Walt Disney Perahu Penyesatan Anak-anak.


Kerap kali Disney membuat simbol kejahatan dan para penjahat dengan sosok Islam. Dan pembuatan karakter jahat de-ngan tokoh yang bernampilan Islam bukan hanya sekali namun berulang-kali karakter ini dibuat. Sekali lagi ini bukanlah kebetulan namun me-mang ada upaya yang terselubung untuk menciptakan image buruk ter-hadap Islam dan kaum muslimin.

Walt Disney merupakan nama yang sudah akrab bagi telinga kita, hingga tidak perlu lagi diperkenalkan kepada seluruh masyarakat di dunia.

Siapa tidak kenal dengan film-film kartun keluaran Walt Disney se-perti Mickey Mouse, Donald Duck atau Goofy Dog, sampai anak kecil yang belum bersekolahpun cukup hafal dengan semua tokoh kartun yang telah dikeluarkan oleh Walt Dis-ney.

Adapun Walt Disney, sudah sa-ngat dikenal dengan propaganda-nya untuk melunturkan pemaham-an Islam bagi penontonnya terlebih khusus adalah anak-anak.

Kecurigaan ini cukup beralasan dikarenakan sejarah pendirian dari studi film ini sendiri berasal dari sul-bi bangsa Yahudi. Sebut saja Holly-wood, sebuah sumber mengatakan, bahwa dari pendekatan perfilman, pada tahun 1996 ada sebuah maja-lah bernama “Moment Magazine”, yang mengklaim dirinya “majalah khusus bagi orang Yahudi.” Majalah itu di antaranya memuat sebuah la-poran utama “Zeus runs Hollywood, so what?” Ada sebuah kesan som-bong dan menantang. Di situ dipa-parkan secara luas, memang benar Hollywood dikuasai oleh Yahudi.

Siapa-siapa saja tokoh besar Ya-hudi disebutkan juga dalam buku “The Zion Hollywoodisme”. Maka Siapapun yang tidak sejalan dengan tokoh Yahudi tersebut akan disingkir-kan.

Bukan hanya itu, pendiri kota Hollywood sendiri, sebagai sebuah kota pusat perfilman, di antaranya adalah tokoh Yahudi.

Yang jelas Yahudi sangat memi-liki peran dalam perfilman Hollywood dalam tiga cara. Pertama, dalam isi atau cerita film. Disebutkan da-lam buku ini, di antaranya film “Ma-trix”, karya-karya Spielberg, dan se-bagainya. Kedua, penguasaan me-dia dalam usaha pembentukan opi-ni publik. CNN, Century Fox, ada-lah di antara media-media tersebut. Ketiga, dalam pendanaan. Seba-gian besar dana pembuatan film Ste-phen Spielberg didukung penuh oleh Yahudi. Hampir seluruh studio besar perfilman Hollywood dikuasai oleh Yahudi, misalnya Paramount, Cen-tury Fox, Walt Disney, dan banyak lainnya.

Kembali kepada Walt Disney, rak-sasa perfilman anak inipun dipimpin oleh seorang Konglomerat hiburan terbesar, yaitu seorang Yahudi ber-nama Michael Eisner (CEO). Sehing-ga dengan ini Walt Disney Compa-ny, telah memiliki beberapa anak perusahaan dibidang stasiun televi-si. Misalnya Walt Disney Television, Touchstone Television, dan Buena Vista Television.

Walt Disney dengan penguasaan penuh dari bangsa Yahudi, tidak akan pernah melewatkan kesempatan ini untuk melancarkan opini-opini Israel kepada dunia khusus tentang masa-lah masjid Al-Aqsha yang ada di da-lam kawasan Israel.
Untuk ini Walt Disney pernah me-lakukan perhelatan besar didalam pa-meran Walt Disney Millenium yang diselenggarakan di kota Epcot Centre Florida. Dimana pada pameran ini Walt Disney mencoba untuk menon-jolkan Jerusalem sebagai ibu kota da-ri Negara Israel. Propaganda ini me-mang telah dipersiapkan dengan ma-tang oleh bangsa Yahudi sehingga pa-da acara ini Israel menyumbang 1,8 juta US Dollar. Dan format ini sebe-narnya adalah pesanan dari negara Israel untuk memberikan opini yang kuat kepada dunia tentang posisi Al-Quds yang sesungguhnya. Walaupun terdapat saham Amir Saudi Waleed bin Thalal di Walt Disney, namun perusahaan yang bergerak di bidang hiburan, film dan animasi ini sangat terlihat murni untuk mendukung Is-rael. Dan upayanya untuk membu-rukkan citra Arab dan umat Islam da-lam produk-produknya.
Kuatnya dominasi Yahudi terha-dap semua media informasi memang adalah sebuah target dari cita-cita mereka. Fu’ad bin Sayyid Abdurrah-man ar-Rifa’i dalam bukunya Yahu-di dalam Informasi dan Organisasi, menunjukkan bagaimana kaum Ya-hudi memperkuat pengaruhnya le-wat dominasi kantor berita, media massa, perfilman, keuangan dan lem-baga dunia.

Untuk Walt Disney sendiri peng-asas pertamanya adalah dua ber-saudara Disney yang terkenal de-ngan keyahudiannya, yaitu Walter Elias Disney dan Ray O. Disney se-kitar tahun 1925.

Ada pesan dari semua film kartun produk Disney yang tidak pernah hi-lang yaitu tentang keharusan untuk memerangi penjahat dan musuh-musuh dunia agar tercipta dunia de-ngan kebahagian.

Hanya masalahnya kerap kali Dis-ney membuat simbol kejahatan dan para penjahat dengan sosok Islam. Dan pembuatan karakter jahat de-ngan tokoh yang bernampilan Islam bukan hanya sekali namun berulang-kali karakter ini dibuat. Sekali lagi ini bukanlah kebetulan namun me-mang ada upaya yang terselubung untuk menciptakan image buruk ter-hadap Islam dan kaum muslimin.

Diantaranya adalah sekitar tahun 1982 Disney pernah memproduksi sebuah film kartun yang mengisah-kan tentang kucing terbang. Cerita-nya adalah ada sebuah planet yang seluruhnya adalah orang-orang kuat dan hebat. Dihadapan mereka pen-duduk bumi adalah sangat terbela-kang dan lemah. Singkat cerita sang kucing terbang ternyata bisa berhu-bungan dengan seorang ilmuwan Amerika dalam ceritanya. Lalu ke-duanya bersepakat untuk mengha-dapi satu kelompok penjahat yang berusaha untuk mendapatkan ge-lang-gelang kucing agar dapat me-nguasai dunia. Sekelompok penja-hat yang dimaksud dalam kisah ini adalah orang-orang Arab, yang me-nyandang nama-nama arab seperti: Ahmad, Muhammad, Zakariya dan Ali. Dan anehnya untuk peran dari karakter jahat di film ini, Disney de-ngan sengaja langsung mendatang-kan orang arab asli yang berbicara dengan dialek badui.

Bukti yang kedua dari kebencian Disney terhadap Islam adalah sete-lah usainya perang teluk kedua pa-da tahun 1991 Disney mengeluar-kan satu film kartun dengan judul ‘Aladdin yang menjelekkan bang-sa Arab dan kaum muslimin. Jalan ceritanya adalah dimana didalam cerita ini dikisahkan tentang adanya kekuatan jahat yang didalamnya ber-satu potensi sihir dan jin yang masuk kedalam dunianya.

Dimana kekuatan jahat ini me-miliki keinginan untuk membelah atom agar menjadi kekuatan peng-hancur. Pekerjaan ini dilakukan oleh laki-laki arab yang sangat jahat yang bernama Ja’far dengan gambaran fisik memiliki hidung yang mancung seperti orang-orang arab pada umum-nya. Selain itu karakter jahat ini di-gambarkan memakai pakaian khas timur (seperti jubah, gamis) dan ber-janggut lebat, gambaran penjahat seperti ini bukan hanya sekali namun sudah berulang karakter ini dimun-culkan.

Disney pun telah menyiapkan pendanaan besar untuk membantu program pemerintah AS untuk me-merangi terorisme, walaupun sebe-narnya yang AS perangi hanyalah beberapa negara yang terkenal de-ngan Ahlu Sunnahnya dan gerakan-gerakan Islam yang ada di dunia.

Di situs Disney pernah dirilis se-buah gambar dimana foto Ka’bah yang penuh dengan manusia-ma-nusia yang sedang melakukan iba-dah thawaf, kemudian gambar Ka’-bah yang mulia tersebut diganti de-ngan gambar bola golf salah satu tempat yang menjadi objek wisata di Walt Disney Land.

Tidak hanya itu Disney pun per-nah membuat pameran pada tang-gal 1 Oktober 1999, dimana dari pameran tersebut memicu perdebat-an antara Liga-liga Arab serta ormas-ormas Islam dengan pihak Disney. Dimana saat itu Disney membuat pameran Al-Quds Seribu Kubah di-mana pada pameran ini disebarkan opini bahwa Al-Quds merupakan mi-lik bangsa Yahudi yang ada di Israel bukanlah milik umat Islam. Dalam acara ini dibuatlah angket yang di-sebarkan didepan pintu masuk pa-meran kepada anak-anak dengan pertanyaan “Apakah Ibu Kota Is-rael???”. Setelah acara ini berlang-sung sebuah surat kabar terkenal New York Times memuat berita tang-gapan dari kasus perdebatan dengan Ormas-ormas Islam serta Liga Arab. “Jika perusahan Disney menerima usulannya yang ini dijadikan opini publik dunia setelah merubah na-ma pameran dari Al-Quds Ibu ko-ta Israel menjadi Al-Quds Jan-tung Israel. Jika itu diterima, se-orang pengusaha siap mendanai pro-yek pameran itu meskipun mengha-biskan seluruh kekayaannya.”

Maka tidak ada kata apapun yang harus kita lakukan melainkan ada-lah boikot Disney dari rumah-rumah kaum muslimin..!!!! ■


Satu Tanggapan

  1. […] referensi : https://majalahummatie.wordpress.com/2009/11/17/walt-disney-perahu-penyesatan-anak-anak/ […]

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: