkan karomah ini adalah dengan menghadirkan sosok ‘kekuatan ghaib’ dalam diri. Jika dia seorang muslim, maka ‘kekuatan ghaib’ yang dimaksud adalah Allah. Artinya, dia harus ‘menghadirkan’ Allah dalam jiwa dan pikirannya sampai ia merasa bahwa dirinya telah melebur dengan Allah.

Meski hal ini tidak mungkin terjadi dalam bentuk fisik, namun bagi mereka yang mempercayai bahwa karomah bisa didapat dengan proses belajar tertentu, pastinya tidak ragu lagi bahwa meleburnya seseorang bersama Allah adalah cara untuk mendapatkan ka-ramah itu sendiri.

Ini sangat mirip dengan konsep wih-datul wujud atau dalam bahasa Jawa dikenal dengan istilah manunggaling kawula gusti. Memang tidak ada perbe-daan dalam konsep ini, karena hakikatnya keyakinan tersebut berawal dari konsep-konsep tauhid yang bathil, sebagaimana konsep wihdatul wujud yang dicetuskan oleh al-Hallaj dan Siti Jenar.

Dalam kajian selanjutnya, manusia yang sudah ‘melebur’ bersama Allah, seperti pendekar sakti yang tidak takut pada siapapun karena ia bersama Allah. Ia sadar bahwa kekuatan Allah akan mengalir dalam setiap gerakan tubuh-nya dan dalam aliran darah serta nafas-nya. Ia hanya berfokus pada satu titik, yakni mempertahankan kehadiran Allah dalam dirinya, dan tidak lagi berfokus pada lawan mainnya karena ia yakin musuhnya itu pasti kalah dengan sen-dirinya.

Ilmu-ilmu karomah

Mengingat bahwa karomah diyakini sebagai llmu tersendiri yang bisa didatangkan dari Empu-nya ilmu, yaitu Allah, maka ilmu karomah pun meluas definisi dan bagianbagiannya. Berikut adalah contoh beberapa ilmu karomah men-urut sudut pandang masyarakat umum:

Tenaga Dalam

Ilmu ini kadang dinamakan sebagai ilmu kanuragan, inner power, atau bio elektrik. Tenaga dalam adalah ilmu yang sebenarnya ada dalam setiap diri manusia dan ia tersimpan di bawah titik kesadaran manusia. Ia akan muncul jika manusia itu mengkaji dan mendalaminya.

Manfaat dari adanya tenaga dalam ini adalah untuk beladiri, menyembuh-kan suatu penyakit, pagar badan (ber-jaga-jaga dari serangan luar) dan lain sebagainya. Bicara soal tenaga dalam, sebenarnya para ‘ahli’ sekalipun masih menganggapnya misteri alias tidak mampu memetakan bagaimana cara kerja tenaga dalam pada tubuh manusia. Namun dari mereka banyak menyimpulkan bahwa tenaga dalam itu erat kaitannya dengan ‘ilmu bathin’ yang tentunya juga diperlukan ‘alat bantu ghaib’ yang berbeda dengan materi kasat mata.

Pukulan Maut

Kadang orang menyebutnya Ilmu Jurus Badar, Ilmu Dzul Fiqar (merujuk kepada nama pedang Rasulullah yang diberikan kepada Sahabat Ali), Ilmu Hizbul Barqi, atau Ilmu Pukulan Halilintar. Beragam nama itu merujuk pada satu konsep bahwa jenis ilmu ini merupakan perluasan dari ilmu tenaga dalam yang lebih berwujud fisik.

Mungkin kita pernah mendengar beberapa kisah orang yang mampu mengalahkan lawannya, bahkan hingga mati, hanya dengan satu pukulan saja. Ya, kisah ini mungkin benar jika yang bersangkutan mendalami ilmu pukulan maut ini. Biasanya jenis ilmu ini banyak dipelajari di berbagai perguruan silat, terutama persilatan tradisional. Ada juga beberapa ‘pelajar’ yang berasal dari luar pondok, seperti orang-orang awam yang biasanya punya po-sisi rawan, contohnya preman atau petugas keamanan.

Halimunan

Jenis ilmu ini kadang disebut ilmu hilang karena berfungsi menyembunyikan diri secara raga dari penglihatan musuh. Ilmu Halimunan dimanfaatkan bagi orang yang dikejar-kejar oleh seseorang atau kelompok orang yang berniat jahat. Dengan ilmu ini, orang yang mengamalkannya akan terbebas dari niat jahat itu. Misal, dia akan terbebas dari ilmu pelet, santet, atau penerawangan orang lain dari jarak jauh karena dirinya sudah tertutupi oleh ilmu halimun sehingga orang lain tidak bisa menembus dirinya.

Kaca Benggala

Yang satu ini kadang pula disebut sebagai Ilmu Terawang, maksudnya ilmu ini digunakan untuk menerawang seseorang atau sesuatu. Sangat dibutuhkan bagi orang yang sedang dalam kondisi bingung ketika menghadapi masalah. Yang mendalami Ilmu Kaca Benggala ini dengan sendirinya akan mampu melihat seseorang atau sesuatu dari jarak jauh dan bahkan mampu menerka kronologis suatu peristiwa dari masa lampau hingga yang akan datang.

Rawatan Limpas Bayang

Adapun ilmu ini sering disebut de-ngan teknik pengobatan jarak jauh. Hampir di seluruh perguruan tenaga dalam mengajarkan ilmu ini. Menurut ahli kebathilan, konsep ilmu rawatan limpas bayang ini ‘diperkuat’ dengan adanya dalil dari al-Qur’an yang ber-bunyi; “Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami, dan dia lupa pada kejadiannya, ia berkata : Siapakah yang menghidupkan tulang-belulang, yang telah hancur luluh?” Katakanlah : “Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk. (Yasin: 78-79)

Terjemahan ayat ini mengandung pesan bahwa Allah mampu menghidupkan segala sesuatu yang tak pernah terpikir oleh manusia, sekalipun manusia adalah makhluk berpikir. Tulang belulang yang hancur lebur, amat mudah bagi Allah untuk menyatukan dan menghidupkannya kembali. Dari sini kemudian para ‘ahli’ mengkaji bahwa ayat tersebut bisa dijadikan sarana untuk melahirkan Ilmu Rawatan Limpas Bayang.

Sebenarnya, cukup banyak nama-nama jenis ilmu yang berkaitan dengan karomah. Sebut saja seperti Brajamusti, Saifi Angin, Hizib Inti Bumi, Hizib Nabi Sulaiman, Rawarontek, Pengasihan atau Pelet, dan lain sebagainya. Masing-masing dari jenis ilmu ini memiliki keunggulan tersendiri. Namun begitu, biasanya ilmu-ilmu tersebut menuntut beberapa hal seperti rutinitas melakukan amalan, pembayaran atau sering dinamai mahar dan pula ijazah (izin men-transfer ilmu).

7 Tanggapan

  1. kok gk ada syarat nya ??

  2. Wa’alaikum salam wr wb
    untuk akhi rudo198
    1. ya, apa yang anda katakan dan rasakan itulah adanya, amalan-amalan yg selama ini anda pelajari adalah media (permohonan) untuk mengundang dan mendekatkan diri anda kepada jin agar dia senantiasa ada beserta anda, sehingga anda akan selalu dijaga oleh jin yang anda minta.
    2. sebaiknya anda merukyah diri sendiri dengan bacaan yang sesuai ajaran Nabi SAW. bukan tidak boleh di rukyah oranglain hanya saja akan mengurangi ketawakalan anda (ini menurut pendapat ulama yg masyhur)

  3. Alhamdulillah! Jawaban Mas Mujadid telah memuaskan hati saya. Terimakasih ya Mas Mujadid.
    Oya, link blog ini sudah saya pasang di blog saya.Saya tunggu link baliknya ya.
    Salam hangat jabat erat dariku.

  4. Tentu Nabi SAW yang paling banyak mempunyai karomah dari Allah dibanding kita, tetapi mengapa saat terjadi perang Badar (?) gigi Nabi copot dilempar batu oleh musuh. Berarti Nabi SAW tidak kebal/mempunyai Ilmu kesaktian yang disebutkan di atas ?Mohon penjelasan.Terimakasih.
    .Oya, link blog ini sudah saya pasang di blog saya, semoga membawa kebaikan dan manfaat bagi kita semua.

    • Assalamu ‘alaikum wr wb
      Izinkan saya untuk membalas pertanyaan anda.
      Saudaraku, benar sekali jika Nabi SAW memiliki karomah, namun bukan berarti beliau bukan manusia biasa. Beliau adalah manusia biasa, yang membutuhkan makan, minum dan terluka jika tersakiti.

      Adapun karomah yang ada pada diri Beliau itu semata-mata bukan karena kemampuan Beliau sendiri untuk membuat atau mendatangkan karomah tersebut tapi ini adalah hadiah dari Alloh SWT, bagi siapapun yang Dia kehendaki.

      Sebagaimana Beliau pernah merasakan di sihir, sakit atau bahkan gigi beliau berdarah ketika perang dan lainnya ini menunjukan beliau adalah manusia biasa yang sedikitpun tidak mempunyai kelebihan mengetahui sesuatu yang ghaib.

      Semisal mendatangkan kebaikan atau mudhorot bagi seseorang atau pun menghindar dari musibah. Adapun beberapa kejadian dimana Rosululloh bisa sesutau yang ghaib ini jelas wahyu dari Alloh bukan karena Rosululloh mempunyai kemampuan untuk mengetahui hal ghaib.

      Jika saja nabi bisa membuat karomah atau mukjizat itu sendiri scaya tak akan ada kekalahan dalam perang tak akan pernah sakit atau terluka.

      Sebagaimana Alloh berfirman “Katakanlah (wahai Muhammad):Aku tidak kuasa mendatangkan kemanfaatan bagi diriku dan tidak pula kuasa menolak kemadharatan kecuali yang dikehendaki Allah. Dan andaikata aku mengetahui yang ghaib, tentulah aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditimpa kemadharatan. Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman”. [al-A’râf: 188]

      Demikianlah Alloh memerintahkah Rosul-Nya mengatakan apa adanya sebagaimana ayat di atas.

      Disinilah letak kesalahan sebagian banyak orang yang menganggap bahwa jika ada seorang yang mempunyai kesaktian atau keanehan maka dia disebut memiliki karomah, maka dengan sendirinya dia pun menjadi seorang wali.
      Tidak demikian adanya, Sebagaimana dikatakan Imam Syafi’i: “Bila kamu melihat seseorang berjalan di atas air atau terbang di udara maka ukurlah amalannya dengan Sunnah”. (sejauh mana pengamalan ilmu agamanya)

      Kebanyakan manusia menganggap seseorang itu wali jika memiliki ilmu yang aneh-aneh walaupun itu sihir bahkan pelakunya pun adalah ahli maksiat….
      Perlu diketahhui bahwa: Berbeda antara karomah, mukjizat dan sihir.

      Karomah adalah keistimewaan yang Alloh anugerahkan kepada siapapun yang dia kehendaki tanpa di minta dan hal ini tidak bisa dipelajari (untuk mendapatkannya).

      Adapun Mukjizat ini Alloh anugerahkan hanya khusus kepada para nabi sebagai pembukti dan penguat untuk membuktikan kebenaran risalah yang di bawa nya.

      Sedangkan sihir adalah pekerjaan setan dan hal ini bisa di pelajari (untuk bisa mendapatkan/memilikinya) Bahkan pada masa Rosululloh saw atau bahkan sampai saat ini bagi siapapun yang memiliki kemampuan sihir maka dia adalah manusia paling hina dan rendah serta tidak layak di gauli dalam kehidupannya. Mengapa demikian, anda lihat bagaimana orang-orang akan beramai-ramai menghakimi siappun yang dicurigai memiliki kemampuan untuk menyantet, tenung dll.

      atau bahkan pada masa Rosul, bagaimana mereka menghinakan nabi dan al Quran dengan mengatakan bahwa nabi adalah tukang sihir dan al QUran adalah mantra sihir yang di baca-baca oleh Nabi.

      Jadi sangat jauh berbeda antara orang yang memiliki karomah dan mukjizat sebagai wali-wali Alloh dan orang yang memiliki sihir sebagai wali-wali setan.

      Tapi yang lebih heran, bahkan banyak sekali pesantren yang justru disitu di ajarkan ilmu-ilmu sihir seperti ilmu kebal, menerawang sesuatu yang ghaib bahkan mereka ada tingkatannya sampai tingkatan tertinggi. Bukannya belajar ilmu syar’i, mereka baru dikatakan ustaz kalo sudah bisa atau punya ilmu tertentu… heran..ya..

      Namun inilah realita kaum muslimin saat ini mereka memuja-muja siapa pun orang yang memiliki kekuatan sakti baik itu dukun, paranormal, atau bahkan ustaz dan habib dll. Padahal pada nyatanya ini semua dusta atas nama agama.

      • Assalamualaikum w w

        Ustadz pengasuh…tulisan tentang karomah di atas memang tepat dan benar jika menilik dari pengalaman saya pribadi yang pernah belajar tentang beragam ilmu2 tersebut. Di tempat dimana saya dibesarkan, hal2 spt dijelaskan di atas memang terjadi dan mendarah daging. Seakan2 yang paling hebat dan paling mulia di masyarakat adalah seseorang yang memiliki ilmu agama yang dicampuri oleh ilmu ghaib yang tinggi pula.

        Dampak negatif (klo boleh sy katakan demikian) yang saya peroleh dari belajar ilmu2 tersebut adalah, seringnya kagetan, padahal sekarang ini, setelah saya sadar akan kekeliruan mempelajari ilmu2 tersebut, saya sudah tidak pernah lagi membaca amalan2 yang diperintahkan oleh guru2 saya (+/- 3 guru). Jika saya sedang serius mengerjakan sesuatu atau fokus terhadap sesuatu, lalu sy tiba2 disenggol, disentuh, atau yg serupa dg itu, maka dengan refleks saya akan memberikan pertahanan ala pencak silat. Akibatnya paling sedikit adalah rasa malu, paling parah adalah ada seseorang yg sy sakiti, entah teman atau keluarga sendiri, meskipun tentu tanpa sadar.

        Pertanyaan saya,
        1. apakah itu semua karena telah ada jin dalam tubuh saya akibat dari ilmu2 ghaib yg sy pelajari? karena saya sadar semua kekuatan itu tidak serta merta datang, tapi harus saya usahakan atau pelajari.
        2. jika jawabannya iya, tentu saya harus di rukyah bukan? bagaimana caranya? bolehkah dirukyah oleh orang lain?

        Demikian, mohon jawabannya ustadz…syukron…

        Wassalamualaikum w w

        Rudo

  5. […] Karomah atau Ilmu Kesaktian? […]

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: