“Sudah haji, kok masih…”

Pertanyaan besar, mengapa jumlah haji di suatu desa misalnya, tidak seiring dengan perubahan sosial desa tersebut? Baik dibidang pendidikan, pengentasan kemiskinan, dsb. Mengapa jumlah haji di Indonesia yang meningkat setiap tahun tidak berbanding lurus dengan terselesaikannya masalah kebangsaan: korupsi, kemiskinan, rendahnya pendidikan, jeleknya mutu kesehatan dan ancaman disintegrasi bangsa. Apakah fenomena ini berarti bahwa para haji tidak mencapai Mabrur?

Ritual haji merupakan jalan reflektif bagi manusia untuk mencapai kejatidiriannya. Manusia dengan kesadaran penuh sebagai manusia, bukan manusia yang sudah terasing dari kemanusiaannya sehingga bertingkah tidak selayaknya manusia: menghisap, menindas dan memeras sesamanya.

Mungkin karena diantara mereka  yang naik haji tidak mendasarkan niatnya secara tepat. Ada saja sementara orang yang naik haji, hanya karena mengikuti apa yang dilakukan oleh teman, tetangga, atau orang pada umumnya atau hanya sekedar seremoni belaka dengan segala kelebihannya.

Sehingga banyak yang sudah haji, kok masih korupsi? Sudah haji, kok, pakaiannya masih seronok? Sudah haji, kok, perilaku negatifnya tidak berubah? Bahkan banyak orang yang naik haji, tetapi sholatnya belum komplit, apalagi sempurna. Dan sederet pertanyaan membumbung setiap kali musim haji tiba.

Prosesi haji itu seakan tidak membekas begitu sampai di Tanah Air. Mengapa semua itu terjadi? Sudah banyak buku yang mengupas dan membahas tentang haji.

Setiap tahun, sedikitnya Indonesia mengirim 220.000 jamaah. Jamaah terbesar di dunia yang pergi ke Tanah Suci, Mekkah. Tapi, begitu sampai ke kampung halaman, pertanyaan “sudah haji, kok …” terus saja terulang.

Berawal dari pijakan yang salah sampai kesalahan lainnya ibadah haji jadi tidak berkah dan benar sebagai contoh operasional haji dari hasil bunga bank. Biaya perjalanan ibadah haji (BPIH) yang dikelola oleh Departemen Agama se`bagian besar dikelola Bank-Bank konvensional, dana yang diterima oleh Depag jumlahnya mencapai triliunan rupiah, kalau setiap jamaah menyetorkan uang muka 20 juta rupiah sebagai pembayaran tahap awal, kalau kuota Haji Indonesia terdapat 210.000 jamaah maka akan terhimpun dana 4,1 triliun yang mengendap di Bank, padahal saat ini kuota untuk jamaah haji Indonesia hingga tahun 2010 sudah penuh, maka akan ada puluhan triliun dana haji yang telah mengendap di Bank tempat jamaah menyetorkan BPIH yang sebagian besar masih menggunakan Bank konvensional.

Lebih ironisnya lagi bunga Bank dari setoran biaya perjalanan haji diambil oleh Departemen Agama digunakan oleh panitia pelaksana ibadah haji (PPIH) sebagai operasional penyelenggaraan haji, mulai dari operasional petugas, hingga penyediaan fasilitas operasional haji yang jumlahnya mencapai puluhan miiyar, secara syariah tentunya uang yang diperoleh dari bunga Bank Konvensional tersebut adalah riba dan haram hukumnya.

Uang riba yang dikelola oleh Depag tentunya akan mempengaruhi keberkahan pelaksanaan ibadah haji tentunya dan berpengaruh terhadap kebersihan uang yang dikelola dari tabungan Bank jamaah. Padahal Bank Syariah yang seharusnya bisa dimanfaatkan untuk mengelola dana setoran haji yang diperoleh jamaah haji sangat jelas dari segi hukum syariah. Di samping itu dengan menggunakan Bank Syariah dana setoran haji jamaah dapat terjaga dari segi pemanfaatannya dan membantu perekonomian umat, sementara Bank Konvensional belum tentu dimanfaatkan untuk kemaslahatan umat Islam.

BPIH jamaah haji sudah seharusnya dikelola oleh Bank Syariah yang jelas-jelas bisa dimanfaatkan untuk kepentingan umat Islam. Mengambil bunga BPIH dari bank konvensional merupakan riba yang sangat mengganggu keberkahan pelayanan haji. Karena bunga Bank secara hukum Islam adalah haram, dan mengelola ibadah dengan uang haram adalah masalah besar yang harus dituntaskan dalam mencapai haji yang mabrur dan berkualitas.

Iklan

Video Tragis Detik-Detik Pemukulan Perdana Menteri Italia Silvio Berlusconi

Pada serangan itu dua gigi Berlusconi tanggal, patah tulang hidung dan bibirnya juga luka setelah dipukul oleh seorang laki-laki yang memegang sebuah suvenir.

Berlusconi sempat terlihat limbung sesaat benda keras tersebut mendarat di wajahnya. Sementara si pelaku penyerangan Massimo Tartaglia berhasil diamankan oleh pihak berwenang setempat.

Mau Dapet Gratis SMS Tausiyah Tiap Hari?

Anda ingin menata hidup lebih baik….

Mendapatkan informasi penting….

dan memperluas wawasan keislaman Anda…?

Dapatkan SMS bimbingan secara gratis…!

Ketik        :        Bim#nama#kota domisili

Kirim ke :        0812 1000 9451 (tarif biasa)

Contoh    :       Bim#Andre#Jakarta

Kami akan segera mengirimkan pesan-pesan bimbingan berisi wawasan islami secara rutin dan gratis


Saudaraku…
Setiap manusia membutuhkan bimbingan…
Setiap kita harus berusaha menata hidup yang lebih baik…

Mendapatkan bimbingan yang mengarahkan hidup
ke jalan yang lurus, berilmu, dan menata diri menjadi pribadi
yang lebih islami, adalah suatu keniscayaan


* Setelah anda mendapatkan respon tausiyah bimbingan, forward pesan ini kepada rekan, sahabat, atau kerabat dekat Anda agar mereka dapat mengambil faidah dan Anda pun mendapat pahala….

HASMI
Harakah Sunniyah Untuk Masyarakat Islami
Jl. Raya Kapt. Yusuf, Purnama Tamansari Bogor
No. Telp: (0251) 8486089, 8389788. Fax: (0251) 8389788
www.hasmi.org

Bahas Seks di Luar Nikah, Wartawati Di Hukum Cambuk

Seorang wartawati Arab Saudi dijatuhi hukuman cambuk 60 kali karena perannya dalam program televisi yang membahas seks di luar nikah.

Wartawan ini menjadi produser televisi, yang di dalam acaranya, seorang pria menggambarkan kehidupan seksnya di luar nikah.

Program ini menimbulkan skandal besar ketika ditayangkan beberapa bulan lalu. Laki-laki yang mengaku mencari wanita Saudi untuk melakukan hubungan badan sudah terlebih dulu dihukum.

Peristiwa ini merupakan salah satu skandal terbesar di Arab Saudi selama bertahun-tahun belakangan ini. Program yang membuat heboh ini merupakan bagian dari seri televisi bernama Red Lines yang dibuat perusahaan televisi satelit terkenal Lebanon, LBC.

Program ini membahas persoalan-persoalan tabu di dunia Arab. Misalnya, soal seks di luar nikah yang dilakukan warga Arab Saudi di negara mereka.

Merasa ditipu

Laki-laki Saudi yang tampil dalam program ini, Mazen Abdul Jawad, membuat marah banyak orang karena dia bercerita tentang tekniknya dalam mencari wanita Saudi untuk berhubungan badan dengan mereka. Dengan berlinang air mata, dia meminta maaf, tetapi dia kemudian tetap dihukum lima tahun dan dicambuk 1.000 kali. Sejumlah tiga temannya yang tampil di acara sama masing-masing mendapat hukuman dua tahun.

Abdul Jawad mengatakan bahwa dia ditipu oleh produser acara televisi itu. Perwakilan stasiun televisi ini di Arab Saudi sekarang ditutup, dan produser acara ini, yang dua-duanya adalah wanita, diajukan ke pengadilan.

Salah seorang sudah dinyatakan bersalah dan dicambuk 60 kali. Bisa jadi, dia adalah wartawan perempuan Saudi pertama yang mendapat hukuman semacam ini. LBC tidak berkomentar dalam masalah ini. Stasiun ini sudah lama dikritik oleh para ulama Saudi karena menayangkan berbagai acara yang menampilkan penyanyi dan artis berpakaian minim ke Arab Saudi. Ironisnya, salah satu pemilik LBC adalah miliarder Saudi, Pangeran Alwaleed bin Talal.

AL-QUR’AN Dilecehkan Lagi di Facebook. Facebook Diancam Boycott!

Memboikot (tidak menggunakan) Facebook selama tiga hari sejak tanggal 24 Oktober muncul dari ide sang pemilik group; We want Facebook to close this group “qoran toilet paper” Kareem Sherif.
(aksi protes terhadap manajemen facebook yg membiarkan sebuah group bernama “qoran toilet paper”_Egypt“
Dia menuturkan “bahwa meskipun group kita tumbuh, tetapi Facebook tidak juga menjadikan kita sebagai pertimbangan dan (bahkan) mengacuhkan permintaan kita, Jadi kami memutuskan tanggal 24 Oktober akan menjadi yang pertama bagi kami (untuk memboikot Facebook). Dan jika Facebook tidak menutup group itu setelah 24 Oktober, kami akan membuat jalan lain untuk protes” tegas Sherif.

Dukungan mengalir terus bukan hanya dari kalangan kaum muslimin saja, bahkan dari kalangan non-muslim yang setuju dengan penutupan group tersebut (Koran toilet paper). Mereka beranggapan bahwa group tersebut dibuat oleh kelompok kebencian, sebagaimana yang dituturkan Nichelle warga Amerika yang beragama Nashrani.

Tanggal 24 Oktober juga telah disepakati oleh para member group yang berjumlah 400.000 ribu lebih dan terus bertambah setiap menitnya. Terlihat sebagian para member yang mulai mengganti photo profile mereka dengan gambar-gambar yang menunjukkan protes (termasuk saya pribadi).

Ini gambar pelecehan terhadap kitab suci Al-Quran di facebook :

Jika anda seorang muslim dan mempunyai akun di facebook serta ingin mendukung aksi, silahkan save as gambar dibawah dan ganti foto profile anda (Allahu Akbar!!).


Ritual Pengorbanan Manusia (Untuk Jimat) Ala Dukun di Uganda Merajalela

Ritual pengorbanan manusia meningkat di Uganda. Menurut kepolisian setempat, tahun ini sebanyak 23 orang tewas menjadi tumbal upacara pengorbanan. Korban terutama anak-anak dan bayi.

Puluhan anak lain yang diculik berhasil diselamatkan pada saat-saat terakhir sebelum dikorbankan. Dukun-dukun memberikan potongan tubuh manusia pada pasien-pasiennya sebagai obat atau jimat pembawa keberuntungan.

Kepolisian Uganda masih berusaha menghentikan praktik ini. Sampai saat ini, 100 orang telah ditangkap.(Kompas.com)

Kesetaraan Jender Ternyata Ciptakan Eksploitasi Terhadap Perempuan

Jayapura: Pemerhati Masalah Perempuan, Asri Supatmiati di Jayapura, Rabu (1/7) menyatakan, gagasan kesetaraan jender yang saat ini banyak diusung kaum feminis ternyata hanya menciptakan jalan untuk mengeksploitasi para perempuan.

“Para feminis ini menghendaki agar kaum perempuan diberi hak-hak yang setara dengan laki-laki dengan menghilangkan diskriminasi,” ujarnya.

Selanjutnya dia menjelaskan, para feminis menganggap kewajiban para perempuan di dalam kehidupan rumah tangga sebagai beban yang menghambat kemandirian sehingga harus disingkirkan walaupun dengan cara mereduksi nilai-nilai budaya dan agama. Misalnya peran sebagai ibu untuk mengandung, menyusui, mendidik anak dan mengatur urusan rumah tangga.

Sementara itu, sistem kehidupan kapitalisme yang saat ini diterapkan hampir di seluruh bidang kehidupan masyarakat, menuntut para perempuan juga harus mampu menghasilkan materi sebagai perwujudan eksistensi dan aktualisasi diri mereka di ranah publik.

Akibatnya, perempuan yang berusaha menunjukkan jati dirinya di dunia kerja yang pekat dengan nilai-nilai kapitalisme dengan meninggalkan kehidupan domestik justru terjebak dalam sistem kehidupan ini sehingga memurukkan harkat dan martabatnya.

“Para perempuan ini, antara sadar dan tidak, menjadi ujung tombak dalam sistem ekonomi kapitalisme. Jadi model, sales promotion girl, public relation sampai profesi sebagai pelobi hampir selalu berada di pundak mereka untuk mendatangkan pundi-pundi rupiah,” tandas Asri.

Di sisi lain, perempuan terdidik yang berkesempatan mengenyam pendidikan tinggi, tidak luput dari lingkaran eksploitasi. Menurut Asri, tenaga dan pikiran mereka diperas habis-habisan untuk menggerakkan roda-roda perekonomian dengan lebih banyak menghabiskan waktu di gedung-gedung perkantoran daripada di rumah.

Bahkan, eksistensi perempuan di ranah publik kapitelisme justru semakin mendudukkan posisi mereka dalam kubangan libido laki-laki yang tidak punya benteng iman dan takwa.

Oleh karena itu, Asri menegaskan gagasan kesetaraan jender adalah racun bagi kaum perempuan sendiri.

Gagasan yang berasal dari dunia barat ini, bukan merupakan jalan terbaik untuk mengentaskan persoalan perempuan.

Sebaliknya, menyetarakan posisi perempuan dan laki-laki menimbulkan persoalan baru bagi perempuan dan bahkan masyarakat pada umumnya. Seperti tingginya angka perceraian yang melahirkan orang tua tunggal, rendahnya angka natalitas, maraknya pelecehan seksual terhadap perempuan dan lain sebagainya.

“Masyarakat jangan tertipu dengan ide kesetaraan jender, jika ingin menyelamatkan generasi dan bangsa dari kehancuran,” tegas Asri. (Althaf/antara/arrahmah.com)