ALLOH PENCIPTA LANGIT DAN BUMI



((اللهُ بَدِيْعُ السَّمَوَاتِ وَاْلأَرْضِ))

“Alloh Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, Maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya: “Jadilah!” lalu jadilah ia.”

(QS. al-Baqoroh: 117)

A

l-Badî’ adalah satu dari sekian nama indah Alloh , karena Dia memang yang mengadakan segala sesuatu. Dia adalah pencipta pertama sebelum segala sesuatu itu ada. Sebagaimana firmna-Nya, “ Alloh Pencipta langit dan bumi” (QS. al-Baqoroh: 117), karena Dia lah pencipta yang tidak mencontoh bentuk yang sudah ada sebelumnya. Hal ini sebagaimana dikatakan Ibnu Atsir , beliau mengatakan, “al-Badî’ berarti yang  menciptakan dan yang mengadakan dengan tidak mencontoh bentuk yang sudah ada sebelumnya.” (an-Nihayah: 1/106).

az-Zujaji menjelaskan, “Abda’ta asy-syai’a ibda’an: engkau mengadakan sesuatu yang baru. Sedangkan makna ‘menciptakan’ adalah dimana satu ciptaan dibuat sendiri tanpa dibantu oleh orang lain. Alloh  berfirman: “Alloh Pencipta langit dan bumi’. (QS.al-Baqoroh: 117). Dengan ayat tersebut Alloh  berkehendak bahwa dia sendirilah Pencipta langit dan bumi.” Sedang Khatabi  mengatakan Dialah yang menciptakan makhluk secara asli dan sendiri tanpa contoh terlebih dahulu. (Sya’nu ad-Du’a:96)

Maka jika kita hendak mengetahui makna dan nama Alloh  al-Badî’ maka lihatlah langit dan luasnya langit, banyaknya gugusan bintang, matahari, bulan dan masih banyak yang lainnya. Maka kita akan mengerti bahwa Alloh  telah membuat ciptaan yang paling sempurna. Alloh  pun mengatakannya demikian, bahkan lebih jauh lagi Alloh  menantang dan memerintahkan kepada mereka yang ragu tentang kesempurnaan ciptaan-Nya agar mencermati apakah ada kecacatan dan ketidak sempurnaan ciptaan-Nya. Alloh  berfirman:

“(Dia) yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Robb yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang? Kemudian pandanglah sekali lagi niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan sesuatu cacat pun dan penglihatanmu itupun dalam keadaan letih.” (QS.al-Mulk: 3-4).

Alloh  juga berfirman:

“Maka Apakah mereka tidak melihat langit yang ada di atas mereka, bagaimana Kami meninggikannya dan menghiasinya dan dan tiada cacat padanya.” (QS. Qaaf: 6)

$uZù=yèy_ur uä!$yJ¡¡9$# $Zÿø)y™ $Wßqàÿøt¤C ( öNèdur ô`tã $pkÉJ»tƒ#uä tbqàÊ̍÷èãB ÇÌËÈ

“Dan Kami menjadikan langit itu sebagai atap yang terpelihara, sedang mereka berpaling dari segala tanda-tanda (kekuasaan Alloh) yang terdapat padanya”. (QS. al-Anbiyaa’, 32)

Bagi hamba-hamba Alloh  yang menggunakan akalnya dan merenungkan kehidupan ini akan mampu menemukan keagungan dari penciptaan ini.

Mengagungkan dan berdoa kepada-Nya dengan nama ini (Badî’ as-Samâwâti wa al-Ardh).

Tirmizi  meriwaytkan dari Anas bin Malik  bahwa Nabi  memasuki masjid lalu ada seorang yang berdoa setelah selesai melaksanakan sholat dan berdoa dengan mengucapkan:

اَللَّهُمَّ لاَإِلَهَ إِلاَ أَنْتَ اَلْمَنَّانُ بَدِيْعُ السَّمَوَاتِ وَْلأَ رْضِ يَاذَا الْجَلاَلِ وَاْلإِكْرَامِ

“Ya Alloh, tiada Tuhan selain Engkau Yang Maha Pemberi Anugrah. Pencipta langit dan bumi yang memiliki Keagungan dan Kemuliaan.”

Lalu Nabi  bertanya, “Apakah kalian mengetahui dengan apa dia berdoa? Dia berdoa dengan nama yang agung, yang kalau diseru dengannya maka akan menjawab dan jika diminta akan memberi.” (HR. Tirmizi: 3544 dan Abu Daud: 1495)

Sumber: Al-Asma al Husna dan Syarah Asma’ul Husna (Prof. Dr. Umar Sulaiman al-Asyqar)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: