Perkembangan Studi al-Qur’an di Indonesia

Al- Qur’an adalah sumber utama hukum Islam sejak generasi Sahabat hingga kini, Meskipun mereka hidup di jaman dan tempat yang berbeda, namun hasil kajian yang dituangkan para ulama dalam kitab-kitab tafsirnya secara prinsip tidak jauh berbeda. Adanya beberapa perbedaan penafsiran di kalangan para ulama yang bermartabat lebih bersifat variatif dan bukan kontra-diktif. Sebab dalam menafsirkan ayat-ayat, mereka mengacu pada prinsip dan kaedah ‘Ulum al-Qur’an yang benar, yang diwariskan secara terpercaya dari generasi ke generasi. Perkembangan prinsip kajian al-Qur’an melalui metode sanad (mata rantai) dari ulama-ulama yang bermartabat senantiasa disandarkan pada konsep wahyu. Landasan sanad yang terbina dalam tradisi keilmuan Islam dengan sendirinya tidak memberi ruang bagi berkembangnya paham relativisme dan spekulasi akal yang tidak bertanggung jawab. Dalam sebuah atsar, Abu Hurairah  menuturkan: “Sesungguhnya ilmu ini (sanad) adalah agama. Oleh sebab itu, perhati-kanlah dari siapa kamu mengambil agamamu.”

Landasan sanad ini terjaga oleh tradisi ilmu yang mengakar kuat dalam masyarakat Islam hingga abad pertengahan. Pusat-pusat pembelajaran seperti masjid, halaqah (lingkar studi), madrasah, selalu penuhi penuntut ilmu. Bahkan di saat kondisi politik sedang kacau dan kerusuhan bermunculan di mana-mana, sejumlah ulama Muslim masih terus bermunculan dan memberikan konstribusinya.

Nasib Studi al-Qur’an Kini

Meskipun di sejumlah lembaga pendidikan Islam di Indonesia masih eksis memegang tradisi sanad dalam mengembangkan studi al-Qur’an, namun dibagian lain, justru kondisinya berbanding terbalik. Dengan alasan “objektivitas ilmiah”, netralitas hasil kajian yang tidak memihak dan menghilangkan nuansa ideologis, studi al-Qur’an dikembangkan secara liar. Tradisi sanad dianggap ketinggalan dan dipandang sebagai produk abad pertengahan yang statis dan bernuansa Islam klasik.

Sebagai gantinya, hasil kajian tokoh-tokoh orientalis dan liberal dijadikan rujukan utama dalam studi Islam. Dalam kacamata mereka, ajaran Islam seringkali dipaksa untuk berkompromi dengan realitas yang berkembang di masyarakat (sosiologis). Maka muncullah studi Islam berperspektif gender, syariat berbasis HAM, dan Quran untuk perempuan. Bukan sebaliknya, yakni Gender dalam perspektif Islam, HAM berbasis syariat, dan perempuan dalam al-Qur’an. Sebab ajaran-ajaran Islam tidak lagi dipandang sebagai acuan dasar dalam memahami realitas, tapi realitas dan akallah yang dinobatkan untuk menentukan corak Islam.

Buku “Pengarusutamaan Gender Dalam Kurikulum IAIN”, contoh kecil di antara gelombang pengeliruan studi Islam yang dilakukan para sarjana liberal. Buku terbit atas kerjasama satu perguruan tinggi Islam negeri di Indonesia dengan McGill CIDA.

Lebih lanjut dinyatakan bahwa: “Pendekatan dalam kuliah dilakukan sedapat mungkin berperspektif gender dengan mengemukakan berbagai contoh yang mendukung ke arah kesetaraan gender”. Sedangkan tujuan matakuliah ini di antaranya: “Mahasiswa akan dapat menjelaskan situasi dan kondisi historis saat ayat-ayat al-Qur’an diwahyukan sehingga mampu mengambil pesan moralnya”.

Dengan menyimak uraian di atas, maka dipahami bahwa ayat-ayat yang biasa dituding sebagai biang kezaliman dan penindasan terhadap perempuan harus ditafsiri ulang secara kontekstual. Sementara ayat-ayat yang mendukung paham kesetaraan gender harus ditafsirkan secara harfiyah, tekstual.

Sementara untuk Metodologi tafsir al-Qur’an yang menjadi salah satu topik perkuliahan, diarahkan mengkaji tafsir gaya Aminah Wadud. Seorang tokoh feminis liberal radikal yang tersohor berkat keberaniaannya tampil sebagai khatib dan imam shalat jumat dengan jama’ah campur baur antara laki-laki dan perempuan.

v Bahan rujukan memahami al-Qur’an

Liberalisasi al-Qur’an tidak dilakukan secara serampangan, tapi ia adalah sebuah konspirasi dan makar tingkat tinggi untuk merusak ajaran Islam dari dalam. Makar liberalisasi ini diprogram secara massif dan sistemik melalui kurikulum yang siap menghasilkan sarjana-sarjana Muslim yang qualified dalam mengelabui makna akidah dan syariat. Ungkapan ini mungkin dipandang bombastis, emosional dan provokatif. Tetapi kesan tersebut akan hilang jika mencermati buku-buku yang dijadikan bahan rujukan untuk mata uliah Ulum al-Qur’an I, di antaranya seperti Toward Understanding Islamic Law (Abdullahi Ahmad al-Naim), Wanita Dalam al-Qur’an (Aminah Wadud Muhsin), Perempuan Tertindas (Hamim Ilyas dkk), al-Kitab wa al-Qur’an (M. Syahrur), al-Risalah al-Saniyah (Mahmood Muhammad Toha), Mafhum al-Nas (Nasr Hamid Abu Zayd), Tafsir Kontekstual al-Qur’an (Taufiq Adnan Amal dan Syamsu Rizal Panggabean). Meskipun ada beberapa buku rujukan yang benar, namun jumlahnya sangat sedikit dan diletakkan di akhir.

Buku-buku rujukan yang kontroversial ini ditulis oleh para pemuja liberalisme radikal yang gemar mencetuskan pemikiran nyeleneh, bahkan beberapa di antaranya telah difatwa murtad, kabur dari negaranya dan ada yang dihukum mati. Kenyelenehan mereka jelas terlihat saat memunculkan gagasan bahwa al-Qur’an adalah produk budaya, mengingkari syari’at, batasan aurat yang relatif dan berubah-ubah, menuduh bahwa mushaf yang ada sekarang ini adalah produk rekayasa politik Utsman bin Affan , sehingga diusulkan menerbitkan al-Qur’an Edisi Kritis, menghalalkan homoseksual, memberi stigma bahwa ciri utama Islam fundamentalis adalah mereka yang menolak menerapkan metode Kristen dan Yahudi (hermeneutika) untuk memahami al-Qur’an, dan lain-lain.

Buku Aminah Wadud, wanita dan al-Qur’an (Quran and Women) misalnya, tidak hanya dijadikan rujukan matakuliah ‘Ulum al-Qur’an saja, tapi juga digunakan sebagai 5 matakuliah lainnya, seperti Ulum Hadits, Tafsir, Filsafat Hukum Islam, Masail Fiqh dan Aliran Modern Dalam Islam. Demikian halnya dengan karya Hamim Ilyas dkk, Perempuan Tertindas juga dijadikan rujukan untuk 6 mata kuliah, yaitu Ulum al-Qur’an, Ushul Fiqh, Fiqh, Masail Fiqh, Sejarah Peradaban Islam dan Ilmu Dakwah.

Ketimpangan seperti ini juga menjadi tradisi di banyak matakuliah kajian keislaman. Dengan menetapkan satu buku sebagai rujukan untuk bermacam-macam matakuliah, mengesankan bahwa liberalisasi studi Islam ternyata dilakukan secara tidak elegan dan toleran. Ia dipenuhi pemaksaan, jumud, penuh intrik dan ambisi pribadi. Sebut saja misalnya buku “Argumen Kesetaraan Gender” karya Nazaruddin Umar, dinobatkan sebagai rujukan untuk 4 mata kuliah, yaitu Ulum al-Hadits, Tafsir, Ushul Fiqh, Studi Tokoh Sastra Arab. Padahal penulisnya bukanlah seorang pakar sastra Arab dan tidak memiliki latar belakang di bidang ini. Di samping itu, buku ini juga tidak ada kaitan khusus dengan kajian ilmu Hadits, apalagi ilmu ushul fiqh.

Uniknya lagi buku Membina keluarga Mawaddah wa Rahmah dalam bingkai Sunah Nabi yang terbit atas kerjasama dengan Ford Foundation juga dijadikan sebagai rujukan untuk 3 matakuliah ‘Ulum al-Hadits, Hadits dan Ilmu Dakwah. Padahal buku ini banyak menolak hadits-hadits yang tidak sejalan dengan paham feminisme Barat. Sebagai contoh, di antara isu yang dibahas dalam buku ini adalah mengkritik Hadits Nabi tentang ciri-ciri wanita salehah. Tiga ciri kesalehan wanita seperti hadits yang diriwayatkan Abu Dawud dan al-Baihaqi, yaitu sikap menyenangkan pandangan suaminya, mematuhi perintahnya, dan menjaga kehormatan dirinya dan harta suaminya di saat suaminya pergi, malah dijadikan objek kemarahan. Baginya, Hadits ini dianggap tidak adil dan hanya berisi tuntutan sepihak terhadap perempuan.
Meskipun penulisnya mengakui bahwa hadits ini adalah Hadits yang sahih, tidak menyalahi al-Qur’an, tidak menyalahi amalan ulama salaf dan tidak bertentangan dengan akal sehat, tetapi penulisnya melarang kalau Hadits ini diamalkan apa adanya, secara semestinya dan tekstual. Sebaliknya, Hadits ini harus dipahami secara kontekstual-sosiologis. Karena kesalehan wanita itu relatif dan bisa berubah menurut tempat, zaman dan kebutuhan.

Penutup

Studi al-Qur’an adalah jantung studi Islam, karena memang semua ilmu keislaman bersumber darinya. Sifat kewahyuan al-Qur’an yang final dan universal, mempengaruhi karakter pendekatan studi al-Qur’an untuk tidak bisa dilepaskan begitu saja dari aspek-aspek wahyu dan iman. Jika saja Rasulullah saat menerima wahyu mengalami perubahan fisik yang luar biasa, misalnya beliau terlihat sangat takut dan minta diselimuti, terkadang dahi beliau bercucuran keringat padahal saat itu sedang musim dingin, terkadang nampak wajah beliau kemerah-merahan dengan suara yang tidak beraturan dan terkadang tubuhnya menjadi sangat berat, sampai-sampai paha Zayd bin Tsabit terasa mau patah ketika menahan kaki Rasulullah yang tiba-tiba kedatangan wahyu. Maka apakah layak seorang Muslim saat menggali kandungan al-Qur’an mencampakkan aspek kewahyuannya untuk ditukar dengan spekulasi akal yang tidak terarah dan permisif untuk disusupi aneka purba sangka? Tidakkah merusak studi al-Qur’an berarti sebuah konspirasi memutuskan umat dari akar khazanahnya?! Wallahu a’lam wa ahkam bi l-sawab.

Sumber: Dr. Adian Husaini (Studi al-Qur’an Yang Dikelirukan), Insistnet.

“Friday” Aliran Sesat Baru di Majalengka

Majalengka: Diduga dijadikan tempat aktivitas aliran sesat, sebuah padepokan ritual Aliran Friday di Desa Ranji Wetan, Kecamatan Kasokandel, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, dibongkar warga, Senin (11/1). Aliran ini dipimpin Beben Bentar.

Warga dari Gerakan Anti Maksiat (Geram) Majalengka memulai aksinya dengan berjalan kaki sejauh satu kilometer. Pembongkaran juga melibatkan personel dari Kepolisian Resor Majalengka. Setelah menyisir seluruh ruangan, warga merobohkan bangunan. Di belakang bangunan tersebut ditemukan sebuah makam yang diduga menjadi lokasi puncak ritual komunikasi gaib.

Polisi menyita sejumlah alat ritual sebagai barang bukti. Menurut polisi, aliran ini sesat karena sebagian ajarannya menyimpang dari ajaran Islam. Di antaranya, tidak mewajibkan umatnya salat lima waktu dan sesama pengikut yang berbeda jenis kelamin wajib bersetubuh. Kini, Beben Bentar telah ditahan dan diperiksa di Markas Polres Majalengka. (Agus Suci Iswahyudi-metrotvnews.com)

VIDEO: Ribuan Warga Syi’ah Wuquf di Karbala

Seperti dikutip Eramuslim.com (bagi yang belum tahu ada baiknya membaca dulu berita ini dari  Eramuslim.com):

Sumber-sumber berita resmi Irak menyatakan bahwa ribuan warga Syi’ah dari Iran dan negara-negara Teluk melaksanakan wuquf di Karbala, sebagai pengganti wuquf di Arafah, Selasa (23/11).

Berikut ini kami mendapatkan video yang diposting di youtube.com yang menayangkan tawaf  mereka di kabah buatan mereka sendiri yang berada ditanah karbala irak. Walaupun video ini bukan video baru lagi yang telah di posting di youtube.com bahkan video ini sudah marak beredar beberapa tahun yang lalu.

Namun sebagi bentuk kepedulian kami terhadap perkembangan Islam khususnya di tanah air kami merasa perlu dan penting untuk menyampaikan masalah ini.

video diatas adalah pernyataan dari Imam besar Syiah yang menyatakan kedudukan dan keutamaan Karbala dibanding Kabah di Mekkah.

Video kedua ini menunjukkan mereka yang sedang wukuf di Kabah Karbala Irak dan kutipan pidato imam mereka tentang keutamaan dan kedudukan kabah.

Sebagai seorang muslim sudah selayaknya kita memperdalam lagi pengetahuan tentang agama ini agar tidak melegalkan dan menghalalkan paham-paham yang menghancurkan akidah islam termasuk pengetahuan tentang rukun islam. Barangsiapa merubah rukunnya berarti telah keluar dari Islam itu sendiri.

ADAKAH BURUNG KEMATIAN ?

Majalah UMMATie edisi 01/th.1 Rajab 1428/Agustus 2007

Satu hal yang paling ditakuti oleh setiap orang adalah kesialan. Di sebagian masyarakat kita ada suatu kepercayaan klasik yaitu mengaitkan kesialan dengan sebab-sebab tertentu yang sebenarnya irrasional (tidak masuk akal), seperti mengaitkan kesialan dengan hari, bulan, tanggal kelahiran, burung hantu, dan sebagainya.

Kepercayaan yang aneh (khurafat) seperti ini tak jarang menjamur di berbagai pelosok masyarakat, kepercayaan yang tidak jelas asal usulnya. Ada kisah menarik yang terjadi di masyarakat, tapi sangat berbahaya bagi aqidah seorang muslim. Kita semua mungkin tahu, bahkan pernah mendengar kepercayaan seperti dalam kisah di bawah ini.

Di suatu desa tingga lah seorang kakek tua, sebut saja Pak Tejo namanya. Dia sangat disegani masyarakat karena ilmunya yang luas, ilmu yang dipelajarinya dari buku primbon warisan nenek moyang. Sehingga ia sering dijadikan tempat bertanya oleh masyarakat setempat ketika mau mengadakan hajat apa saja seperti: pesta pernikahan, hari apa yang baik, harus pasang apa dan apa, ketika khitan, mendirikan rumah dan segala macam acara adat lainnya. Pada hari Sabtu saudaranya terkena musibah sakit keras, dia ingin pergi berkunjung menemui saudaranya yang sedang sakit keras tersebut, maka pergilah dia ke tempat saudaranya! Jalan kaki seorang diri, terlihat dari langkah kakinya dia sangat terburu-buru. Mendadak di tengah perjalanan dia menghentikan langkah kakinya karena ada seekor ular melintas di depannya! Spontan dia balik arah untuk pulang lagi, karena menurut kepercayaannya kalau ada seekor ular melintas di depannya menandakan ada bahaya yang sedang mengancam dirinya, entah kecelakaan atau apa saja yang jelas akan terjadi bahaya. Dengan kepercayaan yang dia yakini, maka spontan ia mengurungkan niatnya untuk menjenguk saudaranya yang sedang sakit keras saat itu. Bahkan tidak akan pergi ke manapun di hari itu walaupun untuk suatu hal yang sangat penting.

Lain halnya yang terjadi pada Pak Tukino (bukan nama sebenarnya), yang tinggal di desa Kalirejo, sebutlah begitu. Di malam Jum’at kebetulan dia sedang tugas ronda di pos kamling bersama teman ronda malamnya, Marna panggilannya. Di tengah malam kira-kira pukul 01.00 WIB dia mendengar suara burung hantu di atas rumahnya. Serentak merindinglah bulu kuduknya, karena baginya itu adalah pertanda akan ada kematian pada orang sekitar atau orang yang dicintainya, maka mulailah dia gelisah, sedih dan murung karena takut dirinya akan mati malam itu, atau salah satu dari keluarganya. Sudah menjadi kepercayaan baginya, juga kebanyakan masyarakat sekitar bahwa burung hantu adalah burung kematian, ia akan membawa kabar buruk bagi siapa saja yang ditemuinya. Maka orang-orang sangat membenci burung tersebut.

Sebenarnya banyak lagi kisah yang hampir mirip dengan kisah di atas. Ada hal yang sangat penting bahkan urgen sekali bagi seorang muslim un-tuk mengetahui dan bisa mengambil hikmah dari kisah tersebut, karena hal di atas kita sadari atau tidak akan meracuni dan merusak aqidah kaum muslimin. Ada pertanyaan dari kisah di atas:

  1. Apakah benar ular tanda kesialan?
  2. Apakah benar suara burung han-tu tanda kematian?

Sikap Islam dalam masalah tersebut

Marilah sejenak berfikir dan merenung untuk mendapat jawaban yang tepat dari pertanyaan di atas.

Allah  berfirman: “Para rasul itu berkata: “Kemalangan kalian adalah karena kalian sendiri. Apakah jika kalian diberi peringatan (lalu kalian bernasib malang)? Sebenarnya kalian adalah kaum yang melampui batas”. (QS. Yasin: 19).

Firman Allah : “Ketahuilah, Sesungguhnya kesial-an mereka itu adalah ketetapan dari Allah, akan tetapi kebanyakan mere-ka tidak mengetahui”. (QS. Al-A’raf: 131)

Abu Hurairah  menuturkan bahwa Rasulullah  bersabda:

لاَ عَدْوَى وَلاَ طِيَرَةَ وَلاَ هَامَةَ وَلاَ صَفَرَ (رواه البخرى و مسلم)، وَزَادَ مُسْلِمْ (وَلاَ نَوْءَ وَلاَ غُوْلَ)

Tidak ada ‘adwa, thiyarah, hamah, dan Shafar”. (HR. Bukhari dan Muslim).

Dan dalam riwayat Muslim ditambahkan: …”dan tidak ada nau’ serta ghul”.

‘Adwaa : adalah penjangkitan atau penularan penyakit. Maksud sabda Nabi di sini adalah untuk menolak anggapan mereka ketika masih di zaman jahiliyah, bahwa penyakit berjangkit, atau menular dengan sendirinya, tanpa kehendak dan takdir Allah . Anggapan inilah yang ditolak oleh Rasulullah , bukan keberadaan penjangkitan atau penularannya; sebab dalam riwayat lain, setelah hadits ini, disebutkan:

وَفِرَّ مِنَ الْمَجْذُوْمِ كَمَا تَفِرُّ مِنَ الْأَسَدِ

“Dan menjauhlah dari orang yang terkena penyakit kusta (lepra) sebagaimana kamu menjauh dari singa”. (HR. Bukhari).

Ini menunjukkan bahwa, penjangkitan atau penularan penyakit dengan sendirinya tidak ada, tetapi semuanya atas kehendak dan takdir Allah , namun sebagai orang muslim, di samping beriman kepada takdir tersebut haruslah berusaha melakukan tindakan preventif sebebum terjadi penularan sebagaimana dia menjauh dari terkaman singa. Inilah hakekat iman kepada takdir Allah .

Thiyarah artinya percaya akan ditimpa kesialan karena melihat burung gagak, ular, atau apa saja yang dianggap bisa membawa kesialan pada diri mereka.

Haamah artinya burung hantu. Orang-orang jahiliyah merasa bernasib sial dengan melihat burung hantu, apabila ada burung hantu yang hinggap di atas rumah salah seorang di antara mereka, dia merasa bahwa burung hantu ini membawa berita kematian tentang dirinya sendiri, atau salah satu anggota keluarganya. Dan maksud sabda beliau adalah untuk menolak anggapan yang tidak benar ini. Bagi seorang muslim, anggapan seperti ini harus tidak ada, semua ada-lah dari Allah   dan sudah ditentukan oleh-Nya.

Shafar: yakni bulan kedua dalam tahun hijriyah, yaitu bulan sesudah Muharram. Orang-orang jahiliyah beranggapan, bahwa bulan ini, membawa kesialan. Hal ini ditolak oleh Rasulullah . Dan termasuk dalam anggapan seperti ini: merasa bahwa hari Rabu mendatangkan kesialan, hari sabtu membawa petaka. Hal ini termasuk thiyarah yang sangat dilarang oleh Islam.

Nau’ artinya bintang, arti asalnya adalah: tenggelam atau terbitnya suatu bintang. Orang-orang jahiliyah menisbatkan turunnya hujan kepada bintang ini, atau bintang itu. maka Islam datang untuk mengikis anggapan seperti ini, bahwa tidak ada hujan turun karena suatu bintang tertentu, tetapi semua itu adalah ketentuan dari Allah .

Ghul artinya hantu (genderuwo). Mereka beranggapan bahwa hantu ini dengan perubahan bentuk maupun warnanya dapat menyesatkan seseorang dan mencelakakannya. Sedang maksud sabda Nabi  di sini bukanlah tidak mengakui keberadaan makhluk tersebut, tetapi menolak anggapan mereka yang keliru yang akibatnya membuat mereka takut kepada selain Allah  serta tidak bertawakal kepada-Nya. Inilah yang ditolak oleh beliau . Untuk itu dalam hadits yang lain beliau bersabda:

“Apa bila hantu beraksi menakut-nakuti kamu, maka serukanlah adzan.” (HR. Ahmad).

Artinya, tolaklah kejahatan itu dengan berdzikir dan menyebut nama Allah .

Dari Anas bin Malik , ia berkata: telah bersabda Rasulullah :

لاَعَدْوَى وَلاَ طِيَرَةَ وَيُعْجِبُنِيْ الْفَأْلُ قَالُوْا: وَمَا الْفَأْلُ؟ قَالَ: الْكَلِمَةُ الطَّيِّبَةُ

Tidak ada ‘adwa dan thiyarah, tetapi yang ada fa’l, ia menyenangkan diriku,” para sahabat bertanya: apakah fa’l itu? Beliau menjawab: yaitu kalimah tayibah (kata-kata yang baik)”. (HR. Bukhari dan Muslim).

Abu Daud meriwayatkan dengan sanad yang sahih dari ‘Uqbah bin ‘Amir , ia berkata: “Thiyarah disebut-sebut di hadapan Rasulullah  maka beliaupun bersabda: “Yang paling baik adalah Fa’l. Thiyarah tidak boleh mengurungkan seorang muslim dari niatnya. Apabila salah seorang di antara kamu melihat sesuatu yang tidak diinginkan maka hendaknya ia berdoa:

اَللَّهُمَّ لاَيَأْتِيْ بِالْحَسَنَاتِ إِلاَّ أَنْتَ، وَلاَ يَدْفَعُ السَّيِّأَتِ إِلاَّ أَنْتَ وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِكَ

Ya Allah, tiada yang dapat mendatangkan kebaikan Engkau; tiada yang dapat menolak keburukan selain Engkau; dan tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan-Mu”. (HR. Abu Daud).

Abu Daud meriwayatkan pula da-lam hadits marfu’ dari Ibnu Mas’ud  bahwa Rasulullah  bersabda:

اَلطِّيَرَةُ شِرْكٌ، الطِّيَرَةُ شِرْكٌ، وَمَا مِنَّا إِلاَّ، وَلَكِنَّ اللهَ يُذْهِبُهُ بِالتَّوَكَّلِ

Thiyarah adalah syirik, thiyarah adalah syirik, dan tiada seorang pun di antara kita kecuali terdapat dalam hatinya sesuatu dari hal ini), hanya saja Allah  menghilangkannya dengan tawakal kepada-Nya”. (HR. Abu Daud).

Hadits ini diriwayatkan pula oleh Tirmidzi dengan dinyatakan sahih dan kalimat tersebut dijadikan sebagai ucapan dari Ibnu Mas’ud .

Imam Ahmad meriwayatkan hadits dari Ibnu ‘Amr , bahwa Nabi  bersabda: “Barangsiapa yang me-ngurungkan hajatnya (kepentingan-nya) karena thiyarah, maka dia te-lah berbuat syirik.” Para shahabat bertanya: “Lalu apakah sebagai te-busannya? Beliau menjawab: “Hen-daknya dia mengu-capkan: “Ya Allah tiada kebaikan kecuali kebaikan dari-Mu, tiada kesialan kecuali kesialan dari-Mu, dan tiada sembahan yang haq selain Engkau”. (HR. Ahmad).

Imam Ahmad meriwayatkan pula dari al-Fadhl bin al-‘Abbas

“Sesungguhnya thiyarah itu ialah yang menjadikan kamu terus melangsungkan atau mengurungkan niat (dari keperluanmu)”. (HR. Ahmad).

Tiada kesialan dikarenakan ular yang melintas di depan orang, tiada kematian disebabkan oleh burung hantu, karena semua itu Allah  yang mengaturnya. Kesialan, petaka, dan kematian adalah kehendak Allah  bukan karena yang lainnya. Adanya burung di atas rumah atau kupu-kupu yang masuk ke rumah menandakan bakal kedatangan tamu, mata kanan berkedip-kedip menandakan ada orang membicarakan tentang kebaikannya, atau bisa sebaliknya, dan banyak lagi kepercayaan takhayyul yang berkembang di tengah-tengah masyarakat. Ini semua adalah khurafat atau kepercayaan yang tidak memiliki sandaran dari agama. Seorang muslim hendaknya tidak mempercayai sesuatu kecuali jika ada landasannya dari agama.

Jiwa seorang muslim harus merdeka, tidak boleh takut atau gentar dengan kepercayaan-kepercayaan seperti di atas. Tidak boleh terhalang dari melaksanakan niatnya hanya karena burung atau yang lainnya. Dia harus bertawakkal (bersandar) kepada Allah semata. Tidak ada yang dapat memberikan manfaat selain Allah, dan tidak ada yang dapat memberikan mudharat (bahaya) selain Allah. Dengan keyakinan semacam ini seorang muslim akan memiliki jiwa yang kuat, pemberani, merdeka, dan tidak takut atau bergantung kecuali kepada Allah semata. Inilah salah satu manfaat tauhid yang bersih dan lurus.

Walt Disney Perahu Penyesatan Anak-anak.

Kerap kali Disney membuat simbol kejahatan dan para penjahat dengan sosok Islam. Dan pembuatan karakter jahat de-ngan tokoh yang bernampilan Islam bukan hanya sekali namun berulang-kali karakter ini dibuat. Sekali lagi ini bukanlah kebetulan namun me-mang ada upaya yang terselubung untuk menciptakan image buruk ter-hadap Islam dan kaum muslimin.

Walt Disney merupakan nama yang sudah akrab bagi telinga kita, hingga tidak perlu lagi diperkenalkan kepada seluruh masyarakat di dunia.

Siapa tidak kenal dengan film-film kartun keluaran Walt Disney se-perti Mickey Mouse, Donald Duck atau Goofy Dog, sampai anak kecil yang belum bersekolahpun cukup hafal dengan semua tokoh kartun yang telah dikeluarkan oleh Walt Dis-ney.

Adapun Walt Disney, sudah sa-ngat dikenal dengan propaganda-nya untuk melunturkan pemaham-an Islam bagi penontonnya terlebih khusus adalah anak-anak.

Kecurigaan ini cukup beralasan dikarenakan sejarah pendirian dari studi film ini sendiri berasal dari sul-bi bangsa Yahudi. Sebut saja Holly-wood, sebuah sumber mengatakan, bahwa dari pendekatan perfilman, pada tahun 1996 ada sebuah maja-lah bernama “Moment Magazine”, yang mengklaim dirinya “majalah khusus bagi orang Yahudi.” Majalah itu di antaranya memuat sebuah la-poran utama “Zeus runs Hollywood, so what?” Ada sebuah kesan som-bong dan menantang. Di situ dipa-parkan secara luas, memang benar Hollywood dikuasai oleh Yahudi.

Siapa-siapa saja tokoh besar Ya-hudi disebutkan juga dalam buku “The Zion Hollywoodisme”. Maka Siapapun yang tidak sejalan dengan tokoh Yahudi tersebut akan disingkir-kan.

Bukan hanya itu, pendiri kota Hollywood sendiri, sebagai sebuah kota pusat perfilman, di antaranya adalah tokoh Yahudi.

Yang jelas Yahudi sangat memi-liki peran dalam perfilman Hollywood dalam tiga cara. Pertama, dalam isi atau cerita film. Disebutkan da-lam buku ini, di antaranya film “Ma-trix”, karya-karya Spielberg, dan se-bagainya. Kedua, penguasaan me-dia dalam usaha pembentukan opi-ni publik. CNN, Century Fox, ada-lah di antara media-media tersebut. Ketiga, dalam pendanaan. Seba-gian besar dana pembuatan film Ste-phen Spielberg didukung penuh oleh Yahudi. Hampir seluruh studio besar perfilman Hollywood dikuasai oleh Yahudi, misalnya Paramount, Cen-tury Fox, Walt Disney, dan banyak lainnya.

Kembali kepada Walt Disney, rak-sasa perfilman anak inipun dipimpin oleh seorang Konglomerat hiburan terbesar, yaitu seorang Yahudi ber-nama Michael Eisner (CEO). Sehing-ga dengan ini Walt Disney Compa-ny, telah memiliki beberapa anak perusahaan dibidang stasiun televi-si. Misalnya Walt Disney Television, Touchstone Television, dan Buena Vista Television.

Walt Disney dengan penguasaan penuh dari bangsa Yahudi, tidak akan pernah melewatkan kesempatan ini untuk melancarkan opini-opini Israel kepada dunia khusus tentang masa-lah masjid Al-Aqsha yang ada di da-lam kawasan Israel.
Untuk ini Walt Disney pernah me-lakukan perhelatan besar didalam pa-meran Walt Disney Millenium yang diselenggarakan di kota Epcot Centre Florida. Dimana pada pameran ini Walt Disney mencoba untuk menon-jolkan Jerusalem sebagai ibu kota da-ri Negara Israel. Propaganda ini me-mang telah dipersiapkan dengan ma-tang oleh bangsa Yahudi sehingga pa-da acara ini Israel menyumbang 1,8 juta US Dollar. Dan format ini sebe-narnya adalah pesanan dari negara Israel untuk memberikan opini yang kuat kepada dunia tentang posisi Al-Quds yang sesungguhnya. Walaupun terdapat saham Amir Saudi Waleed bin Thalal di Walt Disney, namun perusahaan yang bergerak di bidang hiburan, film dan animasi ini sangat terlihat murni untuk mendukung Is-rael. Dan upayanya untuk membu-rukkan citra Arab dan umat Islam da-lam produk-produknya.
Kuatnya dominasi Yahudi terha-dap semua media informasi memang adalah sebuah target dari cita-cita mereka. Fu’ad bin Sayyid Abdurrah-man ar-Rifa’i dalam bukunya Yahu-di dalam Informasi dan Organisasi, menunjukkan bagaimana kaum Ya-hudi memperkuat pengaruhnya le-wat dominasi kantor berita, media massa, perfilman, keuangan dan lem-baga dunia.

Untuk Walt Disney sendiri peng-asas pertamanya adalah dua ber-saudara Disney yang terkenal de-ngan keyahudiannya, yaitu Walter Elias Disney dan Ray O. Disney se-kitar tahun 1925.

Ada pesan dari semua film kartun produk Disney yang tidak pernah hi-lang yaitu tentang keharusan untuk memerangi penjahat dan musuh-musuh dunia agar tercipta dunia de-ngan kebahagian.

Hanya masalahnya kerap kali Dis-ney membuat simbol kejahatan dan para penjahat dengan sosok Islam. Dan pembuatan karakter jahat de-ngan tokoh yang bernampilan Islam bukan hanya sekali namun berulang-kali karakter ini dibuat. Sekali lagi ini bukanlah kebetulan namun me-mang ada upaya yang terselubung untuk menciptakan image buruk ter-hadap Islam dan kaum muslimin.

Diantaranya adalah sekitar tahun 1982 Disney pernah memproduksi sebuah film kartun yang mengisah-kan tentang kucing terbang. Cerita-nya adalah ada sebuah planet yang seluruhnya adalah orang-orang kuat dan hebat. Dihadapan mereka pen-duduk bumi adalah sangat terbela-kang dan lemah. Singkat cerita sang kucing terbang ternyata bisa berhu-bungan dengan seorang ilmuwan Amerika dalam ceritanya. Lalu ke-duanya bersepakat untuk mengha-dapi satu kelompok penjahat yang berusaha untuk mendapatkan ge-lang-gelang kucing agar dapat me-nguasai dunia. Sekelompok penja-hat yang dimaksud dalam kisah ini adalah orang-orang Arab, yang me-nyandang nama-nama arab seperti: Ahmad, Muhammad, Zakariya dan Ali. Dan anehnya untuk peran dari karakter jahat di film ini, Disney de-ngan sengaja langsung mendatang-kan orang arab asli yang berbicara dengan dialek badui.

Bukti yang kedua dari kebencian Disney terhadap Islam adalah sete-lah usainya perang teluk kedua pa-da tahun 1991 Disney mengeluar-kan satu film kartun dengan judul ‘Aladdin yang menjelekkan bang-sa Arab dan kaum muslimin. Jalan ceritanya adalah dimana didalam cerita ini dikisahkan tentang adanya kekuatan jahat yang didalamnya ber-satu potensi sihir dan jin yang masuk kedalam dunianya.

Dimana kekuatan jahat ini me-miliki keinginan untuk membelah atom agar menjadi kekuatan peng-hancur. Pekerjaan ini dilakukan oleh laki-laki arab yang sangat jahat yang bernama Ja’far dengan gambaran fisik memiliki hidung yang mancung seperti orang-orang arab pada umum-nya. Selain itu karakter jahat ini di-gambarkan memakai pakaian khas timur (seperti jubah, gamis) dan ber-janggut lebat, gambaran penjahat seperti ini bukan hanya sekali namun sudah berulang karakter ini dimun-culkan.

Disney pun telah menyiapkan pendanaan besar untuk membantu program pemerintah AS untuk me-merangi terorisme, walaupun sebe-narnya yang AS perangi hanyalah beberapa negara yang terkenal de-ngan Ahlu Sunnahnya dan gerakan-gerakan Islam yang ada di dunia.

Di situs Disney pernah dirilis se-buah gambar dimana foto Ka’bah yang penuh dengan manusia-ma-nusia yang sedang melakukan iba-dah thawaf, kemudian gambar Ka’-bah yang mulia tersebut diganti de-ngan gambar bola golf salah satu tempat yang menjadi objek wisata di Walt Disney Land.

Tidak hanya itu Disney pun per-nah membuat pameran pada tang-gal 1 Oktober 1999, dimana dari pameran tersebut memicu perdebat-an antara Liga-liga Arab serta ormas-ormas Islam dengan pihak Disney. Dimana saat itu Disney membuat pameran Al-Quds Seribu Kubah di-mana pada pameran ini disebarkan opini bahwa Al-Quds merupakan mi-lik bangsa Yahudi yang ada di Israel bukanlah milik umat Islam. Dalam acara ini dibuatlah angket yang di-sebarkan didepan pintu masuk pa-meran kepada anak-anak dengan pertanyaan “Apakah Ibu Kota Is-rael???”. Setelah acara ini berlang-sung sebuah surat kabar terkenal New York Times memuat berita tang-gapan dari kasus perdebatan dengan Ormas-ormas Islam serta Liga Arab. “Jika perusahan Disney menerima usulannya yang ini dijadikan opini publik dunia setelah merubah na-ma pameran dari Al-Quds Ibu ko-ta Israel menjadi Al-Quds Jan-tung Israel. Jika itu diterima, se-orang pengusaha siap mendanai pro-yek pameran itu meskipun mengha-biskan seluruh kekayaannya.”

Maka tidak ada kata apapun yang harus kita lakukan melainkan ada-lah boikot Disney dari rumah-rumah kaum muslimin..!!!! ■


AL-QUR’AN Dilecehkan Lagi di Facebook. Facebook Diancam Boycott!

Memboikot (tidak menggunakan) Facebook selama tiga hari sejak tanggal 24 Oktober muncul dari ide sang pemilik group; We want Facebook to close this group “qoran toilet paper” Kareem Sherif.
(aksi protes terhadap manajemen facebook yg membiarkan sebuah group bernama “qoran toilet paper”_Egypt“
Dia menuturkan “bahwa meskipun group kita tumbuh, tetapi Facebook tidak juga menjadikan kita sebagai pertimbangan dan (bahkan) mengacuhkan permintaan kita, Jadi kami memutuskan tanggal 24 Oktober akan menjadi yang pertama bagi kami (untuk memboikot Facebook). Dan jika Facebook tidak menutup group itu setelah 24 Oktober, kami akan membuat jalan lain untuk protes” tegas Sherif.

Dukungan mengalir terus bukan hanya dari kalangan kaum muslimin saja, bahkan dari kalangan non-muslim yang setuju dengan penutupan group tersebut (Koran toilet paper). Mereka beranggapan bahwa group tersebut dibuat oleh kelompok kebencian, sebagaimana yang dituturkan Nichelle warga Amerika yang beragama Nashrani.

Tanggal 24 Oktober juga telah disepakati oleh para member group yang berjumlah 400.000 ribu lebih dan terus bertambah setiap menitnya. Terlihat sebagian para member yang mulai mengganti photo profile mereka dengan gambar-gambar yang menunjukkan protes (termasuk saya pribadi).

Ini gambar pelecehan terhadap kitab suci Al-Quran di facebook :

Jika anda seorang muslim dan mempunyai akun di facebook serta ingin mendukung aksi, silahkan save as gambar dibawah dan ganti foto profile anda (Allahu Akbar!!).


Halloween, Tradisi Jahiliyah

Menjelang tanggal 31 Oktober, perayaan Halloween hadir dengan simbol buah labu diukir yang diberi lampu. Orang-orang merayakannya dengan memakai kostum beraneka warna. Ada yang memakai baju bajak laut, baju nenek sihir, baju zombie, dll. Intinya semua berusaha tampil beda dengan kostum dari negeri antah berantah. Anak-anak pun pergi ke rumah-rumah tetangga untuk minta permen. Kalau gak diberi maka jendela atau rumahnya bakal diusili dengan dicoret-coret pakai sabun. Wah….benar-benar tindakan yang tidak sopan.

Memang sih, perayaan Halloween di Indonesia tidak seheboh hari Valentine. Tapi tetap saja, tradisi barat yang sangat tidak sesuai dengan Islam itu kini ternyata mulai diadopsi oleh banyak remaja muslim. Biasanya yang berusaha mengadopsinya ini adalah para mahasiswa/i jurusan bahasa asing, siswa-siswi yang kursus bahasa di lembaga yang banyak ‘bule’nya, atau bisa juga bukan mahasiswa bahasa dan juga bukan siswa kursus bahasa asing, tapi cuma ikut-ikutan aja.

Ini nih yang bahaya. Latah sekedar ikut-ikutan tanpa tahu makna dari perbuatan tersebut. Dulu ada teman yang ngotot mau menyelenggarakan perayaan Halloween di kampus. Alasannya biar semakin tahu dan meresapi budaya barat karena bahasanya pun bahasa barat alias Inggris. Wah….saya menentang habis-habisan tuh. Yang namanya belajar bahasa Inggris memang belajar budayanya juga. Tapi belajar budaya Inggris tidak sama dengan ikut-ikutan bin latah terhadap budayanya. Ini jelas-jelas dua hal yang berbeda.

ada teman yang ngotot mau menyelenggarakan perayaan Halloween di kampus. Alasannya biar semakin tahu dan meresapi budaya barat karena bahasanya pun bahasa barat

Sebagai umat Islam, seharusnya kita menyandarkan semuanya pada Islam. Ketika belajar bahasa Inggris, niatkan tujuan itu adalah untuk kejayaan Islam, bukan sebaliknya. Gak asyik banget kalo belajar bahasa Inggris, eh malah latah ikut perayaan semacam Halloween, Christmas/natal, atau bahkan Valentine. Ih…enggak banget gitu loh.

Supaya kamu tak mudah diperdaya oleh mereka yang tergila-gila dengan budaya barat yang jahiliyah, kamu perlu tahu sejarah perayaan Halloween ini. Halloween ini berasal dari kebudayaan paganisme yaitu suatu kepercayaan kuno penyembah berhala. Tradisi ini kemudian diturunkan pada agama Kristen yang sudah tidak murni lagi sebagaimana dibawa oleh Nabi Isa as.

Halloween adalah tradisi orang Kelt (Irlandia) zaman kuno. Tanggal 31 Oktober ini bertepatan dengan berakhirnya musim panen. Tanggal ini juga diyakini bahwa pembatas antara orang mati dan hidup menjadi terbuka. Orang mati dianggap membawa penyakit dan merusak hasil panen. Jadilah orang-orang itu memakai baju menyerupai arwah-arwah untuk berdamai agar tidak diganggu lagi.

Ternyata, budaya barat yang selama ini dipuja oleh orang yang berpikiran sempit itu penuh dengan klenik dan khurafat yang gak masuk akal ya? Nah, masa iya yang kayak gini kamu mau ikut-ikutan? Kebangetan betul kalo iya. Ingat, semua perbuatan sekecil apa pun itu ada pertanggungjawabannya di akhirat kelak. Jadi hati-hati kamu terpedaya oleh budaya jahiliyah semacam Halloween ini. Udah, bangga aja deh jadi remaja muslim dengan segala aturan Islam di dalamnya. Dijamin selamat dunia akhirat, insya Allah ^_^ (v-i)